Jangan Tanya Kapan Menikah? Karena Ada Hati yang Terluka di Baliknya

Kapan Menikah
2 238

Nggak terasa ibadah puasa yang kamu lalui selama sebulan penuh akan segera ditinggalkan. Momen yang ditunggu-tunggu untuk berlibur dan silaturahmi dengan keluarga besar juga segera datang. Nggak hanya itu, di hari raya bahkan kamu diberi kesempatan untuk saling bermaafan-maafan dan melupakan segala masalah personal di masa lalu.

Tapi sejenak ada kekhawatiran dalam diri sebagian anak muda yang cukup mengganggu. Silaturahmi keluarga selain sebagai ajang kumpul, pun sebagai ajang berbagi cerita atas pencapaian diri yang diam-diam jadi beban berat untuk dirimu.

Kamu jelas takut ditanya kapan menikah karena memang belum tahu jawabnya. Tapi karena pada dasarnya nggak ada manusia yang sempurna. Maka kali ini kamu perlu pahami ulasan ini agar tak galau akibat pertanyaan-menyebalkan kapan menikah yang mungkin akan menerpamu.

1. Menerima Dengan Sepenuh Hati Lalu Bersikaplah Seolah Kamu Sudah Hafal Dengan Pertanyaan Kapan Menikah?

Baca Rekomendasi :   Bersamamu Dulu Bahagia, Tapi Dalam Dekapan Rabb-ku Menenangkan

Bagi kita yang sudah berusia diatas 25 tahun, tentu pertanyaan kapan menikah sudah mulai hatam ditelinga. Apalagi saat hari lebaran, pertanyaan ini semakin sunter di telinga. Nah, kamu tak perlu khawatir atau was-was atas jawabannya.

Kamu cukup menjawabnya dengan doakan saja supaya saya cepat menikah. Atau kamu bisa menerima dengan senang hati pertanyaan tersebut sambil senyum manis tanpa memberikan jawaban.

2. Sadarilah Kalau Pertanyaan Itu Hanya basa-basi, Jadi Kalaupun Kamu Jawab asal-asalan Sambil Bercanda ya Nggak Masalah.

Sebenarnya pertanyaan tersebut bisa saja sebagai bentuk perhatian dari saudara-saudara kamu. Atau mungkin juga merasa khawatir kepada kamu karena sampai sekarang masih betah melajang. Atau mungkin juga mereka hanya iseng-iseng dan ingin menggoda kamu saja.

Jadi tak perlu lah pasang muka murung dan tidak enak untuk dilihat. Kamu cukup jawab dengan basa-basi, misalnya besok mungkin atau dua minggu lagi sambil ketawa dan senyum simpul.

Baca Rekomendasi :   Menikahlah Dengan Seseorang yang Tahu Bagaimana Buruknya Kamu, dan Siap Menerimamu Dengan Tulus

3. Jawab Saja Dengan Santai Tapi Pasti, “Saat Ini Saya Sedang Memantaskan Diri Dulu”

Atau bila kamu ingin terlihat menjawab pertenyaan kapan menikah dengan serius. Kamu bisa menjawabnya dengan begini, saat ini saya sedang memantaskan diri dan memperbaiki diri dulu supaya jodoh saya juga datang dengan baik bukan dengan orang yang baik. Bukankah jodoh merupakan cerminan dari diri sendiri.

4. Memang Kamu Mau Ngasih Sumbangan Berapa? Atau Mungkin Kenalin Teman Kamu Kah?

Atau jika temanmu masih saja bertanya dengan terus menerus. Cobalah sesekali memberikan jawaban yang mengejutkan sambil bercanda, memang kamu mau ngasih apa seh? Atau malah minta dikenalin dengan teman-temannya. Siapa tahu jodohmu adalah ternyata temannya teman kamu.

Atau kamu juga bisa menjelaskan bahwa menikah adalah sebuah ketaatan. Mungkin saat ini aku belum termasuk orang yang bisa taat, sehingga Allah masih mengujiku dengan jomblo. Kan sebenarnya tak salahnya menjadi jomblo, karena bukan sebuah aib.

Baca Rekomendasi :   Bertemanlah Dengan yang Mengingatkanmu Dalam Kebaikan dan Selalu Mengingat Allah

5. Tuhan Belum Mengirimkan Jodoh yang Tepat Sampai Saat Ini, Bagaiamana Dong?

Kamu juga harus sadar betul, bahwa jodoh adalah salah satu rahasia yang tak bisa ditebak. Namun sebenarnya ada juga tanda dia akan menjadi jodohmu. Jadi perhatikan tanda-tandanya, jika memang kamu yakin dia adalah orang yang dikirimkan oleh Tuhan untukmu meski tak sesuai dengan kriteriamu seutuhnya.

Cobalah berdamai dengan diri sendiri. dan yakinkan dirimu bahwa tak ada di dunia ini yang bisa sesuia dengan keinginan kamu. Pasti ada ketidaksesuainnya.

Nah itulah jawaban yang bisa kamu berikan jika ditanya kapan menikah? Bagi kamu yang mempunyai jawaban lainnya kamu bisa tulis dikolom komentar ya.

2 Comments
  1. Septian Dwi Cahyo says

    Mantap, note dulu lah, tipsnya

  2. Bimo Aji says

    hehehe… saya banget ini mah, sudah terlalu sering ditanyain gini tapi bukan sama keluarga besar sih tapi sama teman kampus. Mereka sudah pada rame-rame tuh nikahnya pas abis wisuda sampe sebelum puasa, tiap nongkrong pertanyaan gini mulu. ya udah jawabnya santai aja, jadi udah terlatih dari awal sebelum menghadapi keluarga besar nanti.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page