Jangan Khawatir, Karena Jomblo Pasti Akan Berakhir

Jomblo akan berakhir via https://www.instagram.com/nesnumoto/
183

Teruntuk kamu yang masih sendiri, bersabarlah, kelak akan ada pangeran berkuda atau bidadari langit yang turun untuk mendampingimu. Tak perlu resah. Tak usah khawatir, karena risau, apalagi galau. Sebab, Allah telah menyiapkan untukmu seseorang yang akan menggenap-melengkapimu untuk berlayar bersama dalam bahtera cinta yang selama ini kamu idam-idamkan.

“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.” (TQS an-Nabâ’ [78]: 8)

Untuk saat ini yang perlu kamu lakukan hanyalah menunggu di  ruangtunggu dengan segala pemantasan, penyiapan, pemberanian yang kamu latihkan kepadamu. Menunggu tak selalu berarti diam, bungkam, tanpa gerak.

Karena Jomblo Pasti Akan Berakhir Bahagia, Berusaha dan Berdoa Adalah Cara Terbaik Untuk Menjemput atau Menanti Jodoh.

Menunggu bisa berarti aktif, positif, dan produktif selama kita mampu menjadikan masa tunggu itu sebagai sebuah waktu yang sangat berharga untuk bekal kelak ketika apa yang ditunggu telah tiba: entah jodoh, atau kematian.

Menunggulah dengan baik. Melangitkan doa, membumikan ikhtiar, melesatkan langkah dalam perbaikan, dan mengikhtiarkan diri untuk tidak menyia-nyiakan waktu dalam masa tunggu. Jadilah yang terbaik, tempah diri di ruangtunggu, hingga kamu genap di ruang yang lain; mungkin ruangrasa yang tercipta dari cinta antara kamu dan dia.

Sabar Saja Dulu, Karena Ada Saatnya Kita Diuji Mana yang Lebih Kita Cintai. Allah Atau yang Lainnya.

Tapi percayalah, kalau kita memilih mana yang lebih diridhoi Allah, Allah akan mengganti apa yang kita tinggalkan itu dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Percayalah, Allah sudah menjamin rezeki kita. Baik rezeki yang bersifat materi seperti penghasilan atau rezeki non-materi seperti kesehatan, diberikan hidup nyaman, diberikan hati yang tentram. Selama kita bisa bersyukur dengan baik, Allah akan menambah dan melipatgandakannya. [Kutipan Buku Genap2]

Baca Rekomendasi :   Jomblo itu Hanya Fase Sementara, Bukan Nasib atau Aib Seperti Ejekan Orang

Memang Betul Adanya, Bahwa Memasuki Umur 25 Tahun. Urusan Jodoh Adalah Prioritas Utama yang Sering Membuat Galau.

Sebagian ada yang bisa mengatasi gangguan tersebut dengan kesabaran, tapi banyak juga yang tak punya kesabaran yang cukup untuk menghadapinya. Repotnya, kesabaran hanya bisa menutupinya, tapi tak bisa mengisinya. Ruang kosong itu hanya bisa diisi oleh sesosok makhluk bernama laki-laki. Laki-laki yang bukan sekedar laki-laki, tapi laki-laki yang memang sudah ditentukan Tuhan sebagai peng-genap hidupnya. [Kutipan Buku Genap]

Iya Memang Sabar Itu Susau, Makanya Hadiahnya Syurga. Kalau Gampang Mah, Hadiahnya Cuma Permen.

Tak ada yang lebih nyaman selain jadi diri sendiri, seberapa banyakpun kekurangn kita, seberapa hebatpun diri orang lain yang kita jadikan identitas palsu untuk menutupi kekurangan kita itu. Tak ada yang lebih berat selain melakukan sesuatu secara paksa. Tak ada yang lebih melelahkan selain melakukan sesuatu tanpa rasa suka. Jadi, tak perlu memaksakan diri. [Kutipan Buku Genap]

Baca Rekomendasi :   Neng! Kewajiban Utamamu Setelah Menikah Adalah Taat Pada Suami Bukan Orang Tua Lagi

Ternyata, yang lebih banyak menyakiti kita adalah diri kita sendiri. Perasaan dan pikiran kita. Bukan orang lain. Jadi berhentilah untuk menyalahkan orang lain. Dan aku, tak lagi menyalahkan kamu. [Kutipan Buku Menata Hati]

Laki-Laki Juga Harus Kuat, Agar Bisa Melindungi Perempuan. Bukan Hanya Melindungi Secara Fisik Tapi Juga Melindungi Perasaannya.

Laki-laki harus kuat agar bisa melindungi perempuannya. Bukan hanya melindungi secara fisik saja, tapi juga melindungi perasaan perempuannya, melindungi mimpi-mimpinya, melindungi apa yang penting dalam hidup perempuannya. Dan akhirnya aku sampai di sini. Di rumah tempat kamu dibesarkan. Rumah yang sangat nyaman, tapi tak pernah ingin aku tinggali. Baiklah, mari kita mulai. Aku akan melakukan tanggung jawab sebagai suami, yang tetap harus nampak kuat dan tegar di hadapan orang yang dilindunginya. [Kutipan Buku Genap3]

Baca Rekomendasi :   Jangan Baper, Bila Tak Sengaja Melihat Orang Pelukan, Paling Tidak Kita Masih Memeluk Agama

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

You cannot copy content of this page