Kumpulan Puisi : Kehidupan, Masalah, Tangis, Bertemu dan Terjadi lagi

  • Bagikan
Kehidupan
Kehidupan

Ada yang datang lalu pergi menghilang

Menghilang lalu datang kembali

Bahagia lalu ada yang bersedih

Bersedih lalu ada yang berbahagia

Sedang diatas ada juga yang sedang dibawah

Ada yang dibawah lalu beranjak keatas

Begitu juga dengan kehidupan yang menghidupkan untuk kehidupan.

Ulurkan tangan mu dan jangan berharap pamrih pada siapa pun

Bahwa tuhan akan berbahagia melihat mu peduli untuk kehidupan yang menghidupi

Realita memang nyata bukan hanya narasi yang nyaring namun nalar perlu digunakan

Semesta akan menjawab segalanya

Dengarkan duhai zat yang bernyawa.

**************

Masalah

Kalian sibuk mempermasalahkan

Aku sibuk memikirkan apa yang jadi permasalahan itu

Hingga ku termaram oleh renungan ku

Semakin lama semakin banyak korban berjatuhan

Drama apa lagi yang kau buat para petinggi

Tak akan gentar apa lagi menyerah oleh tantangan mu disetiap waktunya

Semakin hari ku semakin kuat untuk menghadapi permasalahan itu

Tangguh itu kata kata dari ku untuk mu para petinggi jabatan

Aku disini beribadah bukan jadi kambing hitam mu agar permasalahan mu selesai

Dari setiap keringat dan lelah ku akan ku abadi kan untuk manusia manusia terkasih yang ku cintai

Baca Rekomendasi :   Kumpulan Puisi : Bararupa, Rupawani, Jalang, Merpati, Semu dan Halusinasi

Maka mengertilah bahwa roda pedati terus berputar

***************

Tangis

Cinta memang suka datang tiba tiba tidak mengenal usia dan rupa

Dibutakannya umat ini oleh cinta yang dusta

Diandalkan hanya nafsu dan amarah

Beberapa manusia rela membasahi dirinya dengan air mata cuma cuma

Karena hanya demi kasih sayang dan segelintir kata cinta dimulut saja

Sampai si hati lupa dimana rumahnya

Lalu ego pun hadir di kemudian hari dan berkata harum nan elok rupa gadis itu

Tanpa disangka si hati menangis tersendu dan berkata “aku ingin mati saja”

Dan si hati mengakhiri hidupnya dengan segera

Nurani lantas mengalah demi si amarah dan nafsu.

31 cileungsi.

***************

Hadapi

Disini aku berdiri dengan setia menunggu badai yang akan datang menjemput

Menanti saat mendung mulai datang perlahan namun pasti

Tiap tetes demi tetes jatuh diwajah dan membasahi tubuh kusam ini

Tidak akan pernah berpindah dari kenyamanan yang ku buat pada saat itu

Hujan menghakimi tubuh ini seakan tak akan memberi ampun

Hari ini menyedihkan

Berbuat lebih pun tidak mungkin untuk menghentikan yang sudah terjadi

Baca Rekomendasi :   Jangan Pergi, Tetaplah Disini. Tetaplah Tinggal Disampingku Sayang

Terus bercucuran penyesalan yang hadir diatas tubuh ku

Tuhan menyambut dengan senyuman agar diriku tetap tegar dan tangguh

Menangisi kesedihan saat hujan menghantam tubuh berdosa ini

***************

Bertemu

Ada yang hadir lalu menghilang

Ada yang terluka namun akan berbahagia

Berganti ganti rupa dan wajah

Ketika saat itu bertemu dan bertamu

Dengan siapa dan bersama siapa aku berjumpa

Wanita idaman ku mati dimakan zaman

Tidak pandai aku bersilat lidah

Hanya bermodal kejujuran yang bisa diutarakan

Saat itu aku bertemu dengan dirimu beberapa kali dan beberapa saat setelah itu aku berlalu sampai yang telah lalu akan menghilang dikalahkan kematian

*************

Disini

Pagi berbisik pada petang

bukan malam

Karena malam membawa kegelisahan.

Teramat panjang menunggu kapan kau pulang?

Tak tahu kah kau?

Dikala daun berguguran ada ranting yang menitik kesedihan.

Menjadi hidup dan bangkit dalam kegelisahan dan kekhawatiran akan membawa mu pada jalan pulang.

Aku.

Disini.

*******************

Benalu

Teman ku kini hanya segelintir manusia saja

Tidak banyak seperti dulu yang selalu ada dan sedia

Baca Rekomendasi :   Puisi : Hujan Ditengah Pelarian, Bodoh, Malam, Air Hujan dan Terbunuh

Sahabat ku sekarang cuma beberapa orang saja

Ada yang mati dimedan perang dan ada juga berbahagia di negara orang

Sekarang saudara setia ku hanya seekor yang mengekor kemana aku melangkah

Menggantungkan harapan yang aku sendiri belum mengakui kebenaran yang segera terjadi

Segera pergilah jauh jauh diri ku ini masih rapuh untuk dihinggapi

Besok saja aku tidak yakin apakah masih tetap hidup atau mati untuk kehidupan

********************

Terjadi lagi dan lagi

Lagi lagi ku hanya bisa mengamatinya dari kejauhan

Jarak dan langkah kaki yang menjadikan ku kuat dan mau untuk lebih mencintainya lewat doa

Entah sampai kapan rasa ini harus tetap bertahan

Dan sampai saat ini pun ku tak tau harus berhenti kapan dan bagaimana

Ranting yang kokoh memang akan jatuh pada waktunya

Tapi ranting itu tau kalau apa yang ku lakukan adalah hal baik yang menjadikan ranting lain tumbuh dan kekar kembali

Memeluk asa kerinduan dalam setiap doa dan menjadi kuat tatkala badai itu datang

Silih berganti dan siap menghadapi gejolak kehidupan yang suatu saat kembali

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page