Wanita Terhormat dan Punya Hati Tak Akan Mencintai Pria Beristri

  • Bagikan
Selalu mendoakanmu
Selalu mendoakanmu

Mungkin saat ini istilah pelakor atau perebut lelaki orang sudah tak asing lagi dibicarakan warganet, terutama para istri yang aktif diberbagai media sosial. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana disekitar mereka ternyata banyak wanita yang harus kehilangan suami ke pelekukan wanita lain karena di renggut oleh wanita tak terhormat.

Berbicara masalah cinta memang kadang diluar akal sehat. Apalagi seseorang yang sudah dibutakan cinta, mungkin dia tak akan pernah peduli dan mengabaikan semua hal demi memperjuangkan cintanya. Kadang, malah terperangkap dalam cinta yang salah.

Bahkan ada yang tak segan-segan mengganggu pernikahan orang lain dengan cara mencari hati yang lain. Kamu harus tahu, bahwa tak ada orang yang sudi diselingkuhin. Teruntuk kamu kaun hawa, seharusnya kamu belajar bahwa wanita terhormat tak akan mengambil yang bukan miliknya.

Baca Rekomendasi :   Tidak Akan Rugi Orang Yang Setia Pada Dia Yang Tulus Mencintaimu

Wanita Memang Mampu Memikat Lawan Jenis, Bukankah Lebih Baik Mengincar Pria Lajang di Banding jadi Pelakor?

Memang menjadi wanita terhormat itu sebuah pilihan. Kamu mau atau tidak, semunaya kembali kepadamu. Jika kamu pada akhirnya lebih mengutamakan ego demi kebahagian sendiri, pada akhirnya kamu akan melakukan apapun demi kebahagian tersebut.

Wanita terhormat bukanlah wanita yang angkuh, karena mereka mampu menunjukkan dirinya bernilai dengan tidak merebut kebahagian wanita lainnya yang sudah bersuami. Karena mereka yakin, masih banyak pria lajang yang akan membahagiakannya.

Saat Kamu Mencintai Pria Beristri, Sejatinya Bukan Satu Orang Saja yang Kamu Sakiti

Saat kamu memutuskan untuk mencintai pria beristri, kamu tidak hanya menyakiti hati wanita lain. Tapi ada anak-anaknya yang menjadi korban keegoisanmu. Bayangkan jika anaknya bukan hanya satu?

Baca Rekomendasi :   Mantan Hanyalah Jodoh Orang Lain yang Tak Sengaja Pernah Kita Cintai, Jadi Tak Perlu Ditangisi

Bagaimana jika mereka tak lagi anak-anak melainkan sudah remaja atau dewasa dan mengerti bagaimana rasanya dikecewakan? Mereka hanya akan melihat ayahnya sebagai sosok yang merusak kebahagiaan keluarga. Tegakah kamu sampai berbuat demikian?

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page