Bolehkah Aku Mengetuk Rumahmu, Bertamu dan Bertemu Orang Tuamu

Mengetuk pintu rumahmu
0 68

Sedikit kabar dariku untukmu yang jauh disana. Sampai saat ini aku tak mengetahui keberadaanmu. Aku tak mampu melukiskan raut wajahmu.
Aku tak tahu senyuman terindahmu. Semua masih rahasia dan di rahasiakan oleh-Nya. Agar aku mampu menahan rindu sebuah pertemuan dari kejauhan.

Bila nanti hatiku telah tergerak menujumu dan mengetuk rumahmu. Siap siap saja, ayah ibumu akan kedatangan orang asing yang menjelma sebagai tamu dirumahmu. Tak perlu heran dengan semua kekuranganku,
Karena dengan kekurangan ini aku butuh kamu agar melengkapi hidupku dan hidupmu menjadi pasangan yang utuh.

Tentang kurangku, aku bukanlah lelaki yang sempurna. Kedatanganku nanti hanya ingin mengutarakan niatku ingin mengajakmu ke syurga bersama dalam sebuah ikatan halal yang penuh berkah. Kalaupun nanti aku tak semenarik yang kau inginkan.

Baca Rekomendasi :   Tak Ada Lagi Namamu Kusebut dalam Doa Karena Semua Kuserahkan Kepada-Nya

Tidak mengapa bagiku, setidaknya aku telah menyampaikan apa yang selama ini aku tahan begitu erat dalam doa doa yang melekat. Terimakasih telah membaca kabar dariku. Doakan aku secepatnya menujumu,
Menuju rumahmu, menghampiri orangtuamu. Salam dariku untukmu yang entah siapa dan dimana saat ini.

Aku Yakin Sebelum Mengetuk Rumahmu, Kamu Juga Menantikan Dalam Masa Penantian yang Panjang. Bersabar Lah, Waktunya Akan Tiba.

Menantikanmu adalah sebuah keputusan yang saat ini tak bisa ku hindarkan. Ini bukan keterpaksaan, melainkan proses pembelajaran dalam hal penantian. Jangan meremehkanku soal menunggu. Aku tak pernah memberitahukanmu tentang inginku segera bertemu denganmu.

Aku tak pernah menceritakanmu kepada siapapun soal perasaanku yang ringkih menjalani waktu memikirkanmu. Kecuali aku hanya memperbincangkanmu kepada Dia sang pemilik segala Rindu. Ini semua rahasiaku bersama-Nya. Biarkan aku yang berlebihan memintamu lewat doa.

Baca Rekomendasi :   Kepadamu Ku Titipkan Dirinya, Semoga Bersamanya Kau Temukan Bahagia

Karena kalau bukan berusaha bagaimana aku akan bisa bersamamu nantinya. Walaupun nantinya aku tak bersama denganmu yang selalu ku ucap dalam doa, setidaknya aku pernah menjadikanmu sosok yang aku pinta kepada-Nya

Menantikanmu dimusim penantian, sungguh keterlaluan. Entah siapa dirimu disana, tapi rasa ini meronta ingin berjumpa. Entah kemana rindu ini nantinya berlabuh, yang pasti kau adalah pilihan terbaik ditetapkan oleh-Nya untukku.

Entah Siapa Dirimu Disana, Aku Ingin Segera Mengetuk Rumahmu dan Ingin Segera Berjumpa.

Aku pernah sekadar memikirkan, bagaimana nantinya aku dan kamu dipertemukan. Namun sulit untuk aku bayangkan, karena itu semua hanya sebatas khayalan.

Aku belum mampu untuk menceritakan, semua hal yang saat ini aku rasakan. Inginku suatu saat nanti menjadi kenyataan, pertemuan denganmu yang begitu mengesankan. Ketika nanti telah dipersatukan, aku yakin itu adalah jawaban atas penantian. Yang tak pernah bosan aku pertahankan. Mendoakanmu penuh harapan.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Kamu Seorang yang Akan Menjadi Tulang Rusukku

Jaga dirimu disana dalam ketaatan, aku disini juga tengah mempersiapkan.
Kesiapan untuk memantaskan. Aku ingin menyampaikan, Bahwa tentangmu akan terus aku tuliskan. Tentangmu akan terus kulangitkan.
Dan tentangmu akan senantiasa aku doakan.

Dariku, yang tak pernah bosan mengikhtiarkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page