Untukmu yang Terluka Namun Memilih Tetap Bertahan

Berhenti berjuang sendirian, mulailah mencari yang berkomitmen dan berjuang bersama-sama.

2 177

Aku salut padamu yang masih berjuang meskipun sendirian. Aku kagum padamu yang masih setia dalam keadaan terluka. Aku terpesona melihatmu meski kamu yang terluka namun tetep memilih untuk bertahan. Kamu hebat!

Tapi maukah kamu dengarkan ini. Aku paham betul bagaimana mencintai seseorang dengan sangat. Aku juga mengerti bagaimana bahagianya hidup dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku. Aku pernah bertahan dan berjuang untuk seseorang dengan hebat. Aku akui itu.

Namun aku segera menginsyafi bahwa mencintai seseorang tak lantas membuat bahagiaku tergadai.

Namun aku segera menginsyafi bahwa mencintai seseorang tak lantas membuat bahagiaku tergadai. Bejuang untuk seseorang kemudian gagal tak lantas membuat hidup tercerai berai. Aku tak mau menjadi hamba yang kufur kebahagiaan dengan menggantungkan bahagiaku pada manusia. Sedang Allah memberi banyak alasan untuk bahagia di dunia ini. Semoga kamu juga.

Kamu sadarlah, hanya karena kamu masih cinta. Bukan berarti kamu harus menyakiti diri sendiri dengan mempertahankan dia yang jelas-jelas pergi.

Iya, semoga kamu juga sadar bahwa berjuang sendirian itu tak mudah. Semoga kamu segera sadar bahwa mencintai tak harus memiliki. Melepaskan adalah cara mencintai yang paling sempurna. Mencintai diri sendiri tepatnya. Semoga logikamu juga kembali berfungsi, tak semua hal bisa kamu perbaiki. Pahamilah baik-baik kapan waktunya menggenggam dan kapan seharusnya melepaskan.

Aku tahu tak mudah berada dalam posisimu sekarang ini. Melepaskan tapi masih cinta, Bertahan tapi sudah terlalu lelah. Lepaskanlah. Kamu berhak bahagia dengan jalanmu. Dia juga berhak bahagia dengan takdirnya.

Baca Rekomendasi :   Melepaskan Adalah Cara Mencintai yang Paling Sempurna

Berhenti berjuang sendirian, mulailah mencari yang berkomitmen dan berjuang bersama-sama.

Bagaimana? kamu tetap memilih bertahan? Tak apa, itu hak mu. Tapi pertanyaannya, mau sampai kapan ? Kamu hanya menggenggam tangan yang jelas-jelas ingin pergi. Sudah tahu menggenggam duri tapi tak mau melepasnya. Kamu sendiri yang memilih terluka dan memilih tak ingin disembuhkan bukan ? Jangan heran jika nanti luka itu tetap basah dan menganga. Dia akan membusuk dan mati rasa akhirnya.

*********

Sekali Dua Kali Ditanya Kapan Nikah? Mungkin Seseorang Bisa Cuek Saja, Tapi Kalo Terus-Terusan Ditanya Dia Bisa Capek Juga.

Pertanyaan itu kadang meluncur begitu saja seolah tanpa beban dari mulut kita. Entah dengan niat bercanda atau hanya pengen basa-basi saja.⁣ Kita seperti merasa punya tanggung jawab untuk menyamaratakan jalan hidup orang sesuai standar kebahagiaan umum. Kita tak sadar, basa-basi/becandaan yang kita lontarkan bisa jadi sangat menyakitkan dan melelahkan.⁣

STOP bertanya kapan nikah!⁣ Siapin aja catering, pelaminan, gedung, WO dan calon yang cocok.⁣
Baru tanya kapan nikah. ⁣Jangan tanya kapan menikah, lebih baik doakan agar segera menikah. Kamu, sering dapet pertanyaan ini dimana/dari syapa? 😂

Baca Rekomendasi :   Kini Semua Berbeda, Kamu Berubah dan Kecewaku Makin Membuncah

Jika yang Kamu Cari Harus Tinggi, Putih, Mulus, Bersih dan Bikin Adem Terus. Mungkin Kamu Hanya Butuh Kipas Angin Bukan Istri.

Kadang kisah ta’aruf sering kali kandas saat perjumpaan pertama, menyisakan sedikit patah hati khususnya buat Akhwat.⁣ Patokan kriteria dan ekspektasi laki-laki yang boleh jadi terlalu tinggi membuatnya mundur alon-alon saat melihat fisik di perjumpaan pertama. Duh⁣, Woles Dear.⁣⠀
Kamu berhak mendapatkan yang jauh lebih baik dan lebih bisa menerima kamu apa adanya.

Artikel ini merupakan status dari instagram nurpalahdee dan sudah di edit oleh admin sebagian kecil. Jangan lupa follow untuk mendapatkan update terbarunya. Semoga bermanfaat ya!

2 Comments
  1. Emilda says

    Assalamu’alaikum,,
    Tulisannya bagus2,,
    Maaf,, bolehkah tulisannya saya copas dan share?
    Dan sumber akan saya tulis di bawahnya.

    Terima kasih sblmnya

    Wassalamu’aaikum,,

    1. admin says

      Waalaikumussalam,,

      silahkan mba, yang penting sumbernya disebutkan yaa..

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page