Seperti Rindu yang Harus di Bayar Tuntas, Begitu Juga Dengan Perasaan

  • Bagikan
Hubungan ke kanak-kanakan
Hubungan ke kanak-kanakan

Perasaan yang kusimpan teramat lama ini mulai berteriak. Mendorongku untuk mengikatmu dengan sebuah janji suci. Aku terus mencari sebuah keberanian. Keberanian untuk diterima maupun keberanian untuk tak diterima olehmu.

Meski begitu, jika aku terus diam disini tanpa melangkah sedikitpun atau hanya terus diam dengan perasaanku, maka aku akan kehilangan masa depanku.

Seperti rindu yang harus di bayar tuntas, maka perasaan ini pun harus diperjuangkan dengan cara yang benar.

Hari ini, walaupun aku tak bisa mengungkapkan kata-kata manis.  Meski hatiku terus berteriak ketakutan. Meski sebuah kemungkinan terburuk akan datang. Meski aku tak tahu pasti kau benar-benar tercipta dari tulang rusukku.

Meski begitu, aku tetap akan melangkah dan berjalan kehadapan kedua orang tuamu. Meminta izin mereka untuk menjadi imam bagimu. Karena aku tahu, jika aku hanya mencintaimu dalam diam tanpa bertindak, maka aku akan kehilangan sebuah kesempatan untuk menjadikanmu bidadari syurgaku.

Seperti rindu yang harus di bayar tuntas maka perasaan inipun harus di perjuangkan dengan cara yang benar. Maka izinkanlah aku untuk berjuang menghalalkanmu.

Baca Rekomendasi :   Jangan Takut Melangkah Pergi, Saat Sulit Merasa Bahagia Bersamanya

Dalam Penantian Ini, Ada Rindu yang Menunggu Kehadiranmu.

Aku takut rindu ini menghantam batasan meski aku jaga sekuat tenaga.
Agar kelak, pertemuan kita tetap menjadi yang terindah. Kamu dimana saat ini, apakah menujuku, atau singgah ke hati yang lain dan tak melanjutkan perjalanan menemuiku?

Segeralah datang menghampiriku, ada rindu yang senantiasa menunggumu. Aku takkan lelah untuk memintamu bersatu denganku. Terang saja, Aku menunggu kehadiranmu.

Artikel ini merupakan postingan instagram dari @fahniar.ladiku dan
@budysatriaa hanya di edit sebagain kecil oleh admin.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page