Sepasang Hati yang Pernah Singgah, Akhirnya Berpisah Juga

Sepasang hati
0 15

Kamu ingat gak? Aku dan kamu pernah melebur menjadi ‘Kita’ dalam sebutan yang tak asing terdengar saat itu. Kala itu, kita sepasang hati yang saling mencintai. Sebelum akhirnya ‘kamu’ pergi meninggalkanku tanpa alasan yang tak mampu ku pahami.

Semenjak kepergianmu, semua rasaku berubah. Aku yang begitu hebat mengagumimu. Begitu sangat mengharapkanmu, kini ke-kecewaan menghampiri. Aku baru sadar ternyata kamu tak pantas untuk dikejar dan tak pantas juga untuk diperjuangkan.

Awalnya kita hanya sepasang ‘luka’ yang saling bertemu. Namun akhirnya, kita menjadi sepasang hati yang pernah ‘singgah’ dan ‘ber-pisah’. Perpisahan ini sungguh kunikmati, antara hati yang pernah ‘singgah’ biarkanlah menjadi sebuah kisah.

Aku ingin mengatakan. Bahwa aku, mengikhlaskan’ kepergianmu

Sepasang Hati yang Tercipta Karena Luka, Dengarkan Lah Isi Surat Perpisahan Dari Ku yang Kini Kecewa.

Teruntuk sebuah -nama. Perihal kedatangan surat ini. Aku ingin mengutarakan perihal kisah yang kemarin kau ciptakan. Tanpa mengulur waktu, izinkan aku menguraikan luka demi luka yang kurasakan hingga akhirnya aku terbiasa dan mampu untuk meng-ikhlaskan.

Baca Rekomendasi :   Tuhan Hanya Menitipkanmu Untukku, Akhinrya Kamu Bahagia Bersamanya

Kau pernah menjadi yang terhebat dalam penantianku. Darimu, aku belajar arti menunggu. Berawal dari kata janji yang begitu indah kau lantunkan. Hingga akupun terbuai dengan manisnya diksi yang begitu lihai kau yakinkan.

Kebodohanku terlihat jelas saat ini. Bodohnya diriku, mengagumi dirimu saat itu. Jika waktu dapat kuputar kembali, aku pasti memilih takkan pernah mau bertemu sosok sepertimu. Pernah bertemu, meyakinkanku, membuatku menunggu, lalu kau pergi meninggalkanku.

Tentangmu, takkan pernah singkat untuk dituliskan. Kini, semua telah berubah, aku telah mampu melepasmu dengan perlahan. Mengingat semua janji yang pernah kau sampaikan, aku takkan pernah lagi menantikan.

Pesan terakhir dariku, cukup namaku yang menjadi orang terakhir untuk kau sakiti. Jangan ada lagi nama nama baru yang berada dalam perangkap janjimu.

Baca Rekomendasi :   Tuhan, Jika Memang Kami Tidak Berjodoh, Aku Ikhlas Jika Dia Mencintai Orang Lain

Mungkin, surat perpisahan ini mewakili untuk semua orang yang pernah singgah dihidupmu, berharap lebih dan akhirnya kau Pergi meninggalkan luka yang begitu dalam.

Artikel ini merupakan postingan instagram dari @budysatriaa hanya di edit sebagain kecil oleh admin.


Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page