Merayu Dalam Doa, Semoga Dia yang Akan Menjadi Jodoh Kita?

Mengharapkanmu
0 133

Mencintai seseorang memang sebuah fitrah manusia. Sebagai manusia kita menginginkan cinta sejati dengan orang yang kita cintai dan sayangi. Dan jatuh cinta juga bukan sebuah perbuatan dosa, bila memang di ikuti dengan cara yang tidak di larang oleh Allah?. Misalnya merayu dalam doa bila memang kamu ingin meminangnya supaya semuanya di permudah.

Bila Memang Sedang Mencintai dan Mengharapkan Seseorang, Ada Baiknya Kamu Merayunya Dalam Doa Kepada Sang Pemilik Hati-Nya.

Mungkin saat ini hati kita sedang menginginkan seseorang yang ingin mendampingi hidup kita. Tapi jangan sampai kita membuat keinginan berlebihan dalam memanjatkan doa kepada-Nya.

Seperti berdoa, “Ya ALLAH, jadikanlah saya berjodoh dengan fulanah/fulan. tolong ya Allah aku merayu sangat sangat jadikanlah ia yang terbaik bagi diriku.


 ” Ya ALLAH jika dia bukan jodoh saya, tolonglah jadikanlah dia jodoh saya. please ya Allah “

Quote by Akupenghibur.com
Baca Rekomendasi :   Sayangi dan Perhatianlah Pada Istrimu, Karena Dia Tulang Rusukmu

Berdoa memang sangat baik dan kita juga harus memohon kepada-Nya tapi jangan lebay juga. Berdoalah dengan khusyuk dan cara yang baik dan benar. Bukankah Nabi Muhammad SAW telah bersabda :

“Sungguh akan muncul kaum dari umat ini yang akan berbuat melampaui batas dalam berdoa dan bersuci. “(Shahih Sunan Abi Dawud, no. 87)

Yang Terbaik Menurut Kita Belum Tentu Baik Menurut Allah, Jadi Terus Merayunya Dalam Doa yang Kamu Panjatkan.

Allah lah yang sangat menegetahui apa yang baik dan buruk bagi kita. Tak terkecuali maslaah jodoh. Kita memang harus berusaha sekuat tenaga untuk meraih yang kita inginkan, namun kita juga harus bertawakkal dan menyerahkan keputusannya kepada Allah.

Baca Rekomendasi :   Aku Pamit Bukan Karena Kalah Berjuang tapi Aku Sadar Bukan Aku yang Kamu Inginkan

Bukankah Allah sudah menjelaskan dalam firmannya dalam Surat Al-Baaqarah ayat 216, lantas apalagi yang kamu ragukan?

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Bukankah Konsekuensi Mengharapkan Jodoh yang Baik adalah Dengan Memperbaiki Diri Terlebih Dahulu?

Mungkin jodoh kita adalah orang yang sekarang kita cinta dan mungkin juga bukan. Satu hal yang pasti, itulah yang terbaik bagi kita. Dalam hidup ini juga kita harus belajar menerikam takdir (qada dan qadar), termasuk dalam hal jodoh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page