Jangan Menunggu, Karena Aku Tak Ingin Kita Saling Menunggu

Jangan menunggu
0 167

Sebaiknya, Aku pergi menjauh hingga tak tampak lagi olehmu. Jangan menunggu, Aku tak ingin kita saling menunggu. Aku tak ingin bertanggungjawab atas rindumu. Bukan aku tak ingin bersamamu,
Namun, aku menjaga rasa ini hingga pada waktunya. Perihal rasa yang kau miliki saat ini, hapuskanlah. Aku tak sanggup bila suatu saat nanti, namaku kau sebut sebagai pelaku patah hatimu jikalau pada akhirnya kita tak bersatu.

Aku sengaja pergi, Aku ingin mengajarkanmu tentang mengikhlaskan. Bahwa mencintai sesungguhnya bukan dengan cara seperti ini. Biarkanlah perpisahan menguji rasaku dan rasamu yang kini menggebuh. Kau percaya pada ketetapan-Nya bukan?. Jika kau percaya, bantu aku melepasmu dengan caraku meninggalkanmu. Aku tak pernah khawatir tentang siapa yang akan menemani kehidupanku nanti. Tentang siapa yang akan berjalan beriringan dalam hidupku nanti,

Baca Rekomendasi :   Percaya Bahwa Ketetapan Allah yang Terbaik, Meskipun Harus Diawali Dengan Air Mata

Kalau jodoh adalah cerminan diri, Maka aku ingin memantaskan diriku dengan menjauhimu dan jangan menungguku. Kalaupun Dia menuliskan namamu sebagai ketetapan-Nya. Maka sejauh apapun aku dan kamu terpisah, yakinlah. Kita pasti bertemu juga dalam skenario-Nya yang paling terindah.

Jangan Menunggu, Aku Selalu Berdoa Untuk di Pertemukan Dengan Cara yang Indah dan Sesuai Dengan Syariah. Amin ya Allah, semoga terkabulkan.

Dengan menyebut Nama-Nya yang Maha Indah. Entah mengapa, menceritakanmu lewat kata menjadi rangkaian aksara terasa begitu sempurna. Tak henti sampai disana, namamu senantiasa terus meng-Angkasa menuju-Nya dalam ungkapan doa.

Doaku sederhana, segera dipertemukan denganmu agar melebur kata ‘aku dan kamu’ menjadi “KITA”. Kesabaranku ingin berjumpa, terus terlatih. Walau sebenarnya aku pernah merasa ringkih, namun ku yakin doa doa terindah senantiasa kupanjatkan dengan lirih.

Baca Rekomendasi :   Jangan Menikah Dengan Suami Orang Bila Tak Ingin di Sebut Pelakor

Untukmu, dengarkan ini.

Jika suatu saat nanti, takdir mempertemukan. Aku ingin segera merayakan pertemuan dan kerinduan yang selama ini ku-semogakan dengan pernikahan. Pertemuan terindah dengan seseorang yang menjadi jawaban atas segala doa doa yang senantiasa kupanjatkan.

Aku tak tahu kamu siapa dan dimana, aku hanya ingin segera bertemu karena aku tak sanggup merindu. Aku tak siap terlalu lama menahan kerinduan, semoga kamu dan aku segera dipertemukan.

Harapku, kita bersama dalam membangun “Mitsaqon Gholidzo” saat dipertemukan kelak.

Artikel ini merupakan postingan instagram dari @budysatriaahanya di edit sebagain kecil oleh admin. Bagi kamu yang mempunyai karya baper silahkan hubungi admin ya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page