Resolusi 2020: Datanglah, Kamu Ditunggu Ayah dan Ibu di Rumah

Resolusi 2019
0 118

Assalamualaikum, akhi. Selamat pagi. Katanya punya resolusi di tahun 2019 nanti, Alhamdulillah tahun sudah berganti dan aku menanti kabarmu yang katanya ingin datang kerumah untuk menemui. Semoga bukan sekadar wacana namun menjadi bagian dari rencana ya.

Datanglah, Ibuku menunggumu lalu ayahpun begitu. Apa yang kamu pikirkan akhi. Aku tidaklah memintamu untuk menjadi seorang artis terkenal, atau memintamu membawa mobil yang mahal. Aku tidak melihat dari ketampanan bahkan aku tidak memandangmu dari segi jabatan. Tidak akhi.

Datang saja dulu.Jumpai ibu dan ayahku. Mereka ingin bertemu.
Bagaimana sebenanya sosok lelaki “Pemberani” itu. Yang berani mendatangi bukan berani mengumbar janji.

Akhi paham kan?. Ayah ingin melihat kepribadianmu saat engkau bertamu kerumah. Tidak usah khawatir, semuanya tergantung niat yang akhi bawa.
Jika niatnya baik, Insya Allah semua akan berjalan apik.

Baca Rekomendasi :   Jatuh Cinta Itu Tidak Salah, Yang Salah, Jika Cintamu Akhirnya Menjadi Penyesalan Dan Meninggalkan Luka

Kalau akhi sudah siap, segera temui ayah dan ibuku yang sampai saat ini masih menunggu, Aku selalu mendoakan semoga langkahmu menujuku senantiasa dipermudahkan oleh-Nya. Ditunggu ya kedatangannya.

Aku Berharap, Hadiah Penantianku Menjadi Resolusi 2019 Untukmu. Menjemputku Dalam Ikatan Halal. Amin.

Singkatnya, Aku sedang menanti. Atas nama “penantian” namamu yang tak pernah bosan kulangitkan. Jangan tanyakan soal harapan. Harapanku, suatu saat nanti kita saling di-pertemukan. Dalam keadaan yang begitu mengesankan penuh keberkahan.

Kini aku sedang mempersiapkan. Berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan, agar nantinya yang aku temukan adalah sosok cerminan. Biarkanlah ini menjadi cerita indah sebelum bertemu denganmu. Mengikhtiarkan sebuah impian untuk segera bersatu.

Baca Rekomendasi :   Biarkan Aku Mundur Perlahan Jika Memang Kita Tak Bisa Disatukan

Jika nanti, Allah swt memilih namamu yang menjadi pelengkap separuh agamaku. Maka, dengan rasa bahagia aku menerima ketetapan terindah-Nya. Temani aku dalam melangkah, bantu aku saat gelisah. Dan ingatkan aku jika salah. Lengkapi kekurangan yang berada pada diriku.

Ketika kita telah dipertemukan nanti, aku ingin menyatakan sesuatu dengan rasa malu. Yang ingin aku sampaikan adalah kamu merupakan “Hadiah Penantian” yang selama ini aku semoga-kan. Semoga, kita saling dipertemukan.

Artikel ini merupakan postingan instagram dari @budysatriaahanya di edit sebagain kecil oleh admin. Bagi kamu yang mempunyai karya baper silahkan hubungi admin ya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page