Aku Masih Sendiri Bukan Karena Kesulitan Mencari Pengganti Namun Memilih yang Terbaik

Menyatukan dua insan
7

Kudengar kau sudah tak sendiri lagi. Sudah ada sebuah nama yang mengisi hari-harimu kini. Tapi aku, seperti yang bisa kau lihat; aku masih sendiri. Aku masih betah berteman dengan sepi. Aku mulai terbiasa melewati malam-malam yang muram, memejam dengan rindu yang tak mampu kuredam.

Aku masih sendiri bukan karena kesulitan mencari pengganti. Ada begitu banyak lelalki baik di bumi, Namun aku sedang menanti satu yang terbaik dari Ilahi.

Kamu jangan berbesar kepala. Ini bukan karena kamu yang tak tergantikan. Hanya saja, kali ini aku tak mau sembarangan mengikuti hati. Kutahu yang namanya hati sangat mudah berpaling dan perasaan sama sekali tak bisa dijadikan patokan. Aku tak ingin hancur seperti ini. Aku tak mau terpatahkan lagi; sudah cukup. 

Baca Rekomendasi :   Terimakasih Telah Setia, Dari Mengenalmu, Mendoakanmu Hingga Menua Bersamamu

Untuk apa bahagia sementara? Lebih baik aku kesepian dalam penantian. Seraya terus memperbaiki diri, aku akan tetap menunggu, sekalipun itu tanpa kejelasan waktu. Sebab ini adalah janji-Nya dan Dia takkan mungkin membuatku kecewa.

Luka-Luka yang Hampir Membuatku Mati, Sedikit Banyak Telah Mengajarkan Diri Ini Agar Lebih Berhati-hati Dalam Menjatuhkan Hati.

Memilih berhati-hati, bukan karena menghindar dari cinta. Bukan pula takut untuk membuka hati. Aku bukan perempuan yang saat tersakiti, lantas menyamaratakan semua laki-laki. Aku hanya tak ingin mengambil resiko lagi dalam mencintai. Hatiku terlalu berharga untuk kugadaikan demi kebahagiaan yang tak berujung keabadian.

Luka kemarin telah mengajarkanku bahwa jatuh terlalu dalam pada orang yang salah, hanya akan menimbulkan luka yang tak berdarah. Meski sebanyak apa cinta yang kuberi, takkan pernah cukup untuk membeli hati yang memang bukan untuk kudiami. Setiap kenyamanan hanya akan berujung menyakitkan, karena takdir telah menutup semua kemungkinan; untuk bersama.

Baca Rekomendasi :   Saat Merasa Bosan Dalam Hubungan, Lebih Baik Sama-Sama Kita Bicarakan

Sungguh, aku ingin merasakan rasanya dicintai lagi, diingini, dan dirindui. Aku ingin menyalurkan semua rasa yang kupunya pada seseorang yang bersedia bersamaku selamanya. Untuk sekali lagi dan terakhir kali, aku ingin mencintai di jalan yang Tuhanku juga merestui. Melewati malam-malam dimana hanya ada aku, dia, dan semesta, tanpa kekhawatiran akan perpisahan.

Aku Melepasmu dan Semua Kesakitan yang Kau Sebabkan. Tidak Dengan Amarah, Kuyakin Allah Telah Sisipkan Hikmah yang Indah.

Yang namanya luka tidak akan pernah sirna selama aku selalu mengungkitnya. Rasa sakit akan selalu melekat bila aku terus-menerus mengingatnya. Yang pergi biarlah angkat kaki, yang hilang biarlah musnah. Tak perlu ditangisi apalagi dikenang dengan amarah.

Baca Rekomendasi :   Bila Dia Jodohmu, Nanti Dia Pasti Putus Sama Pacarnya dan Menikah Sama Kamu

Aku melepasmu. Membiarkanmu berkelana sejauh engkau mau. Tanpa ada kita dan tanpa ada rasa. Hanya remahan kenangan yang akan hilang seiring surya menjelang. Kupercaya akan ada hikmah di balik ini semua. Kuyakin akan ada jalan indah setelahnya. Walau jalan itu tak lagi kita lalui berdua, bukan berarti di sana tak ada kata bahagia.

Selamat jalan kita, selamat tinggal kisah. Luka ini adalah tanda bahwa kita pernah saling mencinta. Meski akhir cerita tak seperti yang kita duga, semoga jalan kita selanjutnya merupakan perjalan yang penuh ridha-Nya.

Artikel ini merupakan status di instagram yang di tulis oleh @herquote 

Comments are closed.

You cannot copy content of this page