Semenjak Dicampakkan Oleh yang Pandai Menyakiti, Aku Mengerti Cinta Sejati

Kekasih halal via https://www.instagram.com/aspherica/
0 68

Aku mengerti cinta sejati – Sebelum ini, seseorang pernah datang ke kehidupanku. Dia berjanji untuk tetap setia di sisi dan tidak akan pergi meski apapun yang terjadi. Sebuah kalimat yang terdengar klise namun berhasil meluluh lantakkan hatiku. Bukan sebab ketulusannya, tapi karena kenyataan bahwa kalimat itu kini tak lagi memiliki makna.

Semenjak dicampakkan oleh yang pandai menyakiti, aku menyadari bahwa cinta-Nya benar-benar cinta, aku mengerti cinta sejati.

Aku jatuh, aku terluka, namun aku bahagia. Aku bersyukur sebab melalui luka itu Allah membuka mataku, Allah luaskan pikiranku, dan Allah lembutkan hatiku. Seolah tak peduli sebanyak apa dosa yang kulakukan. Seolah lupa seberapa sering aku mengabaikan. Dia tetap ada, Dia selalu setia menungguku datang menengadah.

Dia-lah yang selalu menjagaku. Dia-lah yang mengatur setiap unsur kehidupanku. Yaa Rabb, aku bersaksi bahwa tiada satupun cinta yang mampu menandingi keagungan cinta-Mu.

Hatimu Sudah Cukup Lelah Oleh Luka yang Ia Sebabkan. Jangan Kamu Tambah Bebannya Dengan Masih Menyimpan Kebencian.

Membencinya tak bisa menyembuhkan luka. Membencinya takkan membuatnya kesakitan. Lalu untuk apa? Apakah dengan membenci lantas hatimu menjadi lega? Tidak. Sesungguhnya kamu hanya sedang menambah derita. Membencinya hanya akan memperdalam luka yang ia ciptakan.

Maka, langkah yang paling bijak adalah memaafkannya. Maafkanlah sekalipun ia tak pernah meminta. Maafkanlah setiap kali ingatan tentang luka itu datang menyerang. Memaafkannya bukan berarti kau menerima perlakuannya begitu saja, melainkan sebab kamu memiliki hati yang lebih berharga untuk dijaga.

Demi ketenangan hatimu dan demi kelapangan jiwamu, maafkan dia. Hatimu sudah cukup lelah karena terluka. Jangan lagi kau tambah bebannya dengan kebencian yang sia-sia. Tenang saja, ada Allah yang tidak akan tinggal diam.

Setiap Kali Ingatanmu Tentang Luka Itu Datang Mencekam, Selalu Satu Hal yang Aku Camkan ; Kesedihan Ini Jauh Lebih Jauh Lebih Baik Dari Bahagia yang Kurindukan.

Walau ingin sekali kugedor pintu rumahmu, merobohkan setiap ketenangan yang ada di dalamnya. Bagaimana bisa kau berleha-leha sementara ada hati yang kau buat luka? Benar bahwa sekarang kau sudah berhenti melukaiku. Namun ingatan ini tak henti menyakitiku. Mana tanggungjawabmu?.

Terima kasih atas penghianatan ini tapi darimu aku mengerti cinta sejati.

Kalau bukan karena Tuhanku, pasti sudah kuteriakkan itu di depan rumahmu. Kau tak tahu berapa sering ingatan ini menyakitiku, sama seperti di hari kau meninggalkanku. Setidaknya kali ini sedikit berbeda, karena ada Allah di setiap rintihannya. Kali ini tak terlalu menyesakkan dada, sebab kutahu aku terlepas dari jeratan dosa yang sama.

Ini adalah ujian untukku. Kuanggap ini sebagai penebus dosaku. Biar luka dan air mata menjadi saksi, betapa aku menyesali setiap dosa yang t’lah terjadi.

Artikel ini merupakan status di instagram yang di tulis oleh @herquote

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page