Bersamamu Dulu Bahagia, Tapi Dalam Dekapan Rabb-ku Menenangkan

Sekuat apapn ku genggam
0 63

Tadinya ku kira aku takkan sanggup menjalani hari-hari tanpamu lagi. Ku sangka aku akan mati karena tak kuat menahan sepi. Pikirku setelah kau tiada, aku tak bisa lagi merasakan bahagia. Bersamamu dulu bahagia memang, namun dalam dekapan Rabb-ku jauh lebih menenagkan.

Untungnya aku salah. Aku sudah menilai diriku begitu rendah hingga berpikir aku sangat membutuhkanmu. Padahal nyatanya sama sekali tidak seperti itu. Tanpamu, aku masih bisa bahagia, bisa tertawa, dan bisa menikmati hari-hari seperti biasanya.

Bersamamu dulu memang membahagikan (dulu bahagia). Namun dalam dekapan Rabb-ku terasa jauh lebih menenangkan.

Ku akui kebersamaan kita dulu menciptakan banyak kenangan indah untuk dikenang. Namun seperti ini, sendiri, dalam dekapan Illahi Rabbi, semuanya terasa jauh lebih berarti.

Baca Rekomendasi :   Ada Yang Diam-Diam Menyebut Namamu dan Menjagamu Lewat Doa Ke Sang Ilahi

Diantara Kita Memang Sudah Saling Memaafkan. Namun, Bukan Berarti Kisah Kita Ada Kelanjutan.

Tak perlu lagi tiba-tiba menghubungiku. Puluhan kata maaf dan penyesalan yang kau kirimkan, tidak akan bisa merubah keadaan. Bukan salahmu, juga bukan salahnya. Terimalah bahwa kita memang ditakdirkan seperti ini.

Raga dan segenap hatiku sudah memaafkanmu. Sekarang biarkan aku menyusun hidupku sendiri. Izinkan aku merajut asa yang baru, tanpa ada kamu di situ.

Pertemuanku Denganmu Memang Atas Kehendak-Nya. Namun yang Terjadi Setelahnya Adalah Murni Kelalaianku Sendiri.

Kala itu, akulah yang lalai karena tak pandai menjaga hati. Kasih sayang dan perhatian yang kau tawarkan sukses membuatku terbang ke awan. Ku sangka saat itu hadirmu adalah jawaban, nyatanya kamu adalah bagian dari ujian keimanan.

Baca Rekomendasi :   Baik dan Buruk Adalah Ujian, Tetap Rendah Hati Saat Dipuji dan Sabar Atas Caci Maki

Lalu Allah timpakan padaku pedihnya kekecewaan atas sebuah rasa yang tak bisa ku kendalikan. Jangan salahkan Dia yang mempertemukan, sebab yang terjadi pada kita pun sejatinya di luar rencana-Nya.

Takkan ku izinkan lagi hatiku menjadi mudah dimiliki, karena ia sudah dipenuhi oleh cinta-Nya yang telah terpatri.

Karena Bagiku Sendiri, Bukan Berarti Tak Ada yang Menginginkan. Sungguh Ada yang Lebih Berarti Dari Hubungan yang Tak Pasti.

Perbaikan kualitas diri selalu mengundang pribadi dengan kualitas baik untuk mendekat. Tak perlu terlalu tergesa-gesa. Toh daripada berada dalam ikatan tanpa kejelasan, lebih baik bersabar dalam penantian berbalut ketaatan, hingga tibanya pertemuan.

Pun jangan jadikan kesendirian sebagai alasan untuk bersedih. Sendiri tak selalu buruk, untuk apa murung? Mentari seorang diri dan ia tetap berpijar. Maka cahayamu pun tak boleh berhenti bersinar.

Baca Rekomendasi :   Ada yang Saling Cinta Tapi Berpisah, Ada yang Berjauhan Lalu Menikah

Daripada Pacaran, Merupakan Sebuah Tindakan Bodoh Untuk Mendapat Jodoh. Niat Untuk Meraup Berkah Pernikahan, Namun Melalui Jalan Kemaksiatan.

Apakah kita sedang bermain-main dengan keimanan? Sudah terputus kah urat malu saat mendambakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, namun di lain sisi justru meremehkan larangan Illahi. Berbagai spekulasi dilontarkan untuk membenarkan diri sendiri.

Hanya karena sebagian kisah pacaran berakhir di pelaminan, maka tidak lantas menjadikannya sebagai tindakan yang dapat dibenarkan. Pernikahan hanya bisa dinilai ibadah, jika mengaitkan Allah dalam setiap langkah.

Artikel ini merupakan status di instagram yang di tulis oleh @herquote_

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page