Cinta atau Bodoh? Diabaikan Masih Bertahan, Tak Diinginkan Masih Berjuang

Yang pergi akan terganti
2 241

Cinta atau Bodoh – Bukan saatnya lagi mempertahankan cinta yang menderita. Sudah bukan masanya wanita rela menunggu walau tak jelas waktu. Bukan zamannya perempuan harus berkorban perasaan demi kisah yang belum tentu berkelanjutan.

Sudah di abaikan masih bertahan, sudah tak diinginkan masih terus memperjuangkan. Itu cinta atau bodoh?

Wanita haruslah tegas dalam menanggapi cinta. Lupakan kisah yang menyakitkan dan tinggalkan yang tak mampu memberi kepastian. Kamu adalah perempuan yang pantas diperjuangkan, maka tak selayaknya menjadi pihak yang melulu berkorban perasaan.

Mulai sekarang, berhentilah menaruh setia pada yang sia-sia. Jangan biarkan hasrat mencintai itu mencederai hati dan akal sehat yang kau miliki. Sungguh cintamu terlalu berharga untuk diberikan pada sembarang pria yang bukan pilihan-Nya.

Baca Rekomendasi :   Terimkasih Kuucapkan, Untukmu yang Pernah Berlabuh di Hatiku

Tak Sedikitpun Aku Menunggu Kepulanganmu, Karena Kehilanganmu Suatu Kemenangan Bagiku.

Sebuah kemenangan melawan hawa nafsu. Kemenangan melawan ketergantunganku terhadap dirimu. Serta kemenangan melawan rindu. Aku bahkan tidak mengharapkanmu kembali meski sekedar untuk meminta maaf.

Kisah kita telah usai. Adalah sebuah anugerah bahwa kini kau tak lagi menjadi bagian dalam hidupku. Mungkin ini terdengar menyakitkan untukmu, tapi kehilanganmu merupakan suatu kemenangan mutlak bagiku.

Mohon izinkan aku merayakan kemerdekaanku tanpa dirimu lagi. Sebab akhirnya setelah sekian lama, aku bisa terbebas dari belenggu cintamu.

Bersukurlah Atas Semua Kekecewaan yang Mendewasakan Serta Atas Semua Rasa Sakit yang Menguatkan.

Seperti baja yang perlu ditempa, seperti pisau yang perlu diasah, begitupun hati perlu merasakan patah. Dari kesalahan kita belajar, dari kekecewaan kita mengikhlaskan, dan dari sakit hati kita membenahi diri.

Baca Rekomendasi :   Jangan Salahkan Siapa pun Saat Kecewa, Itu Karena Kamu yang Terlalu Berharap Saja

Sejatinya hidup ini seperti tingkatan-tingkatan ujian. Setiap yang datang dan hilang selalu memiliki tujuan. Pastilah ada sesuatu yang ingin Allah ajarkan melalui setiap permasalahan. Pun selalu ada berkah di balik setiap luka dan bahagia.

Pahamilah bahwa ini bukan tentang seberapa baik kita mengatasinya. Namun tentang seberapa tabah kita menjalaninya hingga kita pantas menjadi hamba-Nya berkelas.

Aku Telah Menerima Masa Lalu Sebagai Bagian Dari Diriku, Sekarang Aku Siap Menjemput Kebahagian yang Baru.

Aku percaya bahwa setiap orang pasti memiliki masa terpuruknya masing-masing. Aku tidak sendiri, ada jutaan orang di dunia ini yang pernah terluka dan dikecewakan. Sama seperti mereka, langkahku tidak akan terhenti hanya karena aku patah hati.

Baca Rekomendasi :   Tak Mudah Bagiku Melepaskanmu, Tapi Kamu Terlalu Sakit Aku Genggam

Dunia ini menyimpan banyak sekali alasan untuk bahagia. Rasanya terlalu dangkal jika aku menghabiskan sisa hidupku untuk menangisi seseorang yang sama sekali tak ingin menetap bersamaku.

Bahagiaku adalah tentangku, tergantung pada sudut pandangku, serta bagaimana aku mensyukuri setiap yang kumiliki. Masa lalu tetaplah masa lalu, ia akan selamanya menjadi bagian dariku. Sedangkan masa sekarang adalah hal yang sepenuhnya bisa kuupayakan.

Artikel ini merupakan status di instagram yang di tulis oleh @herquote

2 Comments
  1. […] dulu aku bingung antara cinta atau bodoh? Sudah di abaikan masih bertahan, sudah tak diinginkan masih terus memperjuangkan. Tapi sekarang aku sudah bisa membedakan mana yang tulus dan modus, jadi tenang saja itu sebagai […]

  2. […] tak ada yang baik-baik saja jika terus diabaikan. Sebenarnya yang diabaikan lama-lama kan berfikir, cinta atau bodoh? Diabaikan masih bertahan, tak di inginkan masih […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page