Dulu Kamu Prioritasku, Tapi Kini Kau Cuma Luka Yang Membekas

0 16

Pernah ada masa dimana kamu prioritasku, di masa kamu yang sangat indah bagiku sebelum akhirnya kamu memwakan sebuah racun dan luka yang tak terobati. Dan pada akhirnya aku harus berjuang melawan pilu yang tak bisa “ditawar”.

Meski waktu sudah berlalu, tentang kamu prioritasku masih sering menikam ulu hati. Setelah berpisah dari mu pun kamu masih sering masuk ke relung hati ini tanpa di undang. Namun, sekarang yang tertinggal hanyalah luka yang membekas yang sangat ku selalu.

Dulu Tentangmu Adalah Sesuatu Yang Harus Ku Utamakan, Tapi Kini Aku Menyadari Betapa Bodohnya Diriku.

Masih tentang dirimu yang dulu pernah menjadi segalanya bagiku. Tentangmu yang masih harus kuprioritaskan dari segala urusanku. Karena aku yakin kamu adalah bagian dari masa depanku yang harus kubahagiakan.

Baca Rekomendasi :   Pada Akhirnya Wanita yang Cantik Akan Kalah Dengan Wanita yang Taat Agamanya

Dan pada akhirnya, kamu pula yang mematahkan hati ini dan melukai perasaan ini. Semua yang aku lakukan nyatanya tak berarti apa-apa bagimu. Memang aku lah yang terlalu bodoh dan tidak bisa berfikir jernih karena terlalu mengharapkanmu.

Aku Masih Menamaimu Sebuah Penyesalan Yang Pernah Terjadi Di Kehidupanku.

Meski sekarang kita sudah berpisah dan bahkan tak saling sapa lagi. Padahal dulu kita adalah orang yang paling sering memberikan kabar masing-masing. Sampai sekarang meski telah lama kita berpisah, meski sudah ada banyak hal-hal pahit yang ku lalui, tentangmu masih menjadi yang paling pahit yang telah kurasakan.

Terimakasih Telah Membawaku Kepada Sebuah Perasaan Paling Menyakitkan Dalam Kehidupan Ini.

Baca Rekomendasi :   Karena Cinta yang Dipaksakan Hanya Akan Menyakiti, Bukan Bahagia Yang Akan Menghampiri

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page