Harusnya Aku Sadar, Kita Hanya Sebatas Teman yang Saling Mengisi Kekosongan

0 22

Dari awal harusnya kamu sadar, bahwa dalam pertemanan dengan lawan jenis jangan bawa perasaan. Jangan merasa paling di istimewakan. Sebab perhatian dan perlakuan baiknya itu wajar. Berhentilah memutuskan bahwa kamu perempuan yang paling berkesan. Harusya kamu sadar, kita hanya sebatas teman yang saling mengisi kekosongan.

Bertemanlah dengan batasan. Sesuai ajaran Islam. Agar kamu tak berhayal pun berharap lebih pada manusia. Jadilah perempuan yang elegan, tetap berteman tapi tahu batasan. Dengan demikian, kamu sudah pantas menjadi perempuan yang mengagumkan. Jangan mudah terlena sebab rasa, cukup kamu tahu diri dan hargai semuanya.

Harusnya aku sadar, kita sebatas teman yang saling mengisi kekosongan. Bukan untuk menjadi pasangan, yang kemudian membahagiakan pada setiap keadaan.

Dengan demikian, kamu sudah pantas menjadi perempuan yang mengagumkan. Jangan mudah terlena sebab rasa, cukup kamu tahu diri dan hargai semuanya. Teman perempuanya banyak, bukan kamu saja. Jangan jadi rendahan, ramah boleh, murah jangan.

Baca Rekomendasi :   Suamimu Adalah Imammu, Dialah Penanggung Dosa-Dosamu

Biarlah Kita Sebatas Teman atau Sebatas Adik Kaka Tapi Dengarkan Curhatan Ini yang Mewakili Kaum Perempuan yang Merasakannya.

Awalnya aku kira kedekatan kita adalah sebuah kebahagiaan. Saling melempar perhatian siang malam. Saling khawatir saat tak ada kabar. Membuat jiwa perlahan terlena oleh rasa yang tak semestinya ada.

Aku, terpaku membisu oleh buain kata yang dia rangkai dengan indahnya. Aku terbawa suasana pada lelaki yang baik hati. Sering kusebut dia sebagai kakak. Sebab dia adalah lelaki yang pandai membuatku nyaman dalam kesendirian.

Sering membuat lekuk senyum yang bisa menentramkan suasana. Aku terpedaya akan sikap manisnya. Aku terlalu percaya bahwa akulah wanita satu-satunya yang istimewa. Tenggelam dalam keramahan yang dia ciptakan. Sontak aku dibuatnya melayang-layang.

Baca Rekomendasi :   Pacaran Bertahun-Tahun Tak Menjamin Kita Berjodoh, Aku Tetaplah Datang sebagai Tamu Undangan

Tapi disuatu keadaan, aku melihatnya lebih ceria dengan wanita lain. Aku tak tahu siapa wanita itu. Sebab yang kutahu akulah adik kesayanganya. Yang tak rela jika ada lelaki yang menyakiti dan mengecewakan diriku.

Hatiku Kaku, Air Mataku Tak Bisa Kubendung Bersama Mendung.

Sore itu hatiku kaku, air mata tak bisa kubendung, bersama mendung jatuhlah ia dengan hebatnya. Aku menangis sendirian di pojok kamar. Mencoba berfikir normal bahwa apa yang aku lihat hanya sebatas khayalan. Marah, kecewa dan lemas yang bisa kurasakan.

Pada akhirnya aku tahu kebenaranya, bahwa aku hanyalah dianggap adiknya. Meski tak sedarah, tapi dia selalu menjagaku dengan sempurna. Hingga akhirnya rasa yang tak semestinya ada menyerang hatiku.

Baca Rekomendasi :   Yang Memperbaiki Diri, Semoga Allah Pertemukan Jodoh yang Baik

Mencintai sendirian dalam kesepian. Akulah yang salah, terlalu yakin membangun dinding keindahan yang akhirnya aku roboh secara pelan-pelan. Kini hatiku perlahan kutata lagi.

Mencoba menerima segala kenyataan meski masih menyayat dihati. Kenyataan bahwa kita hanya sebatas adik kakak didunia nyata.

Artikel ini merupakan status dari @tiaasmaranii dan hanya di edit sebagian kecil oleh admin. Punya curhatan hati yang ingin di share, hubungi admin yaa!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page