Kita Pernah Dekat Meski Hanya Sesaat Dan Akhirnya Jadi Mantan

Cinta sebelum akad via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/
0 88

Sebagaimana Mestinya, perputaran waktu menjadi tanda, bahwa cerita ini telah berbeda. Tidak sebahagia dulu saat perkenalan, tidak seceria dulu saat pertemuan. Dulu kita pernah dekat meski hanya sessat dan akhirnya jadi mantan.

Kali ini aku akan menyampaikan, sedikit kenyataan yang harus kita terima. Karena memang begitu adanya.Kita bukan untuk dipersatukan bersama. Saat itu kita memang pernah menjadi dekat, Bukan tanpa sebab, Melainkan diperkenalkan hanya untuk sesaat.

Sebagaimana mestinya, saat itu kita memang pernah dekat bukan tanpa sebab, melainkan diperkenalkan untuk sesaat.

Dan sebagaimana mestinya, Kita tidak boleh berharap akan sebuah rasa, Dengan inginnya balasan yang tak pernah ada. Bahagia lah kamu disana, Atas ketetapan terindah-Nya.

Kita Pernah Dekat dan Berujung Pada Mantan, Tentang Masa Lalu, Biarkan Kujabarkan Sejenak.

Tentang Masa Lalu, Segumpal kenangan di masa lalu. Akan aku jadikan sebagai pelajaran. Pelajaran untukku di masa depan. Yang kelak aku dipertemukan dengan seseorang yang dipilihkan-Nya. Bagaimana dulu aku yang bahagia saat bersamamu. Sekarang hanyalah sebuah kisah bersejarah, Yang pernah menjadi indah.

Masa lalu, Bukan hanya tentang siapa yang paling menyakiti, Bukan juga tentang siapa yang paling bahagia. Namun, tentang bagaimana kamu bisa menerima dengan ikhlas akan Ketetapan-Nya, Yang memisahkan kamu dengan seseorang di masa lalu.

Jemputlah kebahagianmu itu, Semoga kelak kamu dipersatukan dengan seseorang yang bisa membawamu ke Surga-Nya.

Seperti Hujan yang Datang Menyejukkan, Kerinduan Kadang Datang Bukan Tanpa Sebab Melainkan Keinginan Untuk Menetap.

Rindu, Bagaimana kabar rindumu hari ini?. Kepada siapa rindumu itu dilabuhkan?. Bagaiman cara rindumu itu disampaikan ?. Ataukah dibiarkan saja rindumu itu hilang dengan sendirinya ?

Sebuah rindu yang sering datang bertamu, Terus menumpuk seiring berjalannya waktu. Rindu sudahlah menjadi hal biasa yang aku rasakan. Tidak disampaikan dengan sederet kata, Namun dia lebih leluasa disampaikan melalui setiap do’a.

Berbincang soal kerinduan kepada Sang Pemilik Hati, Mengungkapkan segala apa yang dirasakan. Meminta apa yang menjadi sebuah keinginan. Tentunya Harapan selalu ditunjukkan kepada-Nya. Jangan sampai nanti ada kekecewaan diakhirnya.

Artikel ini merupakan status dari @tiaasmaranii dan hanya di edit sebagian kecil oleh admin. Punya curhatan hati yang ingin di share, hubungi admin yaa!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page