Sendiri Itu Indah, Tapi Lebih Berkah Melangkah Bersama Menuju Jannah

0 369

DOA DALAM PENANTIAN (berdiri sendiri itu indah, tapi akan lebih berkah jika kita bersama melangkah meraih Jannah). Dalam penantian panjang cobalah terus memperbaiki pun memperbarui iman. Jangan lengah pun lelah karena buah manis akan terasa setelah sekian lama kau menanti dengan segala keyakinan dan iman dihati

Mungkin ada satu titik dimana kau sudah tak sabar dengan semua skenario Allah. Saat itu cobalah berlari ambil air wudhu agar keyakinan tertancap kembali. Jangan pernah merasa sendiri meski karena sesungguhnya banyak orang yang sama denganmu dalam penantian menunju bahagia. Karena Allah selalu bersama prasangka baik hamba-Nya.

Doa dalam penantian, meski beridiri sendiri itu indah tapi akan lebih berkah jika kita melangkah bersama jenis meraih jannah.

Kita tak pernah tau hal apakah yang akan menemuimu duluan. Entah sebuah kebahagiaan atau hanya sekedar angan. Tapi dengan terus menanti sembari memperbaiki bersama Allah, aku yakin doa-doa baik yang tersembunyi akan lekas terbalas dan menghampiri. Wahai hati bersabarlah dalam kedukaan, karena kelak kau akan dipersatukan dengan dia yang selalu berusaha taat meski banyak cobaan yang datang dengan hebat.

Baca Rekomendasi :   Empat Fakta Bahwa Dia Ingin Mengakhiri Hubungan Denganmu, Sabar ya!

Sendiri Itu Indah, Tapi Kenapa Kamu Menawarkan Cinta Kembali Ketika Aku Sudah Mulai Hijrah.

ANTARA KAU DAN HIJRAHKU (Mengapa kau harus menawarkan cinta kembali? Saat hati mulai perlahan tertata rapi untuk Illahi). Sepinya malam menyerang lamunanku. Hadirnya bulan menyempurnakan luka batinku. Luka yg teramat perih, mendalam hingga mulai membeku. Akan sosok jantan sipenyakit Qalbu.

Namun, yang tersakiti terluka dan tergores perlahan membaik. Sebaik prasangkaku pada Illahi. Rasa yg dulu utuh untuknya, mulai pudar akan tipu daya lelaki bermulut manis bak madu.

Dulu, aku menangis, terluka, membara, patah, sepatah-patahnya karna cinta sesat yg kita buat. Hatiku hancur seperti kaca. Air mataku keluar tak kuasa. Dilema dan sepi yang selalu kubara hingga berlimpah air mata. Kau pergi seenaknya, lalu datang kembali secara tiba-tiba menawarkan cinta

Baca Rekomendasi :   Terima Kasih Sudah Pergi, Sosokmu Bukan Lagi yang Ingin Aku Perjuangkan Saat Ini

Kau itu siapa? Jalangkung? Atau pecundang? Pergilah datangmu tak diharapkan lagi. 

Jika kau menawarkan maksiat maaf aku tak bisa. Karena kuingin dengan serius untuk taat. Tapi, itu kisahku dulu masa kelam yang tergambar pilu. Masa sunyi yang meranakan hati. Saat ini, kuberhasil menata hati. Membuat cerita bahagia atas luka yg pernah ada.

Pergilah, menjauh sejauh mata memandang hingga hilang. Jangan kau buat goyah imanku kembali. Semogaku kau temukan cinta sejati yang berpaut pula pada Illahi. Jangan kau nodai cinta suci beralas sajadah doa pada Allah. Hatiku berpaut pada-Nya

Bukan pada mahluk-Nya lagi. Maap ini hati, Bukan jemuran yg bisa kau gantungkan. Dari aku yg mengiklaskanmu sejak dulu 🙂

Baca Rekomendasi :   Aku Mencintaimu Dengan Tulus, Namun Perjuanganku Tak Pernah Kamu Anggap Ada

Artikel ini merupakan status dari @tiaasmaranii dan hanya di edit sebagian kecil oleh admin. Punya curhatan hati yang ingin di share, hubungi admin yaa!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page