Bersabarlah Duhai Hati, Seseorang yang Tepat Tak Datang Cuma-Cuma

0 12

Jika nanti perjalanan ini membuat hatimu terluka. Lalu kamu tak menemukanku, usahalah menyembunyikan tangis dalam kesendirianmu. Bersabarlah duhai hati, karena seseorang yang tepat tak akan datang secara cuma-cuma.

Bawa dan kadukanlah kepada Allah. Sungguh, tidak ada yang salah jika langkahmu adalah karena-Nya. Tak ada yang kecewa jika hatimu berharap penuh dan mampu menerima apapun skenario-Nya.

Bersabarlah duhai hati, seseorang yang tepat tak akan datang cuma-cuma.

Tetaplah selalu mengadu pada sang Pencipta. Jangan terus berharap menemukanku. Karena aku adalah manusia yang bisa membuatmu kecewa. Maka, tumpahkan saja pada-Nya. Selama apa yang kau lakukan karena-Nya ia akan selalu menyertai langkahmu. Kau tak akan kecewa, mungkin nanti langkah kita akan dipertemukan.

Baca Rekomendasi :   Untukmu Calon Bidadariku! Setelah Halal Nanti, Ayo Keliling Indonesia Bareng Abang

Di saat itulah kita bisa bercerita segala tentang kita. Jadi, bersabarlah menunggu waktunya. Karena saat ini, kita berada dalam skenario terbaik yang dimiliki-Nya.

Sungguh Aku Hanya Bisa Memaknai Rasa Dulu yang Pernah Ada Dan Kini Semuanya Hanya Sebatas Pajangan Indah.

Bukan aku tak menghargaimu, bukan pula aku tak serius mengharapkanmu. Tapi, inilah pilihan yang harus aku ambil, aku tak mungkin lagi mengharapkanmu. Aku tak mungkin lagi menunggu apa yang belum pasti untukku.

Pahamilah, inilah pilihanku, karena aku tak mau lagi terikat oleh sesuatu yang tak ada ujungnya. Aku tak mau lagi terikat oleh sesuatu yang tidak ada kepastiannya.

Selamat tinggal. Diriku tak mampu menopang lagi sesak-sesak di hati. Biarkan semua lelap dan hanyut tanpa beralih. Biarkan semua kecewa kupelajari sepenuh arti. Allah masih tunjukkan jalan terbaik untuk ikhtiarku ini walau tanpamu. Yang pasti, aku mesti senantiasa bersemangat.

Baca Rekomendasi :   Jangan Mendoakan Keburukan Untuk yang Mendzolimi Kita, Doakan Lah yang Baik Supaya Ia Sadar

Doa-doaku menanti pendatang baru yang tentu semua tidak semudah saat dulu denganmu. Yang ada hanyalah juga keraguan sebelum ikrar suci terucap kala tangan ayahku digenggam oleh pilihan Allah. Aku. Di sini masi tetap berdoa dan menjaga agar tidak lagi jatuh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page