Tentang Rindu yang Pernah Datang, Kini Menjadi Cerita Usang

Cerita usang
0 17

Aku benci berlari, mengejar mu yang tak pernah peduli. Aku lelah menanti, menunggu mu yang tak kunjung menghampiri. Aku mencoba diam, bungkam tanpa pernyataan. Akhirnya, aku kalah dalam durasi rindu yang begitu mencekam.

Aku pernah mengharapkan sebuah sandaran, di saat aku ringkih dan bersedih. Adalah kamu yang tertuju oleh ingatan penuh harapan. Tapi, harapan itu tetap tidak bisa menjadi kenyataan.

Kadang Aku Berpikir, Mungkinkah Rindu yang Datang Hanya Sesaat atau Memang Menjadi Milikku Selamanya.

Aku bagaikan memeluk gunung, yang tak akan pernah bisa mempertemukan kedua tangaku untuk saling menggenggam. Suara hatiku tak kan pernah sampai pada lembutnya perasaan di hatimu.

Baca Rekomendasi :   Girls dan Bro! Carilah Suami yang Tidak Pelit dan Istri yang Tidak Boros

Tentang rindu yang pernah kini datang, kini menjadi cerita yang telah usang. Lalu menghilang tanpa bayang. Rindu memang tak pernah mengerti, pada akhirnya ketakutanku atas kehilangan mu menghancurkan semua kerinduan yang pernah ku bangun sepenuh harapan.

Bahkan, Aku Mulai Lupa. Tak Seharusnya Aku Merindukan Kamu yang Belum Halal Untukku.

Aku lupa bahwa semua harapan itu tiada berarti tanpa melibatkan DIA dalam setiap impian terindahku. Merindukanmu lewat mimpi dan angan yang berjarak. Membuatku terpukul tentang arti kesalahan yang fatal.

Aku salah merindukanmu, tak kan ada lagi rindu untuk seseorang yang belum halal bagiku. Sampai tiba saatnya nanti, rindu ini akan tetap ku jaga untuk Yang Maha memberikan rindu.

Baca Rekomendasi :   Beranilah Untuk Jatuh Cinta Kembali, Cinta Tidak Pernah Menyakiti

Tentang Rindu yang Pernah Datang, Kini Menjadi Cerita Usang.

Kini biarkanlah rindu ini akan menjadi sebuah kenangan yang tak pernah terealisasi. Maafkan aku yang pernah merindukan kamu meski kamu tak pernah tahu.

Percayalah, kelak akan kutuntaskan rindu ini dengan cara yang benar dan di ridhoi sang Ilahi. Sebelum waktu itu datang, biarlah kupersiapkan keyakinan dan bekalku untuk menjemputmu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page