Ditakdirkan membahagiakan

Temani Aku, Hingga Akhirnya Senja Menutup Usia

Hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya adalah dicintai kamu. Juga, segala penerimaan kamu atas banyak kurangnya aku. Kamu yang rela mendampingiku mengejar segala yang aku impikan. Kamu yang tak pernah aku ingin menyerah, dan selalu menjadi orang yang pertama menyemangati saat aku mulai lelah.

Kamu yang mendekap saat hujan membuatku ketakutan. Kamu yang meyakinkan semua semuanya akan baik-baik saja, saat senja mulai menggelapkan. Kamu yang tak pernah ingin berhenti saat kita salinf melukai. Kamu yang selalu ada, bahkan saat aku tidak mampu membuatmu bahagia.

Terima Kasih Sudah Mempercayakan Hatimu Kepadaku, Semoga Hingga Akhirnya Senja Menutup Usia

Kamu yang percayakan hatimu padaku. Kamu yang bersedia setia mendampingiku. Bahkan saat aku berada dalam titik rendah dalam hidupku. Kamu menyediakan bahuku untuk memapahku berdiri. Menjadi seseorang yang bersedia menjadi tempat melepas lelah.

Kamu cinta, yang membuat aku mengerti rasanya diterima. Kamu rindu, yang membuatku paham rasanay ditunggu. Saat hidup terasa berat, kamu memelukku erat. Kamu yang selalu meyakinkan, bahwa tak ada yang tak mungkin saat kita bersedia saling menjaga ikatan.

Meski Lelah Silih Berganti, Kamu Masih Menemaniku Untuk Memastikan Agar Hatiku Tak Patah.

Bahkan saat kamu terlalu lelah, tetap saja bersedia menemani aku hanya untuk memastikan agar aku tidak patah. Kamu menerima aku yang tak pernah lepas dari salah. Terkadang tak mampu mengendalikan diri. Namun, kamu tak pernah sekalipun ingin pergi. Kamu tetap disampingku.

Mengajakku memperbaiki segala salah yang pernah membuat kita terluka. Kamu yang selalu ingin kita menghabiskan waktu menaklukkan segala impian. Kamu yang tak pernah mau melihat aku berjuang sendiri. Selalu ada menjadi orang yang rela berbagi apa pun.

Tetaplah menjadi seseorang yang bersedia mendampingiku hingga tiba waktu kita tak lagi bisa saling menatap dengan mata

Denganmu semua terasa lebih baik, meski kita mengahadapi hal-hal yang rumit. Kamu selalu meyakinkan, semua ini untuk kita, bukan untukmu atau untukku saja. Hingga aku menyadari, kamu adalah orang terpenting dalam hidupku.

Tetaplah menjadi teman baik, menjadi sahabat yang selalu memeluk erat saat aku mulai tak lagi kuat. Menjadi kekasih terhebat yang menemani melalui fase-fase sulit dalam hidup. Bersamamu ingin kuhadapi segalanya sampai waktu menutup usia kita.

Tetaplah menjadi seseorang yang bersedia mendampingiku hingga tiba waktu kita tak lagi bisa saling menatap dengan mata. Sampai hari dimana kita tubuh kita lemah tak berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *