Cinta yang salah

Tenggelam Dalam Cinta yang Salah, Merindukanmu Sebelum Halal

Ketika aku sudah bersamamu. Terasa seluruh bumi ini adalah milik kita berdua, tanpa pernah sedikitpun aku dan kamu menyadari bahwa cinta ini adalah hal yang sementara. Saat itu juga, berjuang untuk membuatmu bahagia adalah pekerjaan yang selalu aku terima. Namun tak kusadari aku tenggelam dalam cinta yang salah.

Aku telah membunuh waktu hanya untukmu. Melupakan segala hal yang seharusnya aku lakukan, dengan beralih menata cintamu dalam menemukan kebahagiaan. Sayangnya, cinta buta itu telah membuatku terluka. Kamu pergi entah kemana saat aku sedang berusaha keras dalam membuatmu bahagia.

Di balik luka aku bersyukur, karena kepergianmu adalah pelajaran terbaik yang pernah aku terima. Bersama luka, kini aku membuka mata. Melihat dunia dengan jelas sambil berbisik kepada hati. Bahwa hidup bukan karena cinta, tetapi karena Yang Maha Kuasa. Tanpa cinta akan tetap hidup, dan tanpa dia waktu akan tetap berjalan.

Kini Senja Tak Seperti Dulu Lagi, Mulai Enggan Dengan Cahaya Jingganya.

Berpisah dari cinta yang salah akan membuat kita baik-baik saja. Percayalah, jangan menangis. Saat ini Tuhan hanya ingin kita bahagia dengan cara yang sebenarnya meski tak bersama. Selesaikanlah tangismu, sambutlah bahagiamu. Jangan pikirkan bagaimana aku, tetapi bagaimana kita nanti bisa bersatu.

Bersyukurlah Tuhan telah memisahkan kita dari jalan yang buntu, karena itu artinya tuhan masih mencintai kita, untuk terus sadar dari kesalahan-kesalahan masa lalu.

Kini, kamu tidak perlu mencari tahu tentang aku. Karena aku baik-baik saja, dan semoga kamu juga baik-baik saja. Kamu tidak perlu sedih karena kita tidak bersama, sebab ada atau tidak ada aku itu sama saja. Kamu juga bisa bahagia, tertawa, menikmati senja, hingga melalukan apapun yang kamu inginkan.

Dulu Aku Bukan Bagian Dari Hidupmu, Meski Pernah Menjalin Cinta yang Salah Bersamamu. Semuanya Akan Baik-Baik Saja.

Aku mungkin memang bagian dari hidupmu. Tapi aku bukan bagian dari kebiasaanmu. Kamu tidak perlu menunggu aku untuk melakukan kebiasaan-kebiasaanmu, lakukan saja seperti biasanya. Kamu selalu bilang hal yang paling kamu suka adalah menikmati senja di pantai yang terbuka,. Tapi, kenapa kini kamu berbeda? Kenapa tidak pernah lagi datang ke ujung pantai saat senja tiba.

Datanglah seperti biasa meski kita tak bersama. Jangan lewati senja hanya karena kamu sedang sendirian saja. Karena ketika kamu kehilangan senja, maka kamu pun akan kehilangan kebiasaanmu untuk bahagia. Yakinlah, aku itu sama seperti senja. Yang pergi sesaat lalu akan kembali di tempat biasa. Begitupun dengan aku, kamu dan kita. Berpisah hanya untuk sesaat, lalu akan kembali dengan warna yang lebih jingga.

Saat ini kita hanya perlu memperbaiki diri, mecoba membersihkan cinta dari kesalahan yang telah kita lakukan. Yakini saja, dengan doa dan usaha jika memang sudah waktunya, DIA akan kembalikan kita untuk bersama.

Sendirimu bukan kesalahan, melainkan keistimewaan yang mungkin tidak semua orang dapatkan. Dan ketika kamu mendapatnya, bersyukurlah. Karena sebelum halal itu adalah cara Tuhan untuk menjaga hatimu dari luka yang tidak seharusnya dirasakan. Percayalah kita akan baik-baik saja meski kita tak bersama.

One Reply to “Tenggelam Dalam Cinta yang Salah, Merindukanmu Sebelum Halal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *