Lebih Baik Pernah Jatuh Cinta Lalu Patah Hati, Daripada Gak Pernah Jatuh Cinta

  • Bagikan
Pernah Jatuh Cinta
Pernah Jatuh Cinta via isntagram.com/rezaprabowo

Cinta itu indah, Ia menjadi indah. Bukan hanya karena ia mampu membuat kita tertawa, Tetapi justru karena ia mampu membuat kita menangis. Cinta itu indah, sayang bila kita tidak pernah merasakan. Tawa dan tangisnya. Bahkan lebih baik kita pernah jatuh cinta Lalu patah hati, Daripada belum pernah merasakan cinta. Sama sekali.

Cinta itu indah karena di sana kita bisa menangis, apakah kau masih takut jatuh cinta hanya karena takut untuk terluka?

Cinta, Mereka Mungkin Tak Merestui Kita Tapi Gemuruh Cinta Kita Berdua Tak Akan Pernah Dikalahkan Semesta.

Kita merindu dalam bisu. Meraung sebab cinta yang dibendung. Kita menjaga rasa, namun membohongi semesta. Kita berpeluk dengan hati yang remuk. Mengapa harus aku, yang mereka tidak sukai?  Membuat jarak kita dibatasi, dan rindu harus selalu diatasi.

Di mata mereka, apakah aku laki-laki yang nista? Apakah tak pantas aku menjadikanmu belahan jiwa? Ya, mereka memang lebih berhak untuk kau patuhi. Aku hanya seorang asing yang mencintaimu dengan bising.  Yang tak peduli melawan arah demi membuat bahagiamu merekah. Namun kumohon kau jangan menyerah. Dan membuatku kuat untuk tak pernah kalah.

Baca Rekomendasi :   Menikah Itu Bukan Hanya Sekadar Hitam di Atas Putih Tapi Butuh Kesetiaan Juga
Pernah Jatuh Cinta
Pernah Jatuh Cinta via isntagram.com/rezaprabowo

Cinta, mereka mungkin tak merestui kita. Tetapi gemuruh rindu kita berdua tak akan pernah dikalahkan oleh semesta. Tetaplah berdoa dengan harap kau bentangkan. Suatu hari nanti, kita pasti bersama, berdua menjalani kehidupan. Sampai nafas tidak lagi bisa dihembuskan.

Kalian sudah saling cinta dan menyayangi. Namun bila orangtua tidak menerima, masihkah ingin kau memperjuangkannya?

Kini Sisa-Sisa Kebersamaan Itu Kukumpulkan Dalam Sepi. Membebaskan Semua yang Kamu Hancurkan Seorang Diri.

Sore itu, cerah dan rindang. Kita saling memandang. Senyummu, mengalahkan angin. Sejuk dan menggugah semua ingin. Kaulah alasan mengapa aku terburu-buru menjemputmu yang menunggu. Kaulah alasan mengapa aku menuntaskan semua hal lebih cepat. Hanya untuk mendekap erat kerinduan yang semakin lama semakin menguat.

Sore itu, canda kita berdua di dengar pepohonan dan rindang daun. Renyah tawamu masih terekam. Terkenang sampai jauh malam. Kini, sisa-sisa kebersamaan itu kukumpulkan dalam sepi. Membereskan semua yang kau hancurkan seorang diri. Sendiri, melihatmu dari kejauhan sebagai hati yang masih mencintai namun tak lagi dicintai.

Baca Rekomendasi :   Saat Patah Hati Sebab Tak Mendapat Restu, Yakinlah Ada Hikmah Dibalik Semua Itu

Aku merindumu, sangat-sangat rindu. Menderita sepanjang hari, dan mengutuk keadaan mengapa yang bahagia bisa berakhir dengan luka. Aku mendambamu. Masih sangat mendambamu. Meski kau berangkat dengan angkuh dan melupakanku sangat jauh.

Bila kenangan-kenangan indah itu hadir di ingatanmu, masihkah kau mengharapkannya? Bukankah masih ada yang lebih baik di luar sana yang akan mencintaimu lebih dari yang pernah ia berikan?

Aku Begitu Takut Pada Suatu Hari Dimana Kamu Akan Mengabaikanku Dan Tak Peduli Lagi dan Menggapku Sebagai Pengganggu. Akhirnya Aku Jatuh Cinta Lalu Patah Hati.

Kau bilang, kau mencintaiku. Tidak ada cinta lain, menjadikanku satu, dan takkan pernah pergi meninggalkanku. Aku merasa cintamu cukup untuk hidupku ini, tidak perlu dunia ini kumiliki, asal engkau setia di sisi.

Tetapi sayangku, sungguh sampai saat ini pun aku masih merasa mengejarmu. Mengejar peduli, mengejar perhatian, mengejar waktumu yang selalu kau utamakan untuk beragam kesibukan. Aku kau berikan waktu sisa, di waktu malam dan sepi. Aku hanya kau beri waktu sedikit, untuk aku yang kau anggap kekasih. Aku hanya kau beri waktu sempit, untuk sekedar kau tempatkan lirih.

Baca Rekomendasi :   Jadilah Suami Istri yang Membawa Berkah Bukan Malapetaka

Apakah aku pilihan, dari cintamu yang lain dan tak kesampaian? Apakah aku sebatas pelarian, yang kau pilih karena yang kauutamakan tak bisa kau dapatkan? Aku mencintaimu sungguh-sungguh, mengapa kau selalu membuatku menunggu?

Aku begitu takut pada satu hari dimana kau akan mengabaikanku, dan tak lagi mempedulikanku. Kau akan mendiamkan pesanku jam demi jam, kau akan marah dan menganggapku pengganggu. Dan kau akan mencari yang lebih membuatmu merasa nyaman, untuk kemudian kau meninggalkanku sendirian.

Ketika dia mulai mengacuhkan pesan-pesanmu, dan mendiamkanmu dalam waktu lama, siapkah kau untuk kehilangannya?

Artikel ini merupakan kumpulan dari instagram @detaksajak. Mau instagram dan tulisan baper kamu di muat disini. Jangan sungkan-sungkan untuk hubungi admin ya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page