Engkau Adalah Sakit Paling Indah dan Luka Paling Menawan

Sakit Paling Indah Lagi

Engkau sering memberiku pengalaman tentang sakitnya jatuh dalam pengharapan yang tidak terjawab. Engkau dan luka bagai padu yang bersatu untuk menyerang perasaanku. Engkau dan pisau seperti kawan, siap menembus jantungku kapan pun tanpa peduli kesiapanku.

Engkau, adalah sakit paling indah, Luka paling menawan dan perih paling menyenangkan. Sampai akhirnya luluh juga rasa itu di dadamu. Menciptakan kisah-kasih yang saling mengisahkan dan mengasihi. Sampai, lupa akan luka. Seolah sakit kemarin adalah sekadar gigitan semut.
Yang kau bayar dengan seluruhmu. Seluruh. Seluruh dirimu.

Kubela kau setengah mati di hadapan ibuku, tentang luka yang pernah kau beri. Kubilang kau sangat berarti bagiku–di hadapannya. Kubela kau setengah mati di hadapan ayahku, tentang keberanian dan berbagai hal baik yang kau miliki, menutup semua luka berdarah yang pernah kau tusukkan itu.

Engkau perempuan, yang pernah menjatuhkanku. Namun tak kujatuhkan namamu. Pada telinga orang tuaku. Pernahkah kau punya seseorang yang kau bela di depan orang lain sedangkan ia sering menyakitimu?

Melihat Rintik Setiap Air Mata yang Keluar Dari Pelupuk Matamu, Remuk Jantungku Duhai Sakit Paling Indah.

Dalam kebisuanmu sehabis tersayat luka. Aku mencoba menemanimu dengan suguhan seadanya. Manis untukmu, pahit untukku. Di mataku, kaulah seorang yang kuat sejauh ini. Kau tidak boleh terluka, itu bukan bagianmu.

Sakit Paling Indah
Sakit Paling Indah

Luka macam apa ini, sayangku? Aku terluka melihatmu terluka.
Aku lebih perih berkali lipat dibandingkanmu. Melihat setiap rintik airmata yang keluar dari pelupuk matamu, remuk jantungku. Namun, dengan segala cara aku ingin menghapus hujanmu.

Pun menghapus jejak-jejaknya dalam benakmu. Seperti selama ini, ketika kau melupakannya saat bersamaku. Meski bukan aku yang kau inginkan, aku ingin memelukmu agar kau merasakan ketenangan. Sembuhlah lukamu, Rangkul jemariku, sembuhkan aku.

Sudahkah kau menghargai ketulusan seseorang yang menemanimu saat kau jatuh?

Ada Masa Aku Merasakan Bahagia Sampai Lupa Berada Dimana, Dan Ada Masa Dimana Aku Larut Dalam Kesedihan yang Membuatnya Lupa Rasa Bahagia.

Seperti hujan yang menjatuhkan dirinya berkali-kali, setiap luka akan menumbuhkan warna pelangi. Setelah mendung, adalah airmata yang akan mengubah sendumu menjadi hari yang cerah. Maka untuk kau yang dirundung luka, bersabarlah.

Ada masanya kau merasakan bahagia sampai kau lupa dimana dirimu berada, Dan akan ada masa dimana kau akan larut dalam kesedihan yang membuatmu lupa rasanya bahagia. Tetapi perputaran sedih dan senang.

Adalah keindahan dalam kehidupan. Kita bisa mensyukuri bahagia dengan kesederhanaan. Dan kita bisa menerima kesedihan dengan ketabahan. Yang terluka, akan sembuh seiring masa, yang bahagia, akan terluka pada waktunya

Sudah sabarkah dirimu ketika luka menyayatmu?

Akhirnya Aku Menyadari, Kesedihan Adalah Jalan Untuk Kembali Kepada Sang Ilahi. Rindu Memeluk Tangismu dan Doa-Doa mu yang Meratap.

Di dunia, semua hal bukan milik kita, tidak ada alasan kita bersedih terlalu lama. Untuk sesuatu yang telah pergi. Biarlah kita menemukan bagian masing-masing. Kata Tuhan, kau mungkin bisa menyangka yang baik itu baik untukmu padahal mendatangkan duka.

Kau mungkin bisa menyangka yang tidak baik itu tidak baik untukmu padahal mendatangkan bahagia. Tuhan tahu, sementara kita tidak tahu. Kesedihan adalah jalan untuk kembali kepada-Nya. Dia rindu memeluk tangismu. Dia rindu mendengar do’amu yang meratap itu.

Apakah luka belum cukup untuk membuatmu lebih dekat dengan Sang Pencipta?

AKhirnya Juga Aku Pun Menyadari, Bahagia Terletak Di Hati yang Selalu Mensyukuri.

Jangan tahan yang ingin pergi. Jangan bertahan dalam kesakitan. Dunia menunggumu untuk kau sambut. Dunia ada untukmu menaruh rindu. Masih banyak bahagia dari arah berbeda. Jangan pandang pada satu jalan saja.

Lihatlah lebih luas, hiduplah lebih bebas. Udara telah memberikan dirinya untuk kau hirup. Udara telah memberikan kesejukan untuk kau nikmati. Bahagia itu, Tidak terletak pada yang kita cari. Bahagia terletak di sini Di hati yang selalu mensyukuri.

Sudah sampai di mana tingkat syukurmu?

Artikel ini merupakan kumpulan dari instagram @detaksajak. Mau instagram dan tulisan baper kamu di muat disini. Jangan sungkan-sungkan untuk hubungi admin ya.