Akhirnya Kamu Duduk di Singgasana Bersamanya, Tempat yang Kita Impikan

  • Bagikan
Singgasana pengantin
Singgasana pengantin

Remuk, melihatmu yang pernah duduk di sampingku, menggenggam erat tanganku, dan bercanda begitu bahagianya, akhirnya harus berakhir di pelukan orang lain. Kau pernah memberi arti untuk hidupku yang malang. Menemaniku sampai senja, dengan bisikan cinta yang terus terkenang. Sekarang kau telah jauh dari pandang. Pergi dan membiarkanku tenggelam dalam rindu yang terus menggenang.

Akhirnya kau duduk di sana, di tempat yang pernah kita impikan berdua. Singgasana kerajaanmu bersamanya, yang kan menemanimu sampai tua. Aku di sini, menepis lamunan dan perih berulang kali. Remuk redam, hangus, dan hancur berkeping. Tinggal sisa-sisa kenangan, memenuhi kepala dan menusukkan tombak ke dalam dada.

Perih dan begitu tajam. Engkau berpelukan, menemaninya dengan senyum kau berikan segalanya. Manis dan begitu dalam.

Semalam nanti, dan selamanya kau akan lupa. Bahwa denganku, kau pernah bercita-cita. Bahwa denganku, kau pernah berbincang tentang kita yang akan hidup dalam atap yang sama. Bahwa denganku, kau pernah berjanji menerimaku apa adanya. Duduklah, berbahagialah, tersenyumlah. Seperti dahulu ketika aku terlelap di pangkuanmu, ketika kau usap rambutku. Biar aku menahan deritaku sendiri, mengaku kalah Saat kau menikah.

Ketika kekasihmu akhirnya malah menikah dengan orang lain, bagaimana kau melanjutkan hidupmu? Apakah siap bila akhirnya kau ditinggalkannya suatu hari nanti?

Kamu Tak Pernah Memikirkan Tentang Perasaanku, Terlalu Banyak Alasan Untuk Meninggalkaku. Akhinrya Kamu Bahagia di Singgasana Bersamanya.

Akhirnya aku menyendiri lagi, setelah kau membuatku bahagia dengan janji-janji itu. Kau membawaku ke taman cinta penuh bunga ketentraman, lalu kau tinggalkan aku di sini sendirian. Sesak, perih dan kesepian. Kau pergi setelah berbagai jalan kita tempuh berdua, tanpa mempedulikanku yang di cabik-cabik kenangan. Tak mengapa, ditinggalkanmu bukan hal baru, kau pernah memperlakukanku lebih kejam dari ini di waktu lalu.

Baca Rekomendasi :   4 Tips Menjaga Kesetiaan dan Komitmen Dalam Suatu Hubungan

Yang kupertanyakan adalah mengapa kau yang selalu meninggalkan? Kenapa kau yang memegang kuasa akan hubungan ini? Mengapa tak pernah kau pertimbangkan perasaanku? Kau tinggalkan aku sekehendakmu, semaumu, lalu sudah itu pergi semakin jauh tanpa menengok lagi ke arahku.

Singgasana pengantin
Singgasana pengantin

Terjadilah semua yang kutakuti selama ini bahwa kau akan pergi lagi. Hal yang membuatku menjadi pengekang, kau hancurkan perasaanku berulang. Kau tidak pernah berpikir akan rasaku, terlalu banyak alasanmu untuk meninggalkanku.

Sementara aku dengan hatiku, memenuhi pintamu dulu, agar tak pergi, malah kau yang pergi. Entah kau buang kemana janji itu. Kau akan selalu benar dengan segala alasanmu, aku berada pada sisi setia dengan kebodohan yang kupertahankan. Harusnya aku tidak sebodoh ini dalam mencintaimu, sebab karena kebodohanku, aku membiarkanmu datang dan pergi semaumu.

Masihkah kau percaya pada orang yang telah menghancurkan kepercayaanmu itu?

Seharusnya Dari Awal Aku Bersiap Bahwa Bagimu Meninggalkanku Adalah Hal yang Mudah. Dan Kau Akan Selalu Ada di Posisi Meninggalkanku.

Harusnya, aku memahami dari awal. Bahwa semua kisah pasti ada akhir. Sehingga aku tidak perlu sesakit ini melihatmu pergi lagi. Harusnya, aku bersiap sejak awal. Bahwa bagimu, meninggalkanku adalah hal yang mudah kau lakukan. Dan hubungan kita adalah kau yang memegang kendali tanpa sedikit pun perasaanku kau pertimbangkanm. Kau pergi lagi setelah kau berikan janji.

Kau hancurkan mimpi-mimpi yang dulu selalu kita bincangkan dengan tawa bahagia. Sekarang aku tak mampu menahan lajumu. Aku mengobati luka sendiri. Seharusnya, Dari awal aku harus bersiap. Bahwa bagimu meninggalkanku adalah hal mudah. Dan kau akan selalu ada di posisi meninggalkan. Seperti dulu, saat kau juga pernah meninggalkanku.

Baca Rekomendasi :   Jangan Biarkan Masa Depanmu Jadi Sulit, Karena Masih Menyimpan Luka Dari Masa Lalu

Akhirnya dia yang sempat kembali, pergi lagi dari pelukanmu. Masihkah kau mau menunggunya untuk kedua kali?

Mana Semua Janji Itu? Mana Buktinya Kamu Tak Akan Pergi? Sekarang Kau Tega Meninggalkan Semuanya.

Katamu, aku kekasihmu. Kau memilihku di antara sekian manusia. Tidak ada yang lain. Dan kau setia padaku. Katamu, aku satu-satunya. Dan aku adalah orang yang kau rindukan. Setiap membuka mata. Dan menutup hari.

Katamu, kau mencintaiku. Menyayangiku dan tak akan pergi. Kau yakin kita akan bersama selamanya. Katamu, aku tidak boleh pergi. Kuturuti inginmu, aku tidak pernah pergi. Aku tidak pernah pergi sampai akhirnya kau yang pergi. Semua kata-katamu sekejap kau lupa. Tinggal aku yang berjanji tak akan pergi, teguh memegang janjiku.

Mana semua janji itu? Mana buktinya kau tak akan pergi? Sekarang kau tega meninggalkan semuanya. Dan meninggakan aku yang berkali-kali kau kecewakan. Mana semua itu? Haruskah kutagih semua janjimu dengan keras? Untuk menyadarkanmu bahwa kau tak berhak memberikan harapan tinggi lalu aku kau hujamkan ke bumi.

Masihkah kamu menunggu orang yang telah mengingkari janjinya kepadamu itu? Apa yang membuatmu masih menunggu?

Kelak Jangan Hentikan Langkahku, Jangan Tarik Tanganku. Biarkan Aku Bahagia Dengan Caraku Dengan Seorang yang Baru, Sama Seperti yang Kamu Lakukan.

Ingatkah kamu? Aku pernah kau hempas, Kau mengusirku yang masih memelas. Kau tidak peduli perasaanku, Padahal nyata-nyata kenangan itu kita jaga waktu ke waktu. Kau tetap teguh pendirian meminta kita saling meninggalkan

Baca Rekomendasi :   Izinkan Aku Tetap Mendoakan Yang Terbaik Untukmu, Meski Nanti Kita Tak Bersama

Aku terima semua itu meski sesak merundungku setiap waktu, setiap detik yang terasa lambat. Aku menopang tubuh dengan tanganku sendiri, Dengan sakit yang teramat dan rindu dendam yang kian menguat. Sampai kutemukan satu penyelamat, Membawaku lari dari sakit yang menjerat

Dan kemudian kau kembali, Dengan sayangmu yang masih sejati. Hey, aku yang kau harapkan ini adalah aku yang kau usir waktu itu! kisah kita adalah masa lalu yang menjadi urusan masa lalu. Kau hanya bagian dari masa kecil dan pengisi tumbuh remajaku, dan selesai sampai di situ

Meski sejujurnya, hati kecilku masih tersimpan utuh namamu, dalam, lekat dan indah. Jangan hentikan langkahku, jangan tarik tanganku. Aku ingin bahagia dengan carakuSeseorang yang baru telah berada di sampingku

Kau bukan untukku, Lagi pula bila aku kembali. Siapa yang bisa menjamin kau takkan melukaiku lagi? Siapa yang bisa menjamin aku akan lebih bahagia nanti? Aku ingin keluar dari masa lalu meski kau masih terasa menjadi rumah. Kini kau bukan lagi rumahku, aku hanya singgah dengan nyaman di waktu lalu.

Sambut masa depanmu sampai kau temui suatu hari nanti seorang pria yang dikirim Tuhan untukmu. Dan bila akhirnya kau resmi terikat. Jangan undang aku, Jangan pernah undang aku. Karena rasaku, sayangku, jiwaku Sebagian sisi hatiku masih ingin memilikimu. Dan masih mencemburuimu

Bila masa lalumu hadir ketika kau sudah memiliki hati yang baru, kau pilih mana? Masa lalu atau masa sekarangmu?

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page