Mencintaimu Begitu dalam

Aku Pernah Mencintaimu Sedalam Itu, Hingga Akhirnya Kamu Memilihnya

Tuhan memang selalu menciptakan takdir baik dan buruk, dalam kehidupan pasti pernah bertemu dengan cinta yang salah. Hingga pada akhirnya membawa kekecewaan yang medalam. Begitu juga denganku, aku yang pernah mencintaimu sedalam itu, namun pada akhirnya kamu yang memilihnya.

Bila Kulihat Kebelakang Sejenak, Dulu Kita Saling Mencintai Begitu Rekat. Sebelum Akhirnya Mulai Terpisah Oleh Jarak.

Bukan untuk mengenang masa lalu, bukan pula untuk mengungkit bahagia yang pernah tercipta. Hanya saja, aku tak ingin salah melangkah dalam hubungan selanjutnya. Bila kulihat sejenak ke belakang, dulu aku pernah mencintaimu begitu hebat, begitu pula denganmu.

Dulu kita pernah saling berjanji setia untuk sehidup semati, meski pada akhirnya kamu menghianati. Bukan salahmu yang pergi, bukan salahku pula yang tak mau bertahan dan memohon begitu iba. Tapi memang akan jauh lebih terpisah karena jarak dan waktu memang tak mendukung.

Benar Adanya, Tak Selamanya LDR Itu Bisa Berakhir Bahagia. Sebaliknya Lebih Banyak Cinta Kandas di Persimpangan Jalan.

Awalnya cinta kita berjalan dengan damai dan bahagia, hingga akhirnya kamu memutuskan untuk pindah keluar kota dengan alasan mengejar karir dan lebih mapan lagi. Kamu meyakinkan ku dengan begitu hebat, bahwa semuanya akan sama seperti saat ini.

Namun, seiring berjalannya waktu meski komunikasi masih lancar saja. Pada akhirnya kamu tergoda dengan dia gadis di kota itu. Aku hatam rasanya, banyak godaan ketika hubungan jarak jauh ini, namun hatiku masih tetap teguh mempertahankan cinta kita. Meski akhirnya kamu mulai luluh dengan dia, karena memang dia selalu ada untukmu sedangkan aku tidak.

Kamu Memutuskan Hubungan Ini Dengan Jelas dan Logis, Sialnya Aku Tak Bisa Menolak dan Hanya Bisa Menerima. Semoga Hidup Kalian Bahagia 🙂

Ku akaui perasaan ini sudah mulai curiga ketika komunikasi mulai terganggu. Aku tahu betul kamu sebelum memutuskan untuk keluar kota, semua tentan dan kebiasaanmu tak pernah luput dari pikiranku. Begitu juga ketika tingkah kamu mulai berubah, aku sadar bawha hubungan ini sedang di ambang putus.

Hingga pada akhirnya ketakutanku mulai terbukti. Kamu mulai berani mengucapkan kalimat dengan jelas, bahwa kamu ingin mengakhiri hubungan ini karena terhalang oleh jarak dan waktu. Dengan semua alasan yang logis yang kamu utarakan, aku tak punya alasan untuk menolak. Karena tugasku hanya satu, menerima semua keputuasanmu, karena jika dipaksapun tak akan berhasil karena hatimu sudah berpindah.

Selamat, Semoga Hubungan Kalian Langgeng Karena Aku Yakin Pada Akhinrya Aku Juga Akan Menemukan Cinta yang Tulus.

Meski perasaan ini masih sakit tak terbendung, aku tak mau menunjukkannya langsung kepadamu. Biarlah kisah piluh dan cinta ini kukubur dalam-dalam di hati ini hingga akan terobati dengan cinta yang lainnya.

Aku hanya bisa mengucapkan selamat dan maaf, semoga hidup kalian bahagia dan langgseng terus.

One Reply to “Aku Pernah Mencintaimu Sedalam Itu, Hingga Akhirnya Kamu Memilihnya”

  1. Hmm.. jadi baper bacanya. 🙁 kok sedih ya. berasa banget buat saya, tapi bukan sebagai aku, tapi sebagai orang yang meninggalkan seseorang dan memilih yang lain 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *