Perasaan Ini Akan Kubuang

Kisah Kita Tak Pernah Kulupa, Tapi Perasaan Ini Akan Kubuang Sejauh-jauhnya

Kemana perginya masa itu? Senyuman yang menyenangkan. Canda yang kau tawarkan. Cinta yang kau berikan. Dan genggaman tangan yang tak ingin saling melepaskan.

Kita menjadi asing karena waktu tidak lagi memberi restu. Kita telah berakhir dalam kisah yang telah membeku di dalam masa yang mengalir. Berhenti dan tertinggal. Harus kemana kularikan rindu? Dulu rinduku kau tuangkan secara ajaib dengan rengkuhan jemari. Kini harus kurelakan semuanya pergi.

Selamat tinggal, cinta yang berlepas pergi. Kisah kita tidak pernah kulupa tapi perasaan akan kubuang sejauh-jauhnya.

Masa depan tidak pernah semenakutkan yang kuduga ketika melepasmu.
Masa depan masih suci dan penuh harapan. Selamat tinggal, kelak kau akan bahagia dan aku bahagia dengan cara yang masing-masing.
Dan keadaan yang asing. Kamu dan aku, memang ditakdirkan untuk tidak lagi mencintai dalam saling.

Sudah seberapa kuat hatimu untuk merelakan sesuatu yang tak mungkin kembali?

Dulu Memelukmu Dari Kejauahan Sebagai Rindu yang Saling Bergandengan Dalam Kesabaran.

Sehangat kopi, Memelukmu tidak pernah menjadi hal yang membosankan
Di tatapanmu, aku hidup sebagai orang paling bahagia. Saling mengamini dalam harapan bersama, Langkah yang saling mendampingi dan saling memahami

Semenyenangkan pagi. Perbincangan yang terjadi sebelum mata terpejam menutup hari. Selalu banyak hal yang dibahas, muncul di kepala, tidak pernah habis. Merenungkan segala hal dan kesendirian yang terjadi di tengah ramai yang menjadi-jadi

Setenang gemericik hujan. Yang datang ketika sore mengumandangkan interupsi semesta. Memelukmu dari kejauhan sebagai rindu yang saling bergandengan dalam kesabaran. Aku ingin kita masih satu dalam perasaan: CINTA.

Apakah bagimu rindu itu indah? Pasti rindu yang indah hanya rindu yang terbalas ‘kan?

Pada Akhirnya Biarlah Perasaan Ini Kukubur Dalam-dalam, Kubuang Semua Kenangan Itu Demi Kamu!

Aku ingin ragamu di sini, Sekadar menggenggam tanganku. Dan mendengarkan ceritaku. Yang penuh akan peluh. Aku ingin hatimu di sini,
Sebagaimana ragamu yang berdiri. Di depanku. Tidak menukik pada bayangan masa lampau.

Aku ingin hanya ada kita di dalam kita. Di dalam kita berdua. Di dalam benakku dan benakmu. Hanya ada kita saja, cukupkan semua luka. Ucapkan perpisahan pada mereka. Eratkan genggaman tangan kita. Buang semua kenangan itu, Demi aku. Demi aku.

Jika sudah punya pasangan, bisa ‘kan hatinya tidak kemana-mana?

Artikel ini merupakan status dari detaksajak_ di instagram. Mau status baper kamu di posting disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *