Yang Tegah Mematahkan Tak Perlu Dipertahankan, Setuju?

Yang Tegah Mematahkan

Kadang orang yang jatuh cinta sangat bodoh, apalagi yang sudah pada tahap cinta sampai mati. Sudah beberapa kali disakiti tetap bertahan karena dia yakin suatu saat yang dicintai akan berubah. Bagi kamu yang tegah mematahkan seharusnya tak perlu dipertahankan.

Kan sudah dibilang aku cinta mati sama dia, seberapa besarpun dia mematahkan hati ini akan selalu berjuang dengan keras. Dengan harapan, suatu saat dia akan luluh dan mencintaimu dengan tulus.

Mencintainya Dengan Tulus Meski Dia Mematahkan Hatimu Berkali-Kali, Kamu Tetap Menerimanya Dan Mencintainya Dengan Tulus. Kamu Itu Cinta atau Bodoh?

Benar adanya bahwa mencintai kadang tak perlu dicintai balik, karena bersamanya saja kamu sudah merasa bahagia meski seringnya terluka. Sikapnya yang dingin, tatapan matanya yang tak pernah melihat kearah kamu, bahkan tangannya jarang menggandeng tanganmu.

Tapi sampai kapan kamu akan bertahan? Bila pada akhirnya perjuangan yang kamu lakukan tak pernah ada di matanya. Bahkan kamu juga dianggap sebagai angin lalu, atau hanya pengisi waktu luangnya bila kekasih lainnya sudah datang padanya.

Bagimu Dia Adalah Segala Kebahagian yang Tercipta Untukmu, Meski Kadang Luka Mengiringi. Sedangkan Baginya, Kamu Hanya Tempat Beristirahat Sementara Ketika Hatinya Kosong.

Jangan untuk bersamanya setiap hari, bahkan bersamanya sekali seminggu saja sudah cukup membuatmu bahagia. Dia tak pernah menjemputmu, membelikan makan juga selalu kamu yang bayarin. Bahkan untuk hal sepele dia juga masih mengharapkannya darimu.

Kamu terlalu mencintainya dengan segenap jiwa karena menurutmu bahagiamu kamu gantungkan pada dirinya. Sedangkan dia, kamu hanya tempat bersinggah sementara yang ketika dibutuhkan ada dan ketika tak dibutuhkan tak dihiraukan.

Tolong Hargai Dirimu Sedikit Saja, Masih Banyak Cinta yang Lainnya diluar Sana yang Bisa Kamu Dapatkan dan Jauh Lebih Baik.

Sudah cukup dirimu menyakiti dan menggantungkan kebahagian kamu kepadanya yang tak pernah menganggap kamu ada. Cobalah hargai dirimu sejenak, pastikan dirimu baik-baik saja tanpa dirinya.

Buat apa kamu mengharapkan dia yang sering mematahkan hati dan harapan kamu. Cobalah berpindah ke lain hati, karena cinta yang tulus sedang menunggumu di penghujung jalan.