Maafkan Aku yang Harus Pergi, Karena Cinta Bukanlah Berjuang Sendiri

  • Bagikan
Rencana Allah jauh lebih baik
Rencana Allah jauh lebih baik

Cerita indah yang kita bangun dengan penuh air mata dan tawa, bergandengan tangan dikala cobaan menimpa dan berdoa supaya berlabuh pada dermaga suci penuh kebahagian agaknya harus terhenti sebelum sampai ditempat yang diharapkan.

Perahu yang kita dayung nampaknya tak mampu mengantarkan kita ke tujuan yang bernama kebahagian abadi. Retakan yang seharusnya sedari awal kita berangkat membesar saat sampai ditengah jalan.

Menuding kesalahan ini ada padamu atau padaku bukanlah hal yang benar, karena ini memang salah kita

Bukan Salahmu dan Salahku, Akhirnya Kita Berpisah di Tengah Jalan. Karena Berjuang Sendiri Memang Bukanlah Cinta.

Ribuan kilometer jalan yang sudah kita tempuh tak mampu untuk membuat kita tetap bertahan, mereka akan menjadi saksi bisu yang abadi. Serta puluhan ribu detik jam yang kita lewati terpaksa berhenti mengukir kisah-kasih kita.

Kemaren, aku memang terkagum atas cinta yang kau berikan. Keihklasanmu untuk menerima semua kekurangku membutaku semakin gila padamu. Kesetiaanmu membuatku ingin segera mengikat janji suci di hadapan Tuhan.

Baca Rekomendasi :   Bagaimana Jika Kita Bertukar Jiwa? Agar Kau Tahu Bagaimana Rasanya Menjadi Aku

Sekali membuat kesalahan tak apa, dua kali membuat kesalahan masih kumaafkan tapi lima atau enam kali itu sebuah penghianatan. Aku minta maaf jika menurutmu kesalahan terbesar ada padaku. Maafkan aku memutuskan untuk berhenti sejenak, menyimpang dari janji awal kita. Dan tidak bisa berjalan denganmu sampai tujuan. Izinkan aku untuk pamit di tengah jalan.

Karena Sejatinya Cinta Adalah Tentang Perjuangan Bersama, Bukan Berjuang Sendirian.

Tak perlu ada penyesalan bagi kita, jadikan saja sebagai pengalaman hidup yang berarti. Supaya kelak, ketika menjalani hubungan dengan pasangan yang selanjutnya, bisa meredam ego masing-masing. Bukankah perpisahan mengajajarkan banyak cara untuk memaafkan.

Kelak, semoga hidupmu bahagia bersama dia yang menjadi penggantiku. Dan aku juga berharap, hidupku akan selalu bahagia dengan dia yang akan menjadi pendampig hidupku.

Baca Rekomendasi :   Pintaku Hanya Satu, Ingin Mengahbiskan Waktu Bersamamu Hingga Menua
  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page