Dalam Pelukan Senja, Akhirnya Kita Memutuskan Berpisah

Sama Seperti Senja Hari Itu, Akhirnya Kamu Memlih Pergi dan Tak Akan Pernah Kembali.

Semua berbeda
0 120

Rindu ini menggerogoti seluruh tubuhku, mengalir melalui darah-darahku, sampai-sampai aku tak bisa bergerak karena rasa rindu ini. Ahh, kenapa bayanganmu tak pernah berhenti berputar di kepalaku, senyuman manismu selalu menyapa di pikiranku.

Bukankah kita sudah berjanji untuk tak saling merindukan lagi? Janji yang kita ikat bersama dikala senja. Kau pegang erat tanganku, lalu kau peluk diriku. Aku hanya diam, menikmati hangatnya jemarimu, mencium bau tubuhmu yang selalu kurindukan.

Sama Seperti Senja Hari Itu, Akhirnya Kamu Memlih Pergi dan Tak Akan Pernah Kembali.

Pelukan terakhir dari dirimu masih membekas di tubuh ini. Baju yang kupakai terakhir ketika bersamamu kini sudah tak kupakai lagi, aku menyimpannya dengan penuh kasih sayang. Sama halnya dengan kenangan dirimu yang kusimpan jauh di lubuk hatiku.

Meski pada akhirnya, kau tetap melangkah demi selangkah, sampai hilang dari depan pandangan. Dan aku masih disini, berdiri ditempat yang sama. Tak melangkah dan tak bergerak, sampai akhirnya aku sadar bahwa diriku hanya seorang diri.

Dibawah Naungan Senja Nan Romantis, Tapi Kisah Kita Berakhir. Ini Lah Senja Terakhir yang Bisa Kunikmati Bersamamu.

Aku mungkin lupa, berapa kali kita menghabiskan senja bersamamu. Tapi, aku tak pernah lupa dengan senja kala itu, senja dimana kamu pergi tanpa kembali sama seperti senja terakhir yang kita nikmati bersama. Baju yang kamu pakai sama halnya dengan warna senja itu.

Seandainya aku tahu maksud angin yang gak bersahabat itu, tentu aku menolak ajakanmu untuk pergi di kala senja. Tapi, apa mau dikata, aku bukanlah seorang peramal yang bisa menerka kejaidan berdsarkan alam. Aku tak tahu sedikitpun tentang tebek-menebak. Yang aku tahu, kamu akan menjadi kenangan senja terakhirku dan tak akan ada lagi kisah tentang senja. Aku akan membuat kisah baruku tanpa senja.

*********

Dulu selalu namamu yang kusebut dalam doa, berharap kamu akan hadir kembali di hidupku. Tapi nyatanya tak mungkin. Sekarang aku hanya berhaarap kepada Tuhan, agar dikirimkan seseorang yang tepat di hidupku. Ketika doaku bukan lagi namamu, tapi aku selalu berharap kamu baik-baik saja.

Tidak dekat dengan siapapun dan sedang tidak memiliki perasaan ke seseorang adalah sebuah kebebasan dan kebahagiaan tersendiri. Walau kadang terasa sepi, setidaknya tidak ada beban tentang hal memikirkan dia yang tak pasti.

*******

Sedekat apapun kamu dengan seseorang bukan berarti kamu bisa bercerita semua hal, bahkan mengatur kehidupannya. Beri ruang dan privasi. Bukannya gimana-gimana cuman sedekat apapun kita, perlu ruang dan privasi sendiri. Engga semua hal bisa di ceritakan ke oranglain. Apalagi sampai ngatur-ngatur hidup orang.

Jangan mencintai dia yang tidak mencintai Tuhan-nya. Kalau Tuhan-Nya saja dia tinggalkan, apalagi kamu. Perbaiki diri sendiri dulu, nanti juga akan datang orang yang benar-benar tepat. Dan untukmu yang saling mendoakan, semoga kelak dipertemukan Tuhan dengan secepatnya.

****

Halo Agustus, Doaku masih sama seperti kemaren. Semoga Tuhan selalu memberkahi, yang berjuang tetap semangat. Yang patah lekas bangkit, yang ada akan tetap setia dan yang saling mendoakan lekas dipertemukan. Tidak ada lagi luka serta semuanya lekas membaik.

Bahu mu setegar karang. Mungkin saat ini kamu tidak bisa minta banyak kepada orangtua mu tak perlu banyak menuntut, tapi yakinlah dan kejarlah mimpimu bahagiakan kedua orangtua mu, akan ada saatnya nanti yang kita minta sekarang jadi “pak buk mau apa ambil saja, biar aku yang bayar”. Semoga dan semoga selalu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page