Untukmu yang Berkhianat, Terimaksih Sudah Membuatku Menjadi Lebih Kuat

Kenapa Kamu Pura-Pura Sayang, Bila Pada Akhirnya Kamu Berkhianat.

Harta yang tak ternilai
1 163

Masih tersimpan rapi pesan singkat yang kamu kirimkan di handphone ku. Pesan singkat yang berhasil membuatku terpuruk, menghancurkan sebagian hidupku dan bahkan merenggut kebahagianku. Pesan singkat itu juga yang telah menggoyahkan mimpi yang kita rajut dan janji yang kita bina berdua selama ini.

Tak pernah kubayangkan sebelumnya hidupku tanpa dirimu. Hari-hari yang kita lalau secara bersama dan berbagi canda tawa kini sudah tak akan pernah terjadi lagi. Dan aku harus menerima atau bahkan terpaksa menerima kenyataan ini. Kenyataan bahwa kau telah berkhianat.

Kenapa Kamu Pura-Pura Sayang, Bila Pada Akhirnya Kamu Berkhianat. Semudah Itu Kah Untuk Meninggalkan?

Setiap langkah yang aku pijak selalu teringat tentang dirimu. Setiap tempat yang aku temui selalu mengingatkanku tentang semua kenagangan kita. Dan akhirnya, langkahku semakin berat, hingga rasanya tak sanggup untuk berlari. Cahaya yang awalnya ada di hadapanku perlahab redup dan menghilang. Aku tidak bisa melangkah lagi, saat aku tahu kalau dirimu telah menggandeng cinta tulus yang lain.

Penghianatan yang telah kau lakukan sangat menyakitkan diriku. Rasanya tak percaya bahwa kita sudah tak bersama lagi dan bisa melupakanku semudah itu. Tapi, inilah kenyataan yang aku terima. Dendam? Tidak. Menyesal? Tidak. Karena ini semua takdir dari Tuhan.

Mencoba untuk melupakanmu secara perlahan-lahan, mengubur semua kisah yang pernah kita rajut ternyata semakin menyiksa diriku. Dan akhirnya aku mengikhlaskan dirimu adalah hal yang paling bahagia dalam hidupku. Dan cahaya yang ada di hadapanku perlahan menerangi jalanku. Tak ada keraguan lagi saat melangkah kedepan.

Keihklasanku untuk melepaskanmu telah membuatku menjadi pribadi yang kuat, hatiku tak selemah yang pernah kau bayangkan lagi. Dan kelak kita bertemu dipertigaan jalan kehidupan ini, aku berharap janagn ada dendam diantara kita.

*****

Aku Tersiksa Menunggu Pagi Karena Malam Terlalu Kejam Untuk Hati yang Sedang Sepi

Pada malam gelap jam 1 dini hari. Sendiri, menanti-nanti. Ada yang mau melawan, namun berkali-kali dibungkam. Mengutarakan perasaan sesak tidak mudah jika ditujukan pada orang yang tidak peduli. Cemburu telah menenggelamkanku pada ruang pengap di tengah gelap sampai terlelap dalam keadaan kalap yang tak dianggap. Menyiksaku di dalam sesak yang menyalak dan telah merobek jantungku, aku disiksa perih yang berdentum detik demi detik, detak demi detak.

Aku tersiksa menunggu pagi karena malam terlalu kejam untuk hati yang sedang dilanda sepi.

Sementara engkau tertidur, Setelah kaubuatku babak belur. Tanpa sedikit pun perasaan. Mendiamkan ribuan pesan. Aku tersiksa menunggu pagi. Karena malam terlalu kejam untuk hati yang sedang dilanda sepi. Pernahkah kau merasa cemburu? Sedalam apa cemburu yang kaurasakan?

Sebab Tiada Satu Kata Pun Bisa Kuungkap Untuk Menyampaikan Rindu yang Tak Terjawab.

Tersiksa menunggu malam
Tersiksa menunggu malam via https://www.instagram.com/nesnumoto/

Sebab tiada satu huruf pun kau tulis. Untuk menggores tenang di atas kesepianku. Aku terluka. Menunggumu di sudut gelap. Dan sendiri. Sebab tiada satu kata pun kau ketik. Untuk menambal pecahnya kecemasanku, Aku menangis. Menantimu di tengah-tengah pertanyaan. Dan sendiri.

Sebab tiada satu kata pun bisa kuungkap. Untuk menyampaikan rindu yang tak terjawab. Aku tersedu. Dalam hampa yang membiarkan airmata berguguran. Runtuh membanjiri lantai hitam. Dan kamu masih berdiam diri dalam keenggananmu. Betapa perih menanti harap yang menggantung.
Ingin kuraih meski merangkak dan meronta. Kamu yang kemarin.

Apa yang kaulakukan jika pesan-pesanmu hanya didiamkan oleh orang yang kausuka?

Artikel ini merupakan kumpulan dari instagram @detaksajak. Mau instagram dan tulisan baper kamu di muat disini. Jangan sungkan-sungkan untuk hubungi admin ya.

1 Comment
  1. […] malam itu, setiap dipertigaan malam, aku selalu mendoakan dirimu yang telah melupakanku. Kuharap, kamu akan bahagia selalu dengan pilihanmu. Dan begitu juga dengan diriku ini, terimkasih atas […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page