Aku Menjauhimu Bukannya Karena Tak Cinta, Hanya Saja Tak Ingin Selalu Bergantung Padamu

  • Bagikan
Harta yang tak ternilai
Harta yang tak ternilai

Ini masih tentangmu,Yang tak pernah bosan aku ceritakan dalam goresan prosa sederhanaku. Aku menjauhimu bukan karena membenci, tetapi aku tak ingin hatiku bergantung padamu. Dirimu yang begitu indah, bagaikan perhiasaan indah yang tidak mungkin bisa dimiliki siapapun kecuali seseorang yang sudah menjadi takdirmu kelak.

Sebab itu aku tak mau mengganggu, karena aku tak ingin keindahan itu berubah menjadi keburukan, hanya karna rasa ketertarikanku yang berlebihan kepadamu. Jika suatu saat nanti aku telah kembali dan aku tak menemuimu. Percayalah, bahwa saat itu aku telah melihatmu menemukan sosok yang tepat untuk menjaga dirimu dan itu bukan aku.

Perihal hatiku jangan kau fikirkan. Hati ini sudah terlalu sering merasakan kekecewaan tapi aku sadar mencintaimu dalam diam pada akhirnya semua sudah ditentukan oleh-Nya. Biarkan saja aku mencatat kisah terindahku saat memperjuangkanmu walau berakhir pilu, Namun Aku akan terus meminta kepada Allah apa yang terbaik untukku dan untukmu.

Baca Rekomendasi :   Tidak Harus Menjadi Yang Sempurna, Dengan Setia Pun Aku Bahagia

Karena Aku dan Hatiku Pernah Kecewa dan Terluka Dalam Penantian, Sehingga Mulai

Berangkat dari keterpurukanku saat itu, aku tidak tahu lagi bercerita perihal rasa kecewa yang sangat mendalam selama masa penantian kemarin.  Aku tidak ingin membalasmu, aku tidak ingin membencimu, bahkan aku tidak ingin larut karenamu.

Allah hadirkan rasa kecewa separah ini semua karena Dia menyayangiku, tersimpan pesan indah, bahwa menantikanmu bukanlah yang terbaik menurutNya.. Untukmu yang pernah kunantikan, kisahku bersamamu kemarin, menjadikanku semakin dekat kepadaNya.

Baru aku sadari, setinggi apa aku berharap kepadamu maka setinggi itu pula nantinya aku akan mulai jatuh hingga kebagian paling bawah. Maka, aku belajar memaafkanmu untuk kemarin dan sampai kapanpun. Belajar melupakanmu yang sempat memenuhi memori ingatanku.

Terimakasih banyak, menantikanmu kemarin akan selalu menjadi ingatan terburuk dalam hidupku.

Sejak kepergianmu aku baik baik saja, rasa kecewaku yang penuh luka aku latih dengan belajar bersyukur, iya bersyukur telah dipertemukan dengan sosok sepertimu hingga berakhir seperti ini, maka kujaga hati dan diriku untuk sosok yang bisa menjaga perasaanku nantinya dan itu bukan sepertimu.

Baca Rekomendasi :   Mengertilah, Setelah Menikah Rasa Tertarik Pada Selain Pasangan Bukanlah Cinta

Aku Pastikan Hatiku Bisa Selalu Mencintaimu, Biarlah Aku yang Selalu Mendoakan Kamu.

Kau tahu, namamu masih saja terselip dalam setiap doaku. Dan kau mungkin bertanya sejak kapan aku mendoakanmu ? Jawabannya sejak saat itu, saat aku merasa tak cukup memilikimu .Hanya dengan sebatas perasaan saja. Lalu kuputuskan untuk memintamu pada pemilik hati yang sesungguhnya.

Rasa sayang yang Allah titipkan tak pernah salah, Tapi kekagumanku padamu yang menyalahi aturan. Andai aku tak memperdulikan itu, maka hatiku akan hancur dan sakit berlebihan. Jadi kuputuskan untuk melibatkan Allah lagi, biar Dia yang mengatur jalan ceritanya, dengan seribu doaku di setiap malamnya.

Rasa kagumku juga mengundang rindu, rindu yang tak wajar kuutarakan padamu. Meski belum sempat, tapi aku malu. Biarlah sejuta rinduku tersimpan dalam bait-bait tulisanku, tersusun rapi dalam relung hatiku. Cukup Allah saja yang membisikkan ditelingamu, bahwa aku juga sedang mempersiapkan ilmu, untuk menujumu dan Tuhanku.

Baca Rekomendasi :   Kadang Jarak Itu Perlu, Biar Tahu Arti Dari Rindu yang Sesungguhnya

Jadi bisa kan kita seperti ini dulu ? Biarkan aku mendoakanmu, tanpa kau tahu. Usah dulu memodusiku dengan mengatakan suka padaku, Karna itu berat, kita tak akan kuat. 

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page