Aku Terperangkap di Antara Kamu, Hujan dan Kenangan di Bulan November

Cinta sebelum akad via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/
0 36

Hujan selalu memberikan gemercik yang mangalun indah menyentuh permukaan bumi, membasahi ruang yang merindukannya. Memberi ingatan, bahkan dapat juga mengembalikan ketenangan. Sebuah kata yang dapat memberi makan bagi setiap orang, baik yang menghujat ataupun yang mensyukuri kedatangannya.

Tak jauh berbeda denganku. Hujan selalu berhasil membawaku pada kenangan, membawa ingatanku kembali pada kamu. Kepada setiap detik yang kita lewati, kepada setipa rintikan hujan yang menemani kita dan kepada setiap kebersamaan kita yang selalu ada hujan menemani.

Kamu, Hujan dan Kenangan Selalu Mempunyai Kebersamaan, Sama-Sama Hadir Dalam Waktu Tertentu.

Tahu kah kamu, jika kamu dan hujan mempunyai kebersamaan? Kamu dan hujan hadir di waktu tertentu. Hjan sangat intensya membasahi bumi di bulan Desember, dan kamu pun kembali menghadirkan kenangan di bulan yang sama. Kamu adalah sosok yang setahun ini telah mengisi ruang kosong di hatiku.

Baca Rekomendasi :   Lima Petuah Bijak Tentang Jodoh Dalam Lagu "Karna Ku Selow Tetap Selow"

Sosok yang belakangan ini sedang gencar-gencarnya berotasi di otakku. Sehingga membuat pikiranku hanya tertuju pada kamu. Aku mulai jatuh cinta dengan sosokmu. Aku begitu larut dalam kemahatololanku, begitu menyukai sosok yang tak pernah kuketahui hatinya, dan sosok yang tak pernah bisa kupahami.

Dan kadang, aku menghujat diriku sendiri karena tetap menyukaimu walau kamu pergi pada saat aku sedang merindu. Meski kamu tak mengizinkan, aku akan tetap menunggumu walaupun kamu tak pernah berjanji untuk kembali.

Antara Kamu, Hujan dan Kenangan di Akhir November Selalu Menyisakan Kebahagian Bercampur Pilu Tiada Tara.

Yang aku tahu, setiap butir hujan pasti menyimpan kenangan. Kala itu, kita pernah bersama-sama menatap derasnya hujan memasuki bulan Desember, bunyi rintik berlalu, sampai-sampai aku yang basah kuyup dan engkau pun terasa kedinginan. Tahukah engkau, begitu indahnya kita di mata hujan.

Baca Rekomendasi :   Di Banding Seikat Mawar, Sesungguhnya Para Cewek Lebih Mengutamakan Tanggungjawab

Aku tak tahu, masihkah kamu merasa kedingininan atas basah yang kurasakan sekarang? Masihkah kamu ingin bermain diatas segala bahagia yang pernah kita lewati? Atau mungkinkah kamu ingin memeluk hujan meski terlalu banyak mengambil kenangan? Jika kamu rindu juga, katakan saja pada hujan hujanmu disana, agar aku tahu atas hujan yang turun disini.

Aku tak tahu arti hujan di akhir November ini, padahal setiap hari aku sudah mengartikan butirnya sebagai kenangan untukmu. Saat ini, aku masih menatap rintiknya. Asal kamu tahu, jingga senja pun ditutupi mendung yang begitu gelap. Mungkin saja, senja pun takut menamppakkan jingganya, karena dia tahu hujan terlalu banyak membawa kenangan.

Baca Rekomendasi :   5 Ciri-Ciri Orang yang Mencintaimu Dengan Tulus Tanpa Basa-Basi

Mereka bilang, selalu ada pelangi selepas hujan hingga membua kenangan berlalu. Masihkah kamu melihat pelangi sesudah hujan sore ini? Hanya ada mendung tebal dengan warna hitamnya yang berkeliling menutupi jagad kali ini. Mungkin saja, pelangi telalu menamppakkan keindahannya, sebab dia tahu, hujan kali ini terlalu banyak memabawa kesedihan.

Katanya, hujan bisa saja merupakan kesedihan, tapi bahagia selalu tercipta karenanya. Ah entahlah, yang pasti aku mencintai hujan karena dia selalu menjadikan kita hangat dalam dingininnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page