Macam-macam Godaan Menjelang Pernikahan yang Menggoyahkan Iman

Tangis

Pernikahan adalah suatu momentum sakral dan banyak dinantikan oleh semua orang. Menjadi hari bahagia bagi para pasangan yang dinyatakan sah sebagai suami istri. Namun, untuk menuju hari bahagia tersebut, tidak semua proses instan dilalui. Pernah gak, kalian mendengar beberapa hal yang menjadi ujian menjelang pernikahan? Bahkan beberapa pasanganpun ada yang batal menikah karena tidak sanggup menghadapi godaan-godaan tersebut.

Apa saja sih macam-macam godaan menjelang pernikahan yang umumnya sering terjadi? Bahkan bisa membuat calon pengantin stress tingkat dewa, sehingga menggoyahkan iman.

Kembalinya Mantan! Masa Lalu yang Menghantui

Setelah proses lamaran yang mana sudah 1/2 jalan kalian merasakan kebahagian, eh, tiba-tiba mantan kembali muncul. Mantan dari hubunganmu yang lampau maupun mantan dari si dia. Apalagi terkadang si mantan terlihat sangat lebih menarik dari yang dulu, sehingga kamu mungkin sedikit tergoda ya.

Ingat, mantan hanyalah masa lalu yang tak perlu dipedulikan. Hadirnya dia kembali secara sengaja atau tidak disengaja, itu hanya menguji iman kamu. So, saat mantan datang, tak perlu kamu flashback masa-masa indah bersamanya apalagi sampai tergoda. Kalau perlu kamu kasih saja surat undangan pernikahanmu ke si mantan, supaya si mantan sadar diri dan kamupun tak merasa terusik.

Mendadak Pengagum Rahasia Bermunculan

Nah, ini sih sebelas duabelas ya sama godaan mantan yang muncul kembali. Setelah tahu kamu dilamar atau melamar, kok jadi banyak yang bilang nyesel. Kamu jadi laris mendadak, mulai dari teman yang tiba-tiba bilang memendam rasa ke kamu, atau orang yang dulu kamu pernah naksir tiba-tiba sikapnya menjadi hangat ke kamu.

Kalau kamu gak kuat iman, wah bisa-bisa kamu tergoda ibarat puber kedua. Hayo, kalau sudah mulai merasakan hati tertarik dengan yang lain, tetap positif thinking ya anggap saja mereka hanya menggoda untuk bermain-main. Belum tentu mereka seberani calon suamimu yang datang dengan keseriusan, atau belum tentu mereka sesiap calon istrimu yang mau menjadi teman hidupmu dan menerima kamu apa adanya.

Jadi Tahu Kekurangan Calon, Lalu Timbul Keraguan

Padahal udah istikharah, mendekati hari H kok muncul kekurangan dari si dia yang bikin kamu ragu. Pas proses ta’aruf dan lamaran semua lancar, giliran mendekati hari H malah stress. Saking stress jadi sama-sama emosi dan tak jarang ada yang sampai bertengkar sama calon 🙁

Perlu kamu ketahui, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Saat kamu merasa ragu akan kekurangan pasanganmu, ingat bahwa kamu juga memiliki kekurangan. Justru ujian ini mengajarkan apakah kamu siap menerima dia dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Segala kekurangan bisa ditutupi kalau kalian saling menerima dan saling melengkapi dengan kelebihan masing-masing.

Keuangan Bermasalah yang Bikin Stress Tingkat Dewa

Banyak pengeluaran tak terduga dari acara pernikahan, karena banyaknya masukan dan request. Bingung! Dari yang awalnya mungkin kamu sudah sepakat dengan calon untuk acara sederhana. Tapi tak jarang orang tua kepingin acara pernikahan anaknya yang seperti A, B, C, D dan bla..bla..bla.. Yang tadinya hanya mengundang orang terdekat, tapi setelah dipikir-pikir bakalan jadi omongan kalau gak semua diundang. Dan masih banyak hal lainnya soal persiapan yang ternyata menguras isi tabungan.

Kalau sudah begitu, yang pasti soal keuangan bikin kamu stress tingkat dewa. Ditengah keputus asaan, tak jarang banyak yang berpikir untuk membatalkan saja pernikahan kalian. Takut kekurangan, takut banyak utang, takut miskin dan lain sebagainya menghantui pikiran.

Tenang.. Menikah tidak akan membuat kamu menjadi miskin, Allah telah menjanjikan bahwa setiap pasangan yang menikah niat karena ibadah Liilahi ta’ala, maka Allah akan mencukupkan rejeki kalian. Bahkan kalian pasti akan mendapat keberkahan setelah ijab kabul terucap.

Khawatir Berlebihan yang Membuat Ogah Menikah

Tadinya mantap aja maju nikah, tapi dipikir ulang malah jadi takut banyak hal. Gimana dong? Mulai takut kebebasanmu terkekang setelah menikah, takut gak bahagia, takut gak bisa menafkahi, takut kalau sikap pasangan berubah suatu saat, takut kalau belum siap menghadapi permasalahan rumah tangga.

Rasa khawatir dan ragu sebenarnya muncul dari syetan. Bahaya sekali kalau kamu terlalu menuruti rasa khawatirmu. Pernikahan adalah sebuah hubungan yang terikat dengan komitmen, bukan hanya cinta. Mau seperti apapun kelak perjalanan rumah tangga kalian, komitmenlah yang akan menguatkannya. Jadi, lebih baik kalian persiapkan diri dengan komitmen yang akan kalian bangun. Hayo, buang segala pikiran negatif ya!

Peluang Lain Muncul, Bikin Kamu Mikir-Mikir Lagi Buat Nikah

Kesempatan beasiswa datang, tawaran pekerjaan bagus muncul, mimpi baru menyapa. Pilih mana ya? Nikah atau …

Kondisi demikian membuat kamu berpikir ulang. Gimana kalau ternyata ini kesalahan besar? Gimana kalau aku bakal sengsara karena keputusan ini? Masa depanku benarkah ada di hidupannya?

Ketahuilah, menikah bukan berarti memutus cita-citamu dan bukan berarti juga mematikan karirmu. Kamu masih bisa kok melanjutkan study jika sudah menikah, atau kamu bisa meningkatkan karirmu dengan banyak prestasi. Kamu cukup bicarakan ini dengan pasanganmu sebelum menikah, agar kalian memiliki komitmen. Kalian bisa kok saling support berjuang sama-sama dari 0, bukankah itu terasa lebih so sweet.. Jadi jangan takut kalau masa depanmu hancur karena menikah, Allah sudah menjatahkan rejeki bagi yang mau berusaha.

Tiba-tiba Keluarga Besar Jadi Kurang Suka dengan Pilihan Kita 🙁

Saat restu sudah ditangan, eh, tiba-tiba orang tua berubah pikiran. Ada aja komentar engga enak dari salah satu anggota keluarga besar kamu pada si dia atau begitupun sebaliknya dari keluarga dia pada kamu.

Jangan panik, disini kamu hanya perlu berjuang untuk meyakinkan keluarga masing-masing. Kamu bisa bicarakan baik-baik dengan mereka apa yang salah. Perlu diberi pengertian juga kepada keluarga, kalau kamu sudah mantap dan merasa cocok dengan calon pilihanmu. Kamu mesti melibatkan Allah lagi dalam hal ini, karena restu bukan soal perkara main-main. Kalau kamu bersabar melaluinya, InsyaAllah keadaan akan membaik.

Syetan selalu punya cara untuk menggoyahkan imanmu, termasuk mengacaukan hati dan pikiran agar kamu mengurungkan niat beribadah melengkapi separuh agama. Jika kamu merasakan salah satu godaan-godaan di atas, hayo luruskan lagi niatmu, lawan godaan syetan. Banyak berdoa kepada Allah agar selalu dalam ridho dan perlindungan-Nya 🙂