Antara Kita Memang Harus Berhenti, Sebelum Peduli Berganti Saling Menyakiti

Tulus Mencintaimu

Aku tahu pasti bagaimana hubungan ini akan terhenti. Siklusnya tak pernah berubah. Perputaran tali rantainya pun selalu sama. Suatu hari, kisah ini akan sampai pada kata sudah. Tak peduli cinta kita masing-masing masih ada ataukah telah musnah.

Antara kita memang harus berhenti, sebelum peduli berganti saling menyakiti. Agar tiada hati yang kelak merasa terkhianati.

Takdir bukanlah hal yang bisa direkayasa. Kehendak Ilahi tak bisa dimanipulasi sesuai keinginan hati. Harusnya kita malu saat meminta restu Tuhan, padahal jalinan ini telah salah sejak awal. Belahan jiwamu belum tentu aku. Aku tak ingin ada hati yang terlukai oleh kebersamaan kita saat ini.

Mari berjanji untuk saling melepaskan, untuk kemudian berpengang teguh pada takdir yang sudah Allah tentukan.

Aku Menemukan Kedamaian Dalam Ketiadaanmu, Maka Aku Tidak Kehilangan Apapun Termasuk Sebelum Peduli Akan Datang.

Tak pernah kuduga bahwa kehilanganmu mendatangkan ketenangan sebaik ini. Tak kukira bahwa pergimu ternyata bisa membawa kebahagiaan baru. Aku kembali merasakan udara segar setelah sekian lama tersekap oleh cintamu yang brutal. Pandanganku justru lebih luas setelah jejakmu hilang tak berbekas.

Kehilangan? Sepertinya situasi ini terlalu menenangkan untuk mendefinisikan sebuah kata yang menyakitkan. Aku bersumpah aku tidak kehilangan sesuatu yang berarti. Jika harus kusebutkan beberapa hal yang pergi dari hidupku, maka itu adalah kekangan, tipuan, dan permainanmu.

Bukan Aku Tak Punya Hati, AKu Hanya Sedang Menjaga Hati Untuk Seseorang yang Memang Pantas Kumiliki.

Atas perhatianmu, atas caramu mendekatiku, aku tahu bahwa kamu memiliki maksud padaku. Aku cukup berperasaan untuk menerjemahkan kode yang kau selipkan. Aku mengerti bahwa kamu mau kita lebih dari ini, hanya saja caramu membuatku ingin mundur secara teratur.

Kamu lelaki baik, pasti banyak perempuan yang ‘kan tertarik. Aku bukannya tak punya hati. Aku punya, namun sayangnya ia tak berpihak padamu.

Terkadang Dibutuhkan Sayatan Luka yang Amat Menyakitkan Untuk Membuat Logika Kembali Berjalan.

Dibutuhkan udara segar agar otak dapat berpikir dengan benar. Dibutuhkan pengalaman agar hidup tidak berjalan sembarangan. Melepaskan diri dari kebiasaan memang bukan hal yang mudah. Namun bertahan pada hal yang buruk tentu lebih salah.

Melalui luka mungkin pandanganmu justru lebih terbuka. Pengalaman pahit akan membantumu dalam menjalani hidup yang lebih sulit. Caramu bangkit dan tertatih akan menjadikanmu pribadi yang tak kenal letih. Dengan begitu, selanjutnya takkan lagi terpuruk oleh luka yang sama.

Lebih Baik Aku Terkungkung Dalam Kerinduan Daripada Menghubungimu Dan Kembali Mengulang Kebodohan.

Bagiku rindu sekedar efek samping dari perpisahan. Rindu bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan. Juga bukan celah untuk terciptanya sebuah pertemuan. Sebab hakikatnya merindukanmu dan mengharap hadirmu merupakan dua hal yang berbeda.

Aku merindukanmu dan berhenti sampai di situ. Tidak ada keinginan memulai hubungan walau untuk sekedar menanyakan kabar. Aku sudah melangkah terlalu jauh. Mustahil bila harus kembali dan memilih terjatuh.

Artikel ini merupakan status instagram dari @herquote_ Jangan lupa untuk follow mendapatkan update terbaru.