Bunga Pernikahan Ini Menjadi Saksi, Cinta Kita Akhirnya Menjadi Cinta Suci

Bunga Pernikahan

Dalam dunai percintaan, sebenarnya takdir sering sekali tak berpihak kepadaku. Banyak kisah cintaku yang berujung pada perpisahan, menyisahkan luka dan air mata. Hingga pada akhirnya aku harus belajar berdamai dengan diri sendiri untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur mengangah.

Berbagai tempat aku kunjungi hanya untuk melupakan kepedihan cinta yang kamu rampas. Mulai dari destinasi wisata Garut, destinasi apik di Sukabumi bahkan gagahnya sang merapi telah kudaki. Semua ini kulakukan hanya demi mulupakan kamu yang terlanjur ku sayang , meski pada akhinrya aku yang terbuang.

Awalnya Aku Mulai Ragu, Benarkah Akan Ada Orang Yang Mencintaiku Dengan Tulus

Dari berbagai pengalaman cinta yang tak pernah berpihak kepada diriku. Aku mulai ragu tentang takdir, cinta sejati bahkan akankah ada orang yang mencintaiku dengan tulus. Dibalik dengan mulai menipisnya iman, aku mulai menyadari bukankah manusia diciptakan di bumi ini berpasang-pasangan? Lantas buat apa aku khawatir.

Mungkin memang saat ini, aku sering dipertemukan dengan orang yang tidak tepat. Untuk mengajarkan bahwa cinta sejati itu akan datang di waktu yang tepat tanpa membwa luka dan air mata. Hingga akhirnya aku mulai mneyadari bahwa hidup ini bukan hanya perkara cinta saja.

Di Balik Lelahnya Memperbaiki Diri Dengan Berbagai Aktivitas Sosial, Aku Mulai Percaya Lagi Kepada Takdir Tuhan.

Setelah perjalanan yang semakin panjang, akhirnya aku mulai menemukan kembali semangat hidupku. Aku mulai percaya bahwa kelak akan ada jodoh yang baik untukku. Aku memperbaiki diri dan berusaha secara terus menerus untuk menjadi baik, hingga akhirnya aku benar-benar lupa memikirkan perkara jodoh.

Berbagai kegiatan sosial mulai ku ikuti untuk membantu, bukankah manusia yang paling beguna bagi orang lain adalah salah satu manusia yang paling beruntung. Berbagai kegiatan majelis taklim pun tak pernah luput dari agendaku, untuk menambah pengetahuan agamaku dan menguatkan imanku kembali yang mulai memidar.

Hingga Pada Akhinrya, Aku Menemukan Jodohku. Alhamdullah ya Allah, Memang Jodoh Tak Bisa Ditebak.

Dibalik semua kesibukanku dan mulai lupa perkara jodoh, akhinrya aku menemukan dia yang kini sudah menjadi pendamping hidupku. Tak banyak kata dan janji manis, tapi langsung di ikat dengan kata qabiltu, di catat dalam buku nikah dan terucap sah dari saksi.