Selama Dirimu Belum Menemui Ayah, Maka Semua Ucapanmu Hanyalah Sampah

Menemui Ayah
0 145

Siapa saja, dimana saja, semua orang bisa merangkai kata. Apalagi bagi lelaki sang makhluk logika, pasti sangat mudah membuat wanita terpedaya. Tanpa modal juga tak perlu keberanian, kau tinggal ucapkan cinta. Berpindah dari perempuan satu ke perempuan lainnya. Mengobral janji yang nihil buktinya.

Ribuan gombalan memuakkan, beragam rayuan tanpa arti, terus saja kau kirimkan tanpa henti. Kau Menelpon berulang ulang kali. Kau bilang denganku terasa berbeda; ada getaran yang lebih dahsyat dari sebelumnya, ada cinta yang terus tumbuh setiap harinya. Ada kagum yang tak bisa kau jelas dan kau rangkai dengan kata.

Sudahlah, percuma ucapkan kata atau pun janji sumpah serapah. Selama dirimu belum menemui ayah. Maka, semua ucapanmu hanyalah sampah.

Mungkin selama ini dirimu bergaul dengan wanita gampangan, hingga mengira akupun akan mudah luluh dengan rayuan-rayuan yang murahan. Jika memang denganku kau rasa berbeda? Mengapa mendekatiku dengan cara yang sama ? Buktikanlah sumpah serapahmu di hadapan Ayah, atau aku hanya akan menganggapnya sebagai sampah.

Baca Rekomendasi :   Pertemuan dan Perpisahan Selalu Datang Beriringan, Semoga Kita Bisa Menerimanya

SADIS ? Memang. Karena Aku adalah Hati yang Pernah Patah. Maka, Dengan Hati-hati aku memilah agar hatiku tidak terbelah apalagi kembali patah tak tentu arah.

Senja Takkan Indah Bila Matahari Kehilangan Kesabaran, Kamu dan Aku Tanpa Ikatan Pernikahan Akan Mengarah Kepada Kemaksiatan.

Aku Belajar dari ketabahan matahari. Ia mencintai bumi, tapi ia tahu bahwa mendekati bumi sebelum waktunya hanya menyebabkan kehancuran. Dalam penantian dia berdoa. Semakin condong ke barat, semakin dekat ia dengan Rabb-Nya, semakin Allah dekatkan dengan pujaan hatinya. Hingga Allah hadiahkan senja yang indah atas pertemuan mereka.

Pun juga dengan kita. Bersabarlah mengatasi rindu yang berdebar. Karena aku tak menginginkan sekedar pertemuan. Tetapi kebersamaan dalam ikatan yang diridhai-Nya yg semestapun mengiyakannya.

Baca Rekomendasi :   Biar yang Lain Menikah Muda, Saya Memilih Menikah di Saat yang Paling Indah Saja

Berhentilah Menyelahakan Diri Sendiri, Atas Kepergiannya yang Tak Tahu Diri. Yakinlah Allah Telah Siapkan yang Lebih Baik Sebagai Pengganti.

Dia yang tak bisa menerima kurangmu tak pantas untuk lebihmu. Dia yang tak mampu menghargai usaha dan pengorbananmu tak pantas untuk waktu dan kasihmu. Dia yang hanya memikirkan dirinya sendiri tak pantas untuk kau sesali.

Apapun penyebabnya, kepergiannya merupakan rencana Illahi. Maka jangan menyalahkan diri sendiri.
Percayalah yang lebih baik sedang menanti dengan iman dan cinta sepenuh hati.

Artikel ini merupakan kumpulan dari status instagram @Puput.Putri28 , jangan lupa follow dan like ya statusnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page