Cinta Kusimpan Dalam Diam, Ku Lisankan Dalam Doa

Cinta dalam doa
0 362

Setiap insan pasti pernah merasakan jatuh cinta. Ketika cinta menghampiri, hati terasa campur aduk. Ada bahagia, sendu, rindu, dan segala perasaan yang berkecamuk di dalam dada. Pernahkah kita merasakan rindu yang sangat menyiksa pada seseorang? Pernahkah kita merasa ingin sekali memiliki sang pujaan hati, namun apa daya kita tak mampu?

Jika iya, doa adalah jembatan rindu yang tak terbatas ruang dan waktu. Ia bisa menembus sejauh-jauhnya jarak. Sebut namanya dalam setiap doamu, bukankah romantis sekali pasangan yang saling mendoakan demi berjuang di jalan Allah?

Cinta dalam diam, cinta dalam doa, adalah hal termanis yang pernah ada. Setiap saat kita mengharapkan kebahagiaan untuknya, semoga Allah selalu melimpahkan kesejahteraan dalam hidupnya. Saling mendoakan, untuk kemudian dipertemukan. Saling menjaga dalam khusyuknya doa, tanpa pernah meminta balasan atas doanya.

Baca Rekomendasi :   Bila Tak Sampai Aku Nyatakan Cinta dalam Kata, Biar Rindu Ini Kusimpan dalam Doa

Dan ketika akhirnya kalian dipersatukan dalam suatu pernikahan, yang membuat kalian melebur menjadi satu dalam kesucian cinta, kalian akan tetap saling mendoakan satu sama lain dan sama-sama berjuang di jalan yang benar. Betapa manisnya cinta dalam doa, yang berlandaskan keyakinan akan dipertemukannya suatu hari nanti.

Cinta yang suci, tak ternodai. Berdua menjalani bahtera kehidupan. Berjuang di jalan Allah. Fii sabilillah.

Di Saat Kamu Mencintai Seseorang, Maka Berdoalah Untuk Dia. Terutama Saat Kamu Jauh Darinya.

Cinta adalah fitrah, karunia Allah yang diberikan kepada setiap manusia. Cinta adalah perasaan suci yang lahir dari dalam hati manusia, baik itu cinta kepada lawan jenis, sesama mahluk-Nya dan yang pasti cinta manusia pada Sang Pencipta.

Baca Rekomendasi :   Bosan Dalam Hubungan Itu Manusiawi. Tapi Jangan Jadikan Sebagai Alasan Untuk Pergi

Namun, seiring berlalunya waktu dan masuknya era modernisasi, cinta manusia yang suci mulai tergerus oleh yang namanya nafsu. Cinta yang suci pada-Nya tergerus oleh cinta pada sesama ciptaan-Nya (lawan jenis). Cinta yang suci tergerus kesuciannya akibat kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai cinta itu sendiri.

Menyukai dan mencintai lawan jenis adalah fitrah dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 14 di sebutkan “Dijadikanlah indah pada (pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang diinginkan, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).

Baca Rekomendasi :   Aku Sedang Belajar Untuk Kuat, Meski Sebenarnya Sudah Tidak Mampu

Belajar mencintai dalam diam dengan keimanan. Berharap agar dapat menjaga rasa malu kita dan memelihara kesucian hatinya. Inilah cara mencintai karenaNya, diam dan tak pernah terucap. Hingga di ujung lidah yang lunak bahkan tak pernah terlukiskan oleh aktifitas yang dapat engkau lihat. Berharap menjadi Fatimah yang tak pernah sekalipun mengungkapkan. Dan menjadi Ali Bin Abi Thalib yang tak pernah sekalipun mengecewakan apalagi menduakan.

Begitulah seharusnya kita mencintai lawanjenis, tanpa membuat kita dan dia yang kita suka menjadi penikmat dosa.

Artikel ini merupakan status instagram dari @hai.iki

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page