Hanya Karena Rasa, Seseorang Bisa Berubah Menjadi Berbeda Dari Biasanya

Ketika seseorang sudah jatuh cinta dan dibutakan oleh yang namanya cinta, ia bisa saja berubah 180 derajat atau bahkan 360 derajat berbeda dari dirinya semula. Begitulah besarnya pengaruh rasa cinta ketika menghinggapi diri seseorang. Sebenarnya tidak ada yang salah ketika seseorang menaruh rasa suka. Hanya saja terkadang, pribadi seseorang tersebut yang membuatnya jauh berbeda dan berubah dari biasanya. Dirinya terlalu berlebihan dalam mengekspresikan perihal rasa.

Mereka yang tengah jatuh cinta pastinya akan berusaha untuk terlihat sempurna di mata orang yang disukai. Apapun yang tak mereka bisa, apapun yang tak biasa mereka lakukan dan apapun yang tak pernah mereka sukai, hanya demi untuk dia yang dicinta sebisa mungkin diusahakan dan dilakukan. Semua hanya demi menarik perhatian dan hati ia yang dicinta.  

Seseorang memang tidak bisa menahan diri ketika rasa sudah mulai menghinggapi. Pastinya ia akan berharap agar rasa itu dapat tersampaikan atau bahkan terbalaskan. Dan tanpa mereka sadari, seringnya membuat mereka menjadi lupa diri dan bukan menjadi diri sendiri. Selalu berupaya untuk bisa menjadi seseorang seperti apa yang diinginkan oleh orang yang disukai!

Sampai kapan sih bertahan untuk tidak menjadi diri sendiri demi menyenangkan orang yang disukai?

Bukankah cinta itu bisa menerima apa adanya? Bukankah cinta itu siap dengan segala kurang dan lebihnya diri? Lantas kenapa ketika rasa sudah ikut serta dan cinta bersemayam dalam diri bisa membuatmu berubah dan berbeda seketika?

Mungkin ketika masa pendekatan kamu bisa saja menjadi orang lain dan selalu menuruti inginnya orang yang kamu sukai. Tapi apakah kamu bisa bertahan dengan menjadi orang lain untuk selamanya ketika menjalin hubungan bersamanya nanti?

Percayalah guys, manusia itu punya kadar kebosanan. Mungkin saat ini memang tidak masalah bagi dirimu. Dan mungkin kamu pun masih santai untuk melakukannya dan tidak merasakan adanya beban. Tapi percayalah cepat atau lambat dirimu pun akan bosan untuk melakukan hal itu dengan selalu saja menjadi orang lain secara terus-terusan!

Ketika seseorang sudah jatuh cinta, perkataan orang lain hanyalah omong kosong bagi mereka

Memang tak salah pepatah yang mengatakan kalau cinta itu buta. Dan ketika seseorang sudah jatuh cinta, dunia menjadi serasa milik berdua. Orang lain hanya menumpang saja. Pendapat orang lain, perkataan orang lain dan masukan orang lain untuk mereka tidak akan berarti baginya. Dan bahkan mereka menganggap itu sebagai omong kosong semata. Sebegitu bodohkah dirimu ketika jatuh cinta?

Sadarlah bro, rasa suka dan cinta yang menghampirimu saat ini hanyalah rasa sesaat saja. Perasaan berbunga-bunga yang muncul saat kamu belum mendapatkan dan menjadi pemilik hatinya! Namun ketika kamu sudah mendapatkannya, belum tentu rasamu itu akan tetap dan selalu saja sebesar itu. Sebab kebanyakan orang menaruh usaha lebih hanya di awal saja. Jadi tak perlu menjadi orang yang lebay jika jatuh cinta!

Jangan terlalu berlebihan mengekspresikan rasa. Cukuplah sewajarnya dan sekedarnya saja!

photo by instagram.com/creativa_photo

Dicintai, mencintai, dan memiliki rasa suka kepada seseorang itu memang tidaklah salah. Namun jika rasa sukamu itu kamu ekspresikan dengan cara berlebihan, tentulah akan menjadi salah. Cukup cinta sekedarnya, suka sekedarnya dan memiliki rasa sekedarnya. Sebab ketika rasamu itu sudah terlanjur berlebih, dirimu lah yang akan menanggung perihnya nanti. Bukankah segala sesuatu yang berlebih itu tidaklah baik?

Ketika kamu mengekspresikan rasamu itu dengan cara berlebihan, saat kamu dikecewakan oleh rasa dan ia yang kamu suka, maka sakitmu pun akan teramat kamu rasakan. Namun sebaliknya, jika kamu cinta sekedarnya, cinta sewajarnya, kalaupun nanti kamu merasakan sakit, pastinya rasa sakitmu pun tidak akan teramat dalam untuk kamu rasakan. Pastinya kamu pun tidak akan terlalu digalaukan oleh ia yang kamu suka.

Tetaplah menjadi kamu yang saat ini ketika rasa menghampiri dirimu

Jangan hanya mengandalkan rasa saja ketika jatuh cinta. Logikamu pun harus juga kamu gunakan. Agar rasa cintamu tidak berakhir begitu saja. Jangan mau dibodohkan oleh cinta. Dan jangan sampai dirimu pun menjadi budak cinta nantinya jika kamu hanya mengandalkan rasa saja. Sebab rasa cinta dan logika itu harus berjalan beriringan agar kamu tidak dibutakan dan dikuasai oleh cintamu itu.

Berubah jadi lebih baik itu boleh. Asalkan memang karena inginnya hati dan diri. Bukan karena orang yang disukai

photo by instagram.com/creativa_photo

Tidak ada yang salah ketika seseorang berusaha berubah menjadi lebih baik. Yang salah adalah ketika seseorang tersebut berubah menjadi buruk dari dirinya yang sebelumnya. Serta niat berubahnya itu yang bukan dari hati dan dirinya sendiri, melainkan dikarenakan orang yang disukai.

Jika kamu berubah hanya untuk orang yang disukai, ketika rasa tak ada lagi dalam dirimu, percayalah bahwa perubahan kamu itu tidak akan bertahan lama. Setelahnya kamu pun akan balik lagi menjadi dirimu yang dahulu. Sebab berubahnya kamu bukan karena niat dalam diri, melainkan karena ia yang kamu sukai.

Jadi sebesar apapun rasa yang ada pada dirimu kepada seseorang, jangan sampai rasa itu melebihi kecintaanmu kepada Rabb-mu. Dan yang terpenting untuk tetaplah selalu menjadi dirimu sendiri tidak peduli sebesar atau sesayang apapun kamu kepada seseorang. Sebab cinta yang tulus adalah cinta yang bisa menerima apa adanya tanpa merubah apapun yang ada pada dirimu itu.