Hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Pengembangan Minat dan Bakat Anak.

Minat dan bakat anak

Sebagai orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi orang sukses. Kamu sebagai orang tua pasti mati-matian mencoba mengembangkan bakat anak menjadi lebih mahir.

Bakat memang tidak datang dengan sendirinya. Bakat bisa tercipta dengan tempaan pembelajaran yang tiada henti. Sementara minat adalah keinginan sang anak yang berhubungan dengan cita-citanya. Baik minat, maupun bakat anak harus kamu ketahui. Setiap anak memiliki minat yang berbeda-beda. Antara anak yang satu dengan anak yang lainya tidaklah sama. Misalnya anak kamu yang bungsu. Ia minatnya ingin menjadi pemain sepakbola profesional.

Sedangkan anak sulung yang kamu punyai. Bisa saja ia ingin menjadi pelukis yang handal. Nah, pada tataran minat ini anak masih berada pada tahap wacana keinginan, belum mulai pada pengembangan bakat anak. Nah sebagai orang tua yang memberikan akses pendidikan kepada anak. Kamu perlu mengarahkan anak-anakmu yang mempunyai minat besar terhadap suatu aktivitas pekerjaan. Bisa kamu arahkan dengan melalui berbagai cara berikut.

Baca Rekomendasi :   Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kamu Pegang, Yaitu Sabar dan Syukur

Pertama, kembangkanlah bakat anak melalui pendidikan ekstrakurikuler. Jika anak kamu misalnya sangat minat menjadi pemain sepakbola yang profesional. Langkah pertama agar kamu bisa mewujudkan impian anak kamu yaitu dengan cara memasukkan anak ke lembaga pendidikan khusus sepakbola. Atau biasa yang di sebut dengan SSB ( Sekolah Sepak Bola). Dengan kamu memasukkan ke sekolah seperti itu. Minat anak akan di konversi menjadi bakat. Bakat akan muncul karena anak akan di tempa dengan berbagai jenis latihan teknik -teknik dasar dalam bermain sepak bola hingga level advance.

Begitu juga sebaliknya jika anak kamu yang satunya memiliki minat yang besar pada dunia lukis. Kamu bida mengembangkan minat anak yang suka dunia melukis itu ke sekolah sanggar lukis. Atau yang biasa disebut dengan sanggar seni.

Baca Rekomendasi :   Jangan Pernah Menyerah, Meski Kamu Tak Mampu Lagi untuk Melangkah

Jika kamu telah memasukkan anak yang minat besar di dunia lukis itu ke sanggar seni. Maka jika  ia  telah masuk ke sanggar seni. Anak barulah akan di tempa bakatnya. Di sanggar tersebut anak akan diberi materi teknik-teknik dasar melukis, aliran-aliran dalam melukis. Sehingga anak kamu mengerti aliran lukisan seperti surealisme,  maupun eufemisme. Jika anak sudah mengetahui teknik lukis tersebut. Maka bisa disebut bakat anak telah muncul.

Bakat seorang anak memang tidak muncul otomatis begitu saja saat ia lahir. Tapi bakat anak baru muncul karena di tempa lewat pembelajaran. Nah kamu bisa mengembangkan bakat anak melalui pendidikan berbasis ekstrakurikuler.

Kedua, ikutilah anak dalam berbagai kompetisi. Supaya ada pengembangan bakat anak. Hal yang harus dilakukan oleh orang tua yaitu mengikutkan anak pada kejuaraan kompetisi di berbagai tingkatan. Pengikutsertaan anak dalam berbagai kompetisi bisa diartikan sebagai ajang evaluasi, dan pengeksperisan diri. Apakah anak kamu sudah maksimal belajarnya, atau belum. Jika anak kamu selaku gagal dalam berbagai kompetisi yang ia ikutinya.

Baca Rekomendasi :   Kamu Terlalu Sibuk Minta Solusi Kepada Manusia, Tapi Sudahkah Kau Mohon Kepada Allah

Berarti ada yang salah pada saat proses pembelajaran. Jika hal demikian yang ditemukan. Kamu bisa memindahkan anak ke tempat pendidikan ekstrakulukuler lain. Tujuannya supaya anak bisa bergumul dengan pengetahuan, dan lingkungan yang baru. Lingkungan baru ini biasanya akan memaksimalkan potensi bakat anak menjadi lebih baik.

Namun perlu diperhatikan. Jika anak tak lagi minat terhadap suatu hal. Jangan paksakan. Bisa jadi memang ia tidak berbakat dalam bidang itu. Baik karena kondisi psikologis yang tak mendukung. Maupun kondisi tubuhnya yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang ia minati.