Perempuan Harus Tahu Persiapan Kelahiran Sejak Sebelum Menikah

Sebelum Menikah

Harapan terbesar para kaum perempuan sepanjang hidupnya tang dinanti. Adalah bisa memiliki momongan. Ketika perempuan berhasil memiliki momongan. Hidupnya seolah-olah telah memasuki babak baru. Jiwanya merasakan seperti dilahirkan kembali. Para perempuan begitu bahagia bisa memiliki anak. Bahkan ada ungkapan klasik yang beredar di telinga kita “ belum jadi perempuan, kalau belum memiliki anak”. Begitulah kira-kira ungkapannya.

Bisa memiliki anak adalah dambaan setiap kaum perempuan. Kehadiran anak sangat dinanti-nanti. Anak bagi para kaum perempuan juga merupakan harta terindah yang melebihi segalanya. Anak baginya adalah tempat curahan kasih sayang yang ia berikan seutuhnya.

Membayangkan memiliki anak yang luar biasa dapat membuat kebahagiaan hidupmu bisa diraih sepertinya membuat kamu sebagai kaum perempuan, buru-buru ingin merencanakan program memiliki momongan kepada suami. Eits, tapi tunggu dulu. Jangan terburu-buru. Tidak baik segala hal yang dilakukan dengan terburu-buru.

Baca Rekomendasi :   Meski Hubungan Kita Tanpa Status, Ku Harap Kita Menjadi Pasangan Halal Kelak

Sebelum merencanakan kehamilan, ada beberapa persiapan yang harus perempuan lakukan. Agra janinya bisa sehat, dan lahir dengan selamat. Apa saja persiapan itu, berikut kami paparkan persiapan apa saja yang harus dilakukan para perempuan sebelum merencanakan program kehamilan.

Cek Kesehatan Reproduksi Dari Penyakit Kelamin

Sebelum para perempuan merencanakan program memiliki momongan. Sebaiknya cek terlebih dulu kesehatan reproduksinya kepada dokter spesialis kandungan, atau dokter spesialis kelamin.

Pengecekan kesehatan reproduksi memastikan supaya sang calon ibu. Sedang tidak mengidap penyakit kelamin seperti AIDS, atau sifilis. Jika dalam pengecekan kesehatan reproduksi itu  perempuan sedang mengidap penyakit sifilis . Maka ditahan dulu program kehamilannya. Penyakit sifilis akan diobati dulu biar tak membahayakan janin. Jika penyakit sifilisnya hilang. Barulah bisa memulai program memiliki momongan.

Baca Rekomendasi :   Lakukan 8 Hal Ini, Agar Kamu Tidak Gugup Ketika Ijab Qabul

Cek Masa Subur

Upayakan cek masa subur sebelum merencanakan momongan. Masa subur wanita biasanya berbeda antara wanita satu dengan yang lainya. Nah karena masa subur bersifat random, dan sulit diketahui. Cobalah berkonsultasi dengan para dokter kandungan.

Jika kamu sudah mengetahui masa subur diri sendiri. Kamu bisa mulai merencanakan program memiliki momongan kepada pasangan saat itu juga.

Konsumsi Susu Pra Hamil

Supaya nanti janinmu bisa sehat, kuat, dan proses persalinannya lancar. Para perempuan sebaiknya rutin mengonsumsi susu berlaktosa rendah pada masa pra kehamilan. Saat ini telah banyak sekali produk susu pra hamil yang beredar di pasaran dengan takaran nilai gizi yang berbeda-beda. Semakin tinggi harganya maka semakin tinggi pula kandungan nutrisinya.

Baca Rekomendasi :   Selain Akhlaq dan Agama, Kesetiaan dan Tanggungjawab Seorang Lelaki Itu Harus

Tapi bagi kamu yang alergi terhadap kandungan laktosa pada susu. Kamu bisa mengganti susu lain yang tidak mengandung laktosa. Biasanya susu jenis ini lebih ramah dikonsumsi bagi perempuan yang alergi laktosa.

Para perempuan tinggal memilihnya sesuai dengan, selera, dan rasanya. Konsumsilah susu ini rutin selama satu bulan sebelum program kehamilan kamu mulai. Dijamin janin kamu nantinya akan sehat, dan kuat.

Mempersiapkan Diri dengan Rajin Berolahraga

Layaknya seorang laki-laki. Para perempuan juga harus rajin olahraga. Rajin berolahraga dimaksudkan supaya otot-otot perut bisa kuat menopang janin pada saat kehamilan nantinya. Para perempuan bisa melakukan aktivitas olahraga yang menekankan kekuatan pada  pengembangan otot perut. Olahraga yang menekankan pada otot perut diantara-Nya yaitu skotjam, pushup, angkat berat, dlsb.

Intensitas olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh perempuan. Jika sudah terasa lelah jangan dipaksakan. Lakukan aktivitas olahraga ini rutin selama satu bulan sebelum merencanakan momongan. Olahraga bisa kami lakukan ketika sore, atau pagi. Waktunya bisa kamu sesuaikan sendiri.