7 + Fakta dan Bukti, Bahwa Kamu Di Kelilingi Oleh Teman Tapi Beracun

Jomblo Selalu Bahagia

Manusia sebagai makhluk sosial, memang tidak bisa hidup sendiri. Apapun bentuknya, pasti selalu ada suatu hubungan dengan orang lain. Hubungan keluarga / Family, hubungan pertemanan, persahabatan, percintaan, hubungan kerja, bahkan  juga ada hubungan permusuhan 😊

Yaa.. sekalipun orang bermusuhan, seringkali mereka saling menyerang satu sama lain untuk kepuasan masing masing untuk merasa benar. Itu artinya, sekalipun bermusuhan manusia juga perlu mengekspresikan suatu emosi dalam hubungan.

Salah satu hubungan yang positif, adalah “sahabat”. Yakni orang yang terdekat dengan kita, lebih dari seorang teman biasa yang lebih mengerti detil baik buruknya kita dan selalu ada di samping kita. Bahkan seorang sahabat seringkali lebih setia dan memahami kita, daripada pasangan kita atau keluarga kita.

Nah yang sering kejadian nih gengss…

Teman dekat atau sahabat yang sudah kita percayai sepenuhnya, seringkali terjadi kita dengar ceritanya justru malah menjadi seorang “Pengkhianat” yang begitu teganya menyakiti kita. Karena nya kita harus belajar lebih peka dalam menilai teman. Tidak semua teman kita bisa terima percayai mentah-mentah. Kita harus menyaring personality orang – orang di sekitar kita, dengan kita lebih peka terhadap karakteristik orang di sekitar kita khususnya yang kita sebut “teman” atau “sahabat”. Jangan sampai tanpa kita sadari, kita berhubungan dengan “Teman Beracun” yang bisa merugikan dan menyakiti kita.

Psyline.id psikologi online Indonesia membahas tentang apa itu teman beracun? Waspada dan kenali ciri teman beracun.

Apa itu teman Beracun? Dan seperti apakah ciri cirinya?

Racun adalah zat berbahaya yang bisa mematikan. Racun ada di mana-mana, bukan hanya pada hewan berbisa. Teman-teman pun banyak yang memiliki racun. Jangan biarkan teman-teman beracun masuk dalam kehidupan Kita. Karena akan membunuh Kita secara perlahan-lahan.

Teman beracun memang lebih mudah ditemui daripada teman sesungguhnya yang bener bener tulus. Jangan ragu untuk meninggalkan teman beracun. Lebih baik kehilangan satu teman daripada hidup Kita jadi tidak tenang karena terkena polusi energy negatif.

“Layaknya racun arsenik, orang-orang ‘beracun’ secara perlahan akan membunuh Kita. Mereka membunuh semangat positif Kita dan mempermainkan hati dan perasaan Kita. Satu-satunya obat, biarkan mereka pergi.”

–Dennisse Lisseth–

Tanda Ciri Teman Beracun

Jika Kita memiliki sudut pandang yang hangat, terkadang sulit untuk mengenali orang-orang yang beracun dalam hidup Kita. Tetapi Kita bisa belajar mengenali energi seseorang. Kita pun bisa mengidentifikasi negatifitas dengan lebih mudah. Karena nya ilmu “Energy” adalah sangat penting dalam hidup. Karena gengggss… di dunia ini sebenarnya alam semesta hanya mengenal hukum energy.

Energy tidak dapat diciptakan dan tidak dapat di musnahkan, energy hanya bisa berubah bentuk. Kita bisa belajar energy lebih dalam ada di bidangnya khusus “Energy”

Next saya bisa sharing tentang energy yaa, tapi tidak sekarang ya gengss..

Back to TTM… Teman Tapi Menusuk

Teman Beracun

Terkadang memang sulit untuk mengenali seperti apa toxic relationship atau hubungan yang “beracun” itu. Berikut ini adalah sejumlah ciri awam yang biasa terdapat pada teman “beracun”.

Berikut adalah tanda dan ciri teman beracun yang sering Kita temui

Selalu berpikir negatif

Tipe ini selalu bermain dengan prasangka buruk di kepalanya. Misalnya, jika dia menelepon atau mengirim pesan kepada seseorang. Dan seseorang itu tidak mengangkat telepon atau segera membalas pesannya. Dia akan bersumpah serapah. Dia akan mengira temannya itu tidak peduli dengannya.

Padahal belum tentu. Mungkin saja orang itu ada di waktu yang kurang tepat untuk menerima telepon atau membalas pesan. Misalnya sedang meeting atau tidak ada pulsa.

Gemar Menggosip

Dia senang bergosip tentang kejelekan dan hal-hal tidak penting dari tiap orang yang dikenalnya. Bahkan dia mampu ‘ngomongin’ orang yang baru ditemuinya. Hati-hati, karena suatu hari dia akan menggosipkan kita juga pada orang lain.

Selalu merendahkan orang lain saat ditanya

Ketika ditanyai, bukannya menjawab malah semangat mengataimu den Hah, gitu aja gak ngerti sih? Ceman.

Hah? Serius kamu nggak ngerti?

Gitu aja nggak ngerti?

Eh, bro, masa dia ga ngerti coba?

Tidak hanya sekali dua kali, sering sekali si teman ini memperlakukan pertanyaan temannya seperti lelucon. Padahal temannya benar-benar bertanya demi memberantas ketidaktahuan. Daripada pura-pura ngerti tapi gak paham? Namun, bukannya memberi jawaban dia malah menjadikan temannya itu sebagai bulan-bulanan.

I’m The Boss

Dia senang menyuruh-nyuruh temannya atau mengatakan apa yang harus temannya lakukan dan bagaimana cara melakukannya. Jangan mau dibodohi seperti itu. Kita adalah boss dari hidup Kita sendiri. Tapi bukan berarti juga kita bisa seenaknya pada orang lain. Manusia sosial wajar saja jika kita membutuhkan bantuan orang lain, pada kondisi tertentu sah sah saja kita meminta tolong pada orang lain tetapi dengan cara yang baik dan enak sehingga tidak membuat salah penerimaan pada orang yang kita mintai bantuan. Toh juga tidak setiap hari kita minta bantuan pada orang lain kan..

Pembawa pengaruh buruk

Mungkin sebelumnya Kita tidak memiliki perilaku buruk. Namun setelah bergaul beberapa lama dengan seseorang, Kita jadi merokok, minum-minum, atau matre.
Jika mental Kita tidak kuat atau mudah terbawa arus, jangan bergaul dengan orang-orang berprilaku buruk. Teman pengeluh atau yang mudah stress juga bisa memberi pengaruh buruk pada Kita. Dimana Kita bisa kehilangan motivasi dan semangat hidup.

Karena teman dalam lingkungan, adalah faktor yang paling dominan dan mudah mempengaruhi kita. Kalau kita tidak kuat energy postip nya, kita akan dengan mudah terpengaruh energy negative dari luar.

Seperti kata pepatah kan… kita bergaul dengan tukang minyak wangi, kita akan kecipratan wangi nya. Kita bergaul dengan dengan siapa, maka kita akan “menjadi” apa yang kita gauli..

So bergaul memang menyenangkan, kita boleh bergaul kenal baik dengan siapapun tanpa pandang bulu. Tapi untuk sahabat di lingkaran terdekat, saringlah pilihlah orang orang yang benar benar value nya sama dengan kita atau sejalan dengan apa yang kita ingin “menjadi”.

Artis Drama queen

Penghianat ini tampak manis di depan Kita. Seolah-olah dia teman baik tanpa cela. Namun dia mampu membicarakan Kita di depan orang lain tanpa sepengetahuan Kita. Apa yang dikatakan pada Kita berbeda dengan yang dikatakan pada orang lain.Suka menusuk dari belakang, berwajah manis di depan Kita tapi tidak saat dibelakang Kita. Mereka seakan-akan teman yang menyenangkan ketika bersama mereka. Tapi menyimpan hati yang busuk dan lebih berbahaya. Bahkan ada kala nya drama queen ini tidak segan segan berani mengambil pasangan sahabatnya sendiri. Uuuuggghhh…

Menagih urusan pribadi di depan kalayak umum atau sosial media

Tidak hanya menagih utang, tapi menagih janji. Semua selalu dibahas di depan orang lain atau malah sosial media. Dia gak pernah ada kesadaran untuk menunggu sampai tinggal kita berdua saja dengannya. Atau menghubungi secara empat mata. Kamu yang tadinya sudah beritikad baik untuk memenuhinya malah jadi malas karena cara si teman beracun itu.

Seolah ingin membuat orang lain selalu terlihat ‘bodoh’

Dia hobi sekali mengkritik dan mengoreksi temannya di muka umum. Membantu teman agar dapat memperbaiki dan meningkatkan diri tentu merupakan hal yang baik. Kritik membangun dibutuhkan dalam setiap ikatan persahabatan.

Akan tetapi, lain ceritanya kalau kesalahanmu selalu diumbar dan dikoreksi di saat-saat tidak tepat. Misalnya ketika sedang di depan orang-orang lain atau mengalihkan perhatian dari topik utama hanya karena kesalahan sepele. Bukannya berterima kasih, Kita malah akan merasa terganggu.

Dua hal diatas lebih banyak memojokkan dan menjatuhkan orang lain, yang pada akhirnya membuat orang lain tersinggung dan tidak nyaman bergaul dengan nya.

Haus perhatian

Teman yang haus akan perhatian dibuktikan dengan rajin mengirim pesan menyindir, tetapi enggan menceritakannya. Hal itu dilakukan baik dimedia social atau di group chat. Saat tidak diperhatikan dia akan semakin rajin menyindir.

  • Tau deeeh, gak ngajak-ngajak.
  • Sombong ya sekarang!
  • Cukup tahu aja kok, kamu mah gitu.

Namun, ketika diberi perhatian dia akan memberi respon yang membuat kita sebal. Kalau memang tidak ingin bercerita, mengapa harus diumbar-umbar? Saat kita ingin berinisiatif untuk melibatkannya, dia malah tidak menanggapi. Ada saja yang menjadi bahan sindiran dan keluhannya. Tetapi ketika kamu berinisiatif memperbaiki hubungan dengannya. Dia malah yang selalu tidak bisa, tidak mau, malas-malasan dan seterusnya. Jadi tujuannya apa komentar begitu? Ya Biar kita merasa bersalah, tanpa bisa menebusnya?

Suka bercanda kasar dengan mengejek

Perilaku kasar dapat berupa tindakan secara fisik atau lewat kata-kata. Seperti berteriak, mengatai, mengejek, atau mempermalukan temannya di depan orang lain. Meskipun dia mengatakan hanya bercanda. Dia suka sekali mengejek temannya dengan alasan bercanda. Namun sekalinya dibalas, dia malah emosi setengah mati.

Teman  : hahaha, kamu beli kacamata mau bertenger di mana, pesek?
Kita        : Hehehe, suka-suka aku lah, ndut!
Teman  : … Eh, main fisik kamu ya! Gak banget!
Kita        : ‘mutah-mutah’…..

Pokoknya yang boleh mengejek orang lain hanya dia, dan teman-temannya adalah ‘tong sampahnya’nya.

Hanya ‘ada’ saat kita bersuka cita dan ‘hilang’ saat kita nelangsa

Banyak sekali model teman seperti yang satu ini. Ketika kamu sedang di atas, semangat sekali untuk selalu menemani. Ketika kamu sedang kesusahan sedikit saja, langsung menghilang jejaknya.

Dia selalu menghubungi kita saat butuh saja. Lama tidak terdengar kabarnya, tiba-tiba menelepon atau mengirim pesan. Ujung-ujungnya Kita tahu dia hanya membutuhkan bantuan Kita atau mencari teman curhat saja!

Sahabat tidaklah demikian, sahabat akan selalu ada dalam susah dan senang di samping kita. Berbagi suka dan duka dengan tulus dan kasih.

Selalu Nyinyir

Saat temannya berhasil / berprestasi, bukannya ungkapan selamat yang dia lontarkan. Dia malah komentar miring tentang prestasi temannya. “Keterima kuliah di Australia ya bro? Yah, gue dengar sekarang emang gampang. Lu main bayar pasti!”

Tidak pernah terucap kebanggaan darinya ketika temannya mencapai sesuatu. Seolah selalu ada saja hal buruk yang bisa dibahas dari prestasi temannya. Pekerjaan temannya biasa saja lah, pendidikan temannya gak spesial lah. Meskipun kita tidak gila hormat, tetapi kalau terus menerus dijatuhkan ya kesel juga kan?

Teman seharusnya senang dengan keberhasilan Kita. Jika dia menunjukkan kecemburuan atau iri pada apa yang Kita capai atau miliki. Kita harus sadar bahwa ini adalah indikasi dan ciri teman beracun.

Benalu dan lintah

Tipe benalu adalah salah satu tipe yang paling menyebalkan. Dia sering meminjam barang-barang temannya, bahkan kadang tanpa izin. Tapi dia tidak mau kalau orang lain menggunakan barang miliknya. Selalu minta ditraktir, atau menghabiskan makanan temannya. Teman tipe ini memanfaatkan temannya secara materi.

Selalu menjatuhkan mental

Alih-alih menyemangati, temannya malah ditakut-takuti ketika ingin membuktikan potensi diri. “Yakin mau coba bikin aplikasi? Persaingannya berat lho… Ingat! Dulu yang itu saja kamu gagal.”

Waspadai teman yang berusaha mensabotase temannya demi kepentingannya sendiri. Ketika temannya butuh dukungan dan demi mencapai kemajuan. Dia malah getol mengingatkan temannya pada semua kekurangan atau kesalahan di masa lalu temannya itu.

Selalu berpikirlah positif dan yakin pada potensi Kita sendiri! Jika ada niat dan usaha, kamu pasti bisa!

Sering Ingkar Janji

Selain jam karet, dia senang membatalkan janji pada menit terakhir, atau tidak datang ke suatu acara tanpa pemberitahuan. Tipe ini sering meminta reschedule dengan berbagai alasan. Dia tidak peduli akan kepentingan orang yang telah janjian dengannya. Yang penting, urusan dia pribadi berjalan lancar.

Asyik sendiri

Saat bersama teman-teman, dia hanya fokus pada dirrinya sendiri atau memikirkan hal yang menyenangkan bagi dirinya. Dia akan berjam-jam asyik membicarakan dirinya sendiri dan tidak peduli sitkon. Pokoknya ‘semua tentang Gue’. Persetan orang susah karena aku, yang penting asyik.. sekali lagi Asyiiiiik!

Sok sosialita

Teman-teman Kita selalu mengajak Kita hangout ke tempat-tempat mahal? Tidak perlu takut kehilangan teman-teman sosialita jika itu membuat Kita menghabiskan uang. Bertemanlah dengan orang yang bisa makan di mana saja dan berbelanja di mana saja.

Daripada sok sosialita tapi seringkali kita lihat faktanya dia itu peliitt superr, sok sosialita hanya untuk pamer gitu… Tapi giliran teman nya butuh, dia tidak peduli atau seribu alas an..

Eh ga taunyaa dia kaum BPJS (Budget Pas Pasan, Jiwa Sosialita.. ) eeeyyuuuhhh…

Biar kosong asal sohoorr…  

Sok kaya di media social, namun berlagak miskin bila di depan kita

Dia suka memanipulasi situasi dan selalu bercerita seolah-olah dia memiliki banyak masalah dan seolah-olah orang yang dizolimi. Orang tipe ini memang suka memanipulasi berbagai hal demi kesenangan dan kepentingan pribadinya.

Misalnya:

  • Suka pamer barang-barang branded di social media atau di depan umum tanpa malu. Padahal dia masih punya utang kepada kita dan ditagihnya susah bingit.
  • Suka posting makan di restoran mewah, tapi bila bertemu dengan kita, dia bilangnya belum makan dari SD.
  • Menjelekkan temannya, namun lupa bahwa temannya itu dulu pernah menolong kehidupannya.

Ketika Kita menyadari atau baru mendapatkan kenyataan bahwa teman Kita ternyata beracun, mulailah menjaga jarak. Hal itu mungkin saja sudah terlambat. Kita sudah tercemar akan racun dari teman beracun tersebut. Dan lebih parah lagi, nama kita sudah hancur karenanya.

Semoga Kita selalu terhindar dari tipe-tipe teman seperti ini ya. Dan semoga saja kamu sendiri juga tidak terjerumus menjadi jenis orang dengan watak buruk seperti di atas. Ingat, perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan oleh mereka!

~ WINA ~