Aku Tak Tahu Penantianku Ini Kutujukan, Karena Aku Percaya Allah Tak Membuatku Kecewa

Meninggalkanku

Takdir memang sedikit rumit. Tuhan meminta hamba-Nya bersabar tanpa memberi kabar akan sampai kapan. Kalau kalian bertanya siapa yang aku tunggu, sesungguhnya aku pun tak tahu dan tak memiliki gambaran tentang itu.

Aku tak perlu berpikir dua kali untuk mempertaruhkan waktuku. Aku tidak butuh pilihan lain selain menabahkan hatiku. Karena jika Rabb-ku sudah memintaku menunggu, maka hadiah-Nya pastilah lebih indah dari pintaku.

Mendekatiku Tidaklah Semudah Dulu, Hatiku Terlalu Batu Untuk Mempercayai Janji Dan Kata-Kata Semu.

Kata cinta kini tak lagi bermakna. Kerinduan hanyalah sebatas fatamorgana. Kenyang sudah hatiku menelan ribuan janji. Terlalu beku untuk disirami perhatian lagi. Maaf apabila ini tidak adil bagimu yang benar-benar menginginkanku. Walau kutahu bahwa tak semua orang akan seperti masa laluku. Namun hati ini terlanjur membatu, takut terluka seperti dulu.

Bahkan Cermin yang Pecah Masih Terlihat Berkilauan, Kamu Mungkin Meninggalkanku Berserakan Tapi Tidak Menghancurkan Nilaiku Sebagai Perempuan.

Aku masihlah perempuan yang utuh. Tak ada bedanya dengan perempuan lain yang belum pernah disentuh. Mungkin aku melakukan kebodohan di masa lalu. Namun kini aku adalah pribadi yang baru. Terserah bila mereka hendak memandang hina. Noda ini telah kuterima seutuhnya.

Bisaku hanyalah memperbaiki diri. Tidak untuk dipandang suci, melainkan murni untuk lebih dekat pada Ilahi. Sebagai perempuan dan sebagai manusia, nilaiku hanya dapat ditentukan oleh Sang Pencipta. Biar Dia saja yang memutuskan apakah diri ini layak disandingkan dengan bidadari surga.

Artikel ini merupakan status di instagram kak her.