Katanya Hanya Maut yang Memsihkan Tapi Nyatanya Sebelum Mati Saja Sudah Mendua

Janjinya Maut yang memisahkan

Suka sebel dan pengen nyinyir gak sih sama mantan pacar, yang pas awal mula pacaran janjinya manis tapi akhirnya meninggalkan, dengan cara yang gak baik juga. Bilangnya hanya maut yang dapat memisahkan, tapi sebelum kita matipun dia udah ninggalin. Gak herankan kalau kita marah dan sakit hati banget? sampek pengen nabok 

Rasanya Pengen Nyinyir Sama Mantan Yang Gak Bisa Nepatin Janji Cuma Takut Dikira Belum Bisa Move on

Setelah putus darimu rasanya aku pengen nyindir-nyindir kamu yang tak bisa menepati janji. Rasanya pengen ngumbar busuk-busuknya kamu. Tapi tak berani takut dikira tak bisa move on darimu dan dikira memfitnah kamu, padahal aslinya memang kamunya yang busuk tapi masih ingin dimengerti.

Sakit Hati Rasanya, Bukan Karena Ditinggalkan Mu Tapi Karena Menyesal Mengapa Dulu Jatuh Hati Padamu

Setelah kau tinggalkan, rasanya aku benar-benar sakit dan ingin marah. Bukan karena aku tak bisa melepaskan, tapi karena aku menyesal mengapa dulu aku percaya padamu. Sakit dan ingin marah ini membuatku ingin melampiaskannya padamu, ingin memarahi atau sedikit memukulmu, dan berkata mengapa kau tak seperti yang aku harapkan.

Janjinya Hanya Maut Yang Memisahkan, Tapi Masih Hidup Pun Kau Malah Meninggalkanku

Janjimu dulu kau tak berpisah denganku kecuali maut yang memisahkan. Tapi mengapa kau meninggalkanku. Apakah dengan meninggalkannya diriku itu artinya hati nuranimu telah mati? atau mungkinkah sebentar lagi kau akan mati?

Janjinya Hanya Maut Yang Memisahkan Baru Beberapa Tahun Berpacaran Sudah Mau Berpisah

Awal mula jadian, janjinya hanya maut yang dapat memisahkan. Tapi mengapa baru beberapa tahun pacaran sudah mau berpisah. Belum sempat lamaran atau ngenalin ke orang tua sudah mau main ditinggalkan. Sungguh kelihatan sekali bila kau selama ini hanya ingin mempermainkan.

Ternyata Janjimu Itu Bukan Maut Tapi ‘Mau’; Iya Mau Berpisah Ketika Kau Sudah Bosan Dan Menemukan Yang Baru

Katanya hanya maut yang dapat memisahkan, nyatanya bukat maut tapi maumu saja. Iya, kapanpun kamu merasa bosan kau mau meninggalkan. Sungguh kau memang tak pantas untuk dijadikan pasangan, sebab pada Tuhan pun kau tak takut apalagi pada diriku.

Sumber Artikel : Duapah.com