Perbedaan Karakter Dalam Hubungan Asmara, Bukan Berarti Harus Menjadi Konflik yang Memudarkan Cinta Pasangan

Berbeda sifat

Setiap manusia diciptakan oleh Tuhan dengan keistimewaan nya masing masing. mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Bahkan orang kembarpun tidak benar benar sama persis, selalu ada sisi karakteristik yang berbeda antara satu orang dengan orang lain nya. Begitu juga termasuk di dalamnya adalah aneka ragam karakter masing masing orang yang tidak sama antara satu dengan lainnya.

Dalam hubungan antar personal manusia, terkadang hal ini tidaklah mudah. Ada kalanya gesekan perbedaan menjadi masalah yang rumit. Begitu juga dalam hubungan asmara. Seringkali hubungan asmara dilandasi dengan persamaan, kecocokan satu sama lain yang menyatukan hubungan. Namun seiring waktu berjalan, dalam hubungan apapun akan selalu muncul sifat dan karakter asli masing masing orang.

Biasanya disana timbul perbedaan dan ketidaknyamanan hubungan jika ada pihak yang merasa tidak cocok, tidak bisa menerima sesuatu yang tidak dia sukai atas perilaku orang lain. Mulai dari rasa yang ga nyaman, risih, sampai jadinya komplen atau bahkan bisa menjauh dan memutuskan hubungan. Semuanya bisa saja terjadi

Taukah kamu… bahwa segala apapun yang terjadi adalah hukum sebab akibat. Orang bilang tak ada asap kalau tak ada api. Begitu juga dengan konflik yang ada dalam hubungan asmara. Konflik dalam asmara, ga mungkin tiba tiba tanpa sebab. Kalau kamu peka girls… kamu pasti bisa menemukan penyebab yang menjadikan pemicu atas konflik hubunganmu dengan doi.

Kemampuan mengenali penyebab terjadinya konflik, akan sangat membantu dan memudahkan kamu dalam mengatasi masalah yang terus bergulir. Lalu apa saja yang menjadi pemicu konflik dalam hubungan asmara sih…

Pertama adalah egois dan keras kepala.

Manusiawi jika setiap orang memiliki ego, dan tentunya ingin memenangkan egonya sendiri. Namun hal ini akan menjadi sumber masalah ketika kamu sedang dalam suatu hubungan. Berdasarkan pemahaman diatas, kita tau dari awal bahwa setiap orang memang memiliki perbedaan. Jika kita tidak bisa menerima perbedaan, kita akan mudah sekali menjadi egois dan keras kepala tidak mau mengerti perbedaan.

Dalam hubungan asmara, kamu dan pasangan perlu melemahkan ego masing masing agar hubungan berjalan baik dan harmonis dalam toleransi perbedaan yang disajikan. Buatkan kesepakatan atau komitmen mengenai hal hal apa saja yang menjadi ketentuan bersama untuk menunjang kenyamanan hubunganmu dengan pasangan. Kamu dan pasangan perlu memperhatikan kepentingan hubungan bersama, buka hanya kepentingan pribadi masing masing.

Saling mengerti, mengalah, toleransi adalah kunci dari kesabaran melawan ego yang harus dikendalikan. Kalau kamu atau pasanganmu belum bisa menurunkan ego masing masing, masih ingin menang sendiri dan tidak mau mengerti satu sama lain… sebaiknya jangan dulu memulai hubungan, karena kamu tidak akan siap jika suatu saat ke depan dalam hubunganmu terjadi perbedaan yang tidak bisa saling menerima maka hubungan hanya akan diwarnai pertengkaran yang melelahkan.

Bukan kah setiap orang menginginkan kebahagiaan? Jika kamu dengan dirimu sendiri bisa bahagia, maka jika memang ada pasangan harusnya hidupmu lebiihh bahagia kan

Kedua adalah sikap suka menuntut berlebihan.

Beberapa orang tanpa disadari kadang kala sering menuntut pasangan nya secara berlebihan. Mulai dari menuntut pasangan nya untuk mengikuti semua maunya, hingga mengubah pasangannya menjadi apa yang dia inginkan. Orang lain dipaksa untuk menjadi seperti apa yang kita mau.

Sikap seperti ini justru bisa menimbulkan konflik karena orang tidak nyaman jika dipaksa, apalagi jika dia harus melakukan sesuatu yang tidak dia sukai atau dia harus menjadi sosok orang lain yang membuatnya tidak nyaman hanya untuk memenuhi keinginanmu. Jika dia mencintaimu, mungkin saja dia rela melakukannya demi untuk menyenangkan dirimu.

Tapi seberapa lama nya hal seperti itu bertahan, jika suatu saat ada masalah yang membuatnya lelah… maka “bom waktu” akan meledak! Karena bagaimanapun setiap orang, sekalipun itu pasanganmu yang paling mengerti dan mencintaimu.. dia tetaplah memiliki kehidupan sendiri dengan kepribadian nya sendiri.

Ketika pasangan sudah merasakan banyak tuntutan, ia bisa saja menjadi berontak dan bahkan menjauh pergi dan meninggalkanmu karena dia menganggap kamu tidak menghargainya atau bahkan dia pikir kamu tidak bisa menerima dia apa adanya.

KETIGA adalah asumsi yang berlebihan.

Asumsi berlebihan dapat menjadi pemicu konflik, misalnya ketika melihat pasangan dekat dengan lawan jenis kamu cemburu dan jadi berasumsi macam macam yang belum tentu benar. Kamu pikir mereka bermesaraan, mereka punya hubungan khusus, dan lain sebagainya yang menimbulkan perasaanmu tidak nyaman.

Bisa saja hal ini hanya berawal dari “asumsi” kamu yang berlebihan tapi malah menjadi konflik yang berkembang ke mana mana. Atau biasanya jika pasangan pergi bermain bersama teman teman nya, seringkali wanita merasa tidak diperhatikan dan jadi menimbulkan salah paham yang memicu konflik dalam hubungan. Asumsi akan menguasai pikiranmu, kemudian kamu akan menjadi merasa tidak nyaman, insecure, marah, dan mulai pertengkaran yang tidak jelas dengan pasangan dan bisa berkembang menjadi besar jika tidak diatasi.

Karenanya ladies… hindari lah asumsi yang berlebihan. Jangan biarkan kamu dikuasi oleh asumsi mu yang belum terbukti kebenarannya, membuatmu tidak nyaman dan memicu konflik yang hanya akan merugikan dirimu sendiri. Biasakanlah positif thinking… realistis dengan mengerti dan memahami keadaan yang sebenarnya, lakukanlah komunikasi yang baik dan terbuka dengan pasangan, kuatkan rasa saling percaya dan kejujuran dalam hubungan. Dengan komunikasi yanng baik, maka akan dapat meminimalisir resiko salah pengertian atau salah paham pada hubungan.

KEEMPAAT, prinsip yang berbeda.

Setiap orang tentu punya nilai hidup / value nya masing masing, prinsip, motto hidup dan lain sebagainya. Dan tentunya apa yang menjadi peganngan hidupmu belum tentu sama dengan orang lain, bahkan pasanganmu sendiri. Jika satu sama lain tidak bisa menghargai menghormati dan toleransi, tentu saja ini akan menimbulkan perdebatan dan pertengkaran yang saling menyalahkan dan saling ber argumen menurut pemahaman nya sendiri merasa benar sendiri.

Makanya, penting sekali untuk mengetahui pasangan dengan baik di awal hubungan, termasuk mengenai prinsip hidup masing masing yang dimiliki. Sehingga saat ingin menjalin komitmen, hal tersebut bukanlah menjadi pemicu konflik dalam hubungan. Tapi dengan saling menghargai menghormati prinsip hidup masing masing, kamu dan pasangan bisa saling mendukung dan kolaborasi untuk kepentingan tujuan bersama.

KELIMA, selalu membicarakan masa lalu yang pahit.

Setiap orang memang memiliki perjalanan hidup masing masing yang mungkin tidaklah sama dengan orang lain. Sebelum kamu bertemu dan menjalin komitmen dengan pasanganmu, tentu saja kalian masing masing punya masa lau dari perjalanan hidup yang akhirnya sampai hari ini kamu di titik ini. Masa lalu bisa menjadi pemicu konflik hubungan, terutama masa lalu yang pahit dan kelam.

Misalnya ketika kamu melakukan kesalahan, pasanganmu mulai mengungkit masa lalu burukmu dan berkembang menjadi keributan yang tak berujung. Penting harus disadari, bahwa masa lalu adalah berada di masa yang lalu. Sudah berlalu, sudah lewat, dan tidak bisa diputar atau diulangi lagi. Suka atau tidak suka, mau atau tidak.. masa lalu sudah ada, sudah terjadi, dan sudah berlalu.

Kita hanya bisa bercermin dan belajar untuk memperbaiki nya supaya masa depan lebih baik. Carilah topik lain yang lebih enak dibahas, sebaiknya jangan pernah mengangkat kisah masa lalu yang suatu saat ada masa nya hal itu bisa menjadi konflik dalam hubungan.

So ladies… dengan menyadari semua perbedaan yang alamiah tersebut, kamu bisa menjadi orang yang lebih bijak dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan dalam hubungan bukan lah menjadi alasan atau konflik yang tidak bisa dipecahkan untuk menyatu dalam hubungan yang baik, justru perbedaan menjadi hal yang menguatkan hubungan jika kamu bisa menyadari dan menyikapi nya dengan bijak.

Bukan hanya dalam asmara, namun dalam setiap hubungan apapun pastinya akan membuat adem ayem, tenang damai dan bahagia 🙂

~ WINA ~