Di Akhir Kebencian Tetaplah Tersimpan Cinta Yang Abadi Untukmu

Di akhir kebencian

Siang itu aku baru selesai makan siang, mulai lagi sibuk menutup laporan mingguan. Terdengar dering telpon di hp ku, sepintas kulihat panggilan masuk dari mama. Sekejap rasa ku ada gejolak, entah mau bicara apa lagi mama… tapi aku pikir, paling juga mau jodohin aku lagi, atau mau bicara hal yang membosankan, atau mungkin dia hanya sekedar kangen untuk ngobrol denganku.

Tapi entah kenapa terbersit di pikiranku kalau saat itu mungkin juga yang nelp adalah orang lain yang menggunakan hp mama. Tapi apapun itu, aku tidak sempat menjawab dering telpon itu karena aku sedang jenuh mengerjar laporan mingguan. Toh juga nanti biasanya wa atau sms kok kalau telp ga diangkat

Aku biarkan beralalu, sampai sore hari. Tiba tiba setelah shalat maghrib adek ku teriak memanggil manggil aku. Mba wina… mba… ada telp dari rumah sakit, katanya mama masuk ICU

Seketika perasaanku ga karuan. Perasaan bersalah yang tadi aku tak sempat menjawab telp, apa mungkin terjadi sesuatu… Pikiranku melayang melambungkan rasa ku yang ga karuan. Aku sempatkan berdoa untuk kebaikan mama. Lalu akupun pergi keluar dengan teman. Setelah beberapa jam kemudian aku pulang, tiba tiba aku mendapat kabar dari telp om. Ternyata benar bahwa tadi telah terjadi sesuatu sehingga ada orang yang menghubungi ku telp dengan hp mama

Innalillahi wa’innailihirojiun.. mama sudah pergi. Seketika tangisku pecah, tak tau rasa apa yang menyelimuti hatiku. Aku memang tidak dekat dengan mama, bahkan aku lebih banyak bertengkar dan saling menyakiti mungkin. Aku tidak pernah membahagiakan mama dalam hidupnya, karena aku pikir mama juga tidak pernah mengurus dan membahgiakan aku.

Aku hanya merasakan pedihnya ditelantarkan, diabaikan, sampai aku harus menjalani hidupku sendiri. Ada rasa sakit, kecewa, tidak terima, dan seribu rasa yang tidak baik seumur hidupku pada mama. namun demikian, aku tetaplah mencintai mama dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku hanya lah tidak bisa menerima semua perilaku tidak baiknya mama, sampai aku harus menjauhkan mama dari hidup kami. Berharap mama akan berubah sikap jadi lebih baik, tapi belum juga. Akhirnya kurelakan mama jauuh dari hidupku, hanya untuk supaya aku tidak terus terusan bertengkar menyakitinya. Maafkan aku ma..

Sampai di sisa umurmu, aku belum juga bisa membahagiakanmu. Tapi 2-3 bulan sebelum ini, sungguh aku sudah melepaskan segala rasa ku yang tidak baik padamu. Aku sudah memaafkanmu sepenuhnya, aku juga minta maaf atas semua sikapku yang tidak baik meskipun aku belum sempat menemui mu

Malam itu aku bersiap untuk pulang kampung halaman, menghormati mama untuk terakhir kalinya. Mengantarkan kepergian mama. Aku berdoa untuk seluruh kebaikan mama, dan aku sudah menyelesaikan semua rasa ku jauuh sebelum hari ini tiba

Terima kasih mama… untuk semua kebaikanmu sehingga aku bisa melihat duni ini sampai hari ini. Terima kasih Tuhan, aku pernah hidup bersama mama. Terima kasih dan maaf yang terucap tanpa pertemuan langsung, semoga Tuhan memahami nya

Aku ikhlaskan semua nya, aku doakan yang terbaik untuk mama dan aku selalu mencintai mama dalam doa. Drama panjang yang kulakonkan kini sudah berakhir. Seharusnya tak ada lagi rasa sedih kecewa ku atas semua tingkah mama yang tidak aku sukai semasa hidupnya… ya, aku sudaaahhh melepaskan semuanya. Kini hanya ada cerita baik tentang mama. cerita baik di akhir hidupnya sampai Tuhan mengambilnya dalam Khusnul khotimah..

Kami akan selalu mencintaimu dalam doa, semua kebaikan untukmu di sana. Sudah kami maafkan segala nya, dan kami mohonkan maaf yang sama juga padamu di sana. Seperti apapun ceritanya, mama adalah ibu yang paling berarti dalam hidup setiap anak. Sebesar apapun kesalahannya, sebenci apapun seorang anak pada nya.. kami tetaplah mencintaimu ma. Al-Fatihah

~ WINA ~