Lalu Nanti, Saat Aku Pergi Semua Akan Usai Begitu Saja

Rencana Allah jauh lebih baik
0 90

Mungkin kutemukan lagi pijakan itu. Tempat tuk sejenak singgah, dari lelahnya netra yang enggan terbuka. Menciptakan taman penuh bunga, terus bersemi seiring mengejar hari. Ciptakan segaris memanjang di bibir
‘tuk hiasi malam penuh bintang.

Tak perlu takut pintu itu terbuka, Juga tak perlu jamuan istimewa. Sejenak singgah hanya melepas dahaga. Tak perlu kucuri, sekalipun cukup menarik hiasan di sana. Tak perlu kumeminta, hanya cukup memandang saja. Lalu nanti, saat aku harus pergi segalanya akan usai begitu saja. Juga untuk pemilik beranda tanpa membawa dan meninggalkan luka.

Kepercayaan Yang Kuberi Berulang Kali, Nyatanya Kamu Ingkari Berulang Kali Juga.

Ada saat dimana, Aku tidak lagi peduli. Dengan labilmu, dengan butuhmu, dengan segala hal yang mengesalkan darimu. Ada saat dimana aku berdiri sendiri tanpa sedikit pun dendam dan marah. Dan ketika itu aku berhenti untuk memberi kepercayaan padamu. Kepercayaan yang kuberi berulang kali Yang kau rusak berkali-kali

Kau sudah pergi darinya kan? Ya sudah, tinggalkan saja orang yang tidak pernah menghargai kepercayaan!

Seiring Berjalannya Waktu, Serentak Aku Merindu dan Baru Teringat Olehku Bahwa Kamu Telah Mempunyai Kekasih Baru.

Kadang kenangan kita memang selalu menghantui diri ini. Wajar saja karena terlalu banyak waktu yang kita lalui. Kenangan manis dan berujung pada kenangan pahit selalu datang silih berganti. Kadang aku merindu tentang dirimu.

Baca Rekomendasi :   Pada Akhirnya Rindu Akan Bermuara, Entah Kepada Ia Atau Kepada Yang Lainnya

Dalam dunia khayalanku, selalu ingin bersamamu meski pada akhirnya aku tersadar. Bahwa kini kamu telah mempunyai kekasih baru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page