Aku Memenangkanmu dan Memilih Untuk Mencintaimu Dalam Ketetapan-Nya

Aku memilihmu via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/
0 40

Beberapa kekecewaan menjerat di selaput netra. Menjatuhkan buih-buih tangis tanpa ada muara. Binar mata ini semakin kuyup tiada henti. Menghitung detik yang tak akan pernah kembali; digilas sang waktu.
Aku ingin menjadi perempuan yang didadanya masih ada sabar tersemat, walau detaknya kian sekarat.

Ada ikhlas yang tak terucap, walau sesaknya semakin menancap. Selalu ada yakin kepada Allaah. Setia untuk memohon petunjuk, karena tahu Dia Maha Mencintai Mahluk. Mari kesini, genggamlah jari-jariku. Kita berdiri, berjalan bersama dijalan-Nya. Dengan keyakinan dalam dada, bahwa Dia selalu ada dalam situasi apapun. Allaah sangat mencintaimu, dear!

Aku Belum Sepenuhnya siap, Bersabar dan Bersiaplah Juga. Karena Kelak Akan Ada Saatnya Bagi Kita Berdua.

Saat kita terpuruk oleh keadaan. Berulang-ulang dijatuhkan oleh sebuah kondisi kehidupan. Kira-kira apa yang membuat kita bisa bangkit kembali? Pernah gak sih dikecewakan? Dan tanpa disadari beberapa menit kemudian sudah berhasil jalan ke depan. Seperti ada sesuatu dalam alam bawah sadar, sebut saja ia harapan. Membuat kita kuat karena ada syukur yang melekat.

Baca Rekomendasi :   Maafkan Diriku, Karena Melukaimu Merupakan Dosa Besar Bagiku
Aku memilihmu
Aku memilihmu via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/

Ada sabar yang tercipta walau awalnya dipaksa. Beberapa hikmah didapat sesaat setelah kaki jauh melangkah. Hanya satu yang perlu kita percaya; indahnya rahasia Tuhan. Mari mengumpulkan benih pilihan, memilih tanah terbaik, menyiram dan merawatnya setiap hari, dipupuknya dengan semangat tinggi. Hingga kita bisa memetik buahnya nanti.

Mari menanam pohon harapan; ditautkan hanya kepada Allah yang Maha Besar. Di sini, aku juga masih akrab dengan usaha serta asa. Aku belum sepenuhnya siap, kamu bersiaplah juga di sana. Agar nanti, kita sama-sama bergenggaman dan tak gemetar sebab kurangnya bekal.

Bukankah Kahu Tahu Yang Abadi Adalah Syurga, Aku Ingin Bersamamu Menuju Ruang Ternyaman Itu.

Untuk sesuatu kembali ku mengingat bisikanmu kala itu. “Semoga kita bersama sampai surga-Nya.” Aku hanyut dalam kalimatmu. Sedalam itukah kamu mencintaiku? Selama itukah kamu ingin selalu bersamaku? Rasanya hari itu, jiwa ku bersorak haru. Tak lupa ia lantunkan kata, “Aamiin Ya Allaah.” Aku juga sama denganmu. Ingin bersama sampai jannah-Nya.

Baca Rekomendasi :   Tanpa Perlu Kamu Tahu, Namamu Masih Selalu Kusebut Dalam Sujudku

Meski pada hari ini kita berpisah. Aku akan selalu menunggumu, datang atau pun tidak. Sebab, aku tak percaya. Jika kata-katamu hanya omong bahagia belaka. Kau bukan seperti itu orangnya. Meski, keadaan memaksaku untuk berhenti mempercayainya. Hmm.

Di jalan yang sama. Aku menanti kepulanganmu. Masih dalam bait rasa yang sama, bersamamu ingin kutemukan kebahagiaan, kebaikan lagi bersama-sama. Dalam ikatan yang diridhoi-Nya, sampai surga-Nya.

Artikel ini merupakan kumpulan status dari instagram @diarihidupkita . Jangan lupa untuk follow ya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page