Mencoba Untuk Selalu Kuat, Meski Aku Yang Terluka dan Sepedih Ini

Percayalah, Ada Air Mata Yang Tak Bisa Kuhentikan Karena Melepaskanmu Sungguh Pilu.

Mencoba selalu kuat
0 143

Kurasa ada hal yang perlu kusampaikan. Perihal hati yang harus merelakanmu. Karena jatuh cinta bukanlah hal yang disengaja. Aku memilih pergi, meski hati sesak, pedih namun ini pilihan terbaik bagiku, bagimu, dan bagi Allahku.

Bila Allah izinkan, aku dan kamu akan menjadi kita. Bukankah hidup ini hanya untuk mencari ridhoNya? Bila iya, inilah jalanku untuk menggapai Ridhonya. Dengan ikhlas, ku lepaskan cinta yang tak semestinya.
Melepasmu, dan pergi jauh darimu Adalah titik puncak dimana aku sangat mencintaimu. Namun aku takut, bila cinta ini melebihi cintaku pada Rabbku. Maka dari itu, aku memilih pergi dan menjauh darimu.

Menjaga dalam penantian, dan rindu dalam diam adalah cara terbaik daripada harus mengatakannya. Menjaga dalam ketaatan untuk menggapai ridhoNya. Duhai kamu, jatuh cinta sebelum menikah adalah ujian terberat bagi setiap insan. Namun datangnya tak bisa ditolak. Apabila iman di dada sudah tak lagi ada, nafsu yang akan merajainya. Dan aku, tak ingin terlena karenanya.

Duhai kamu, percayalah bahwa Allah tahu yang terbaik bagi kita. Tetaplah tersenyum, dan jangan jatuhkan air matamu. Aku tetap disini, dalam penantian cinta untuk menggapai Ridhonya.

Bila rindu kian menyiksa, mintalah kepada Allah untuk menenangkan hati yang bergemuruh karena rasa yang belum pada waktunya. Berdoalah, bersujudlah dan mendekatlah pada Allah sang pemilik hati. Maka akan kau temui ketenangan. Dan tetaplah dalam keta’atan.

Mencoba kuat
Mencoba kuat via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/

Kelak, akan kita temui suatu masa dimana aku dan kamu akan menggapai kebahagiaan bersama. Entah kau dipersatukan denganku atau bersama yang lain.. Namun percayalah takdir Allah akan selalu indah bagi hambanya yang taat. Kurasa, sudah cukup ku katakan perihal hati yang ingin taat. Terimakasih, walau sepedih ini, aku benar-benar harus pamit.

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Kamu yang Namanya Pernah Kupinjam di Dalam Doa

Percayalah, Ada Air Mata Yang Tak Bisa Kuhentikan Karena Melepaskanmu Sungguh Pilu.

Aku berjalan di ujung tepian sawah. Menunggu senja menyapaku dengan hangat. Sosok yang merindu, akan kenangan yang tercipta akannya. Tapi apalah daya, itu hanya sebuah genangan kenangan yang terbias oleh waktu, mengingatkanku akan apa yang telah berlalu.

Diam-diam hujan pun menderai kotaku sore itu, menyelinap masuk dalam ruang hatiku, tak tahu apa yang harus ku lakukan atas hujan yg menerpaku kala itu. Mencoba tuk hentikannya, tapi tak kuasa kutahan terpaan hujan-Nya. Tuhan, aku hanya makhluk biasa yang hatiku pun belum sekuat apa yang kupinta.

Tuhan tolong kuatkan hatiku agar ku tetap bisa setegar karang, walau dihempas ombak berulang kali, dia tetap kokoh. Dari biarkan air linanganku menjadi penguat dari raga ini, tuk selalu kuat dan selalu mengingat-Mu.

Artikel ini merupakan kumpulan status dari instagram @diarihidupkita . Jangan lupa untuk follow ya!

****

Rindu Yang Telah Datang, Kini Menjadi Cerita Usang. Lalu Menghilang Tanpa Bayang.

Aku benci berlari. Mengejarmu yang tak pernah peduli. Aku lelah menanti, menantimu yang tak kunjung menghampiri. Aku mencoba diam, bungkap tanpa pernyataan. Akhirnya, aku kalah dalam durasi rindu yang begitu mencekam.

Baca Rekomendasi :   Kupinjam Namamu Disepertiga Malamku, Untuk Kuperbincangkan Dengan Robbku

Aku pernah mengharapkan sebuah sandaran, disaat aku ringkih dan bersedih. Adalah kamu yang tertuju oleh ingatan penuh harapan. Tapi, harapan itu tetap tidak bisa menjadi kenyataan. Aku bagaikan memeluk gunung yang tak bisa mempertemukan kedua tanganku untuk saling menggengam. Suara hatiku tak kan pernah sampai pada lembutnya perasaan hatimu.

Tentang rindu yang telah datang, kini menjadi cerita yang telah usang. Lalu Menghilang Tanpa Bayang.

Rindu memang tak pernah mengerti, pada akhirnya ketakutanku atas kehilanganmu menghancurkan semua kerinduan yang pernah kubangun sepenuh harapan. Aku lupa bahwa semua harapan itu tiada berarti tanpa melibatkan Allah dalam setiap impian terindahku. Merindukanmu lewat mimpi dan angan yang berjarak. Membuatku terpukul tentang arti kesalahan yang fatal.

Rindu yang telah datang
Rindu yang telah datang via https://www.instagram.com/rezaprabowophoto/

Aku salah merindukanmu, tak kan ada lagi rindu untuk seseorang yang belum halal bagiku. Sampai tiba saatnya nanti, rindu ini akan tetap kujaga untuk Dia yang memberikanku rasa rindu.

Pada Akhirya Kuasa Tuhan Memang Tak Bisa Di elekkan, Semua yang Bersemi Pada Akhirnya Patah.

Jangan lagi berharap aku lagi ada disana, ditempat yang pernah kamu sebut begitu indah untuk kita berdua. Tempat itu akhirnya menjadi saksi sebuah cerita yang kutuliskan dalam lembaran-lemabaran penuh makna. Yang tertulis begitu rapi, penuh duka dan berbalut luka.

Baca Rekomendasi :   Karena yang Kamu Kejar Akan Lari Dan yang Kamu Doakan Insyaallah Datang Sendiri

Semua kisah pada masa itu, ingin rasanya kubungkus dengan sangat indah lalu kuletakkan di sebuah wadah. Begitulah yang terlihat olehku saat ini, aku mampu menyimpan kisah sedih tentangmu. Tetapi kucoba untuk tetap tegar bak pahlawan yang tangguh.

Hatiku yang Tulus Bagiakan Air Dalam Gelas Kaca, Terjaga Agar Tak Terlihat Keruh.

Tapi sejak kamu melibatkanku dalam kehidupanmu, kini semua menjai hancur menjadi serpihan luka. Ini perihal luka yang telah kamu cipta, menjadi ingatanku sepanjang masa. Izinkan aku menyampaikan ini, hatiku yang pernah tulus kamu jaga sepenuh jiwa, kini berakhir patah.

Aku tak meminta kepedulianmu denganku, hanya saja kamu harus tahu, bahwa hati yang kamu sakiti ini memepunyai sang pencipta yang juga menciptakanmu. Aku hanya ingin kembali pada jalan-Nya ketika kita pernah menjalani waktu yang penuh dengan catatan dosa, terlihat jelas bentuk ketakutan akan ketetapan-Nya.

Dengarkan aku, patahan hatiku takkan mampu kembali utuh dengan perpisahan ini. Semoga ini adalah yang terbaik untuk kita.

Soal aku dan kamu memang tercipta untuk bersama atau hanya pertemuan sementara. Akhirnya ujung cerita ini menguatkan niatku untuk tetap melepaskanmu. Jangan membuatku terpenjara akan semua janji-janji mansimu, karena tidak ada yang pernah mengingkari sebuah janji melainkan Dia yang ingin kutemui nanti.

Artikel ini merupakan isi buku dari Tentang Rindu yang melangit halaman 1-5. dan hanya di edit sebagian kecil oleh admin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page